Apakah saudara pernah mengalami nasib buruk, dipecat dari perusahaan tempat anda bekerja? apa yang saudara lakukan? beberapa segera mencari pekerjaan baru tetapi tidak sedikit pula yang tidak bisa berbuat apa-apa, tenggelam dalam keputus-asaan dll. saudaraku,.. wajar saja kalau kita merasa marah, kecewa dan malu bila mengalami hal buruk semacam itu, tetapi kita tidak boleh berlarut-larut dalam kondisi itu, kita harus segera bangkit dan bertindak! ya segera bertindak! dan jangan berkecil hati, ternyata Steve Jobs juga pernah dipecat bahkan dipecat dari Perusahaan yang dia dirikan sendiri. Coba simak artikel dibawah ini dan mari kita belajar dari pengalaman Steve Jobs, bagaimana ia berhasil merebut kembali apple inc. perusahaan miliknya.
Steve Jobs adalah satu dari sekian nama entrepreneur sukses
yang dropped out dari universitas, selain Bill Gates dari
MicroSoft Inc. dan Michael Dell dari Dell Computer Corp. Ia
memutuskan keluar dari Reed College karena kasihan pada
orang tua angkatnya yang harus membiayai pendidikannya yang
mahal.
Di usia 20 tahunan, ia dan Steven Wozniak membangun cikal
bakal komputer Macintosh di garasi rumah orang tuanya. Di
tahun 1976, mereka berhasil mempopulerkan konsep personal
computer pada dunia. Dan dalam 10 tahun, dua sekawan ini
berhasil membangun Apple menjadi perusahaan beraset 2
miliar dollar dan memiliki lebih dari 4.000 karyawan.
Tetapi di saat ia berumur 30 tahun, Jobs harus menerima
kenyataan pahit. Ia dipecat oleh Board of Director dari
perusahaan yang didirikannya, karena kegagalan visinya dan
kejatuhan Apple di kala itu.
Ketika itu Jobs merasa hancur, malu, impiannya hilang dan
tidak mampu melakukan apa-apa selama berbulan-bulan. Sampai
kemudian ia bertemu dengan David Packard dan Bob Noyce, ia
pun mencoba memaafkan kesalahan-kesalahan yang pernah
diperbuatnya.
Tapi ada satu yang tak berubah, walaupun ia pernah ditolak,
Jobs masih mencintai, bahkan sangat mencintai apa yang
dikerjakannya. Maka ia pun berusaha untuk bangkit, memulai
segala sesuatunya dari awal lagi.
Lima tahun kemudian, Jobs mendirikan perusahaan Pixar
Animation Studios yang membuat film animasi komputer
pertama di dunia -Toy Story- dan berhasil memenangkan
penghargaan Oscar sebagai film animasi terbaik. Dan tak
lama kemudian ia bertemu dan jatuh cinta dengan perempuan
yang kini menjadi istrinya.
Beberapa waktu kemudian, Apple membeli Pixar dan Jobs pun
kembali menduduki jabatannya di perusahaan yang dulu ia
dirikan. Sedangkan teknologi yang ia bangun di Pixar
menjadi jantung kebangkitan Apple di masa kini.
Apple menjadi pemimpin inovasi dalam industri dekstop dan
notebook, operating system, musik digital dengan perangkat
iPod dan iTunes, toko musik online-.
Sedangkan Pixar menjadi penghasil film-film animasi box office
dan pemenang Oscar, seperti Toy Story, A Bugs Life,
Monsters Inc., Finding Nemo dan The Incredibles.
Kini Steve Jobs bisa berkata bahwa pernah dipecat dari
Apple adalah hal terbaik yang pernah terjadi pada dirinya.Ibarat meminum sebuah pil pahit. Tetapi apa yang membuat
Jobs bangkit dan terus maju adalah keyakinan dan
kecintaannya pada apa yang ia kerjakan. Karena bagi Jobs,
itu adalah satu-satunya cara mendapatkan hasil pekerjaan
yang terbaik.
Sunday, May 4, 2008
Friday, May 2, 2008
DON'T LIMIT YOURSELF
Saudara,... tanpa disadari kita sering membatasi diri sendiri, padahal didalam diri kita tersimpan potensi yang luar biasa besar. Sadarkah saudara sebenarnya saudara dilahirkan sebagai seorang pemenang? Dalam proses sebelum terbentuknya janin (cikal-bakal diri kita) dalam rahim Ibu, kita terlebih dahulu bersaing dengan jutaan 'kompetitor' lainnya untuk dapat menjangkau indung telur dan membuahinya; konon menurut keterangan para ahli kedokteran, yang berhasil 'membuahi' itu cuma satu dari jutaan spermatozoa, dan selamat!! itu adalah anda. Maka kalau sekarang kita belum apa-apa sudah menyerah kalah dalam 'pertandingan hidup' didunia ini, maka sesungguhnya kita patut merenungkan kembali dengan lebih serius; apa sebenarnya maksud Tuhan mengijinkan kita terlahir kedunia ini?. Saya yakin dan percaya bahwa Tuhan menginginkan agar kita dapat mensyukuri segala berkat dan rahmat yang DIA berikan dan mengusahakan agar hidup kita lebih bermakna. salah satu bentuk rasa syukur itu adalah dengan mengopimalkan segala potensi diri dan talenta agar membawa manfaat sebesar-besarnya, tidak saja bagi diri sendiri tapi lebih-lebih bermanfaat bagi orang-orang disekitar kita... Bloggers,... sebaiknya baca aja deh artikelnya Bo Sanchez berikut ini.
JANGAN BATASI DIRI ANDA
Ukuran Anda Tidak Masalah;
Yang Jadi Soal Adalah Ukuran Impian Anda
Saya baru saja membaca biografi John Gokongwei, The Path of
Entrepreneurship.
Suatu kisah yang sulit dipercaya.
Tahukah Anda bahwa di ulang tahunnya yang ke-80, ia mendermakan
separuh dari milyaran miliknya untuk amal? Saya ingin melakukan hal
yang sama persis ketika saya berusia 80. (Saya masih punya waktu
beberapa tahun untuk menghasilkan milyaran saya.)
Beberapa minggu lalu, saya mengunjungi Universitas San Carlos di Cebu.
Saya melihat dengan mata kepala sendiri sebuah bangunan sekolah yang
indah dan besar sekali yang didonasikan oleh John Gokongwei - seharga
150 juta Peso. Ia juga mendonasikan beberapa bangunan kepada Ateneo
de Manila dan Sekolah Hati Kudus di Cebu.
Lumayan bagi seorang pria yang biasa menjual kacang di halaman
belakang rumahnya.
Sebenarnya, John Gokongwei terlahir di sebuah keluarga kaya. Ayahnya
memiliki serentetan bioskop. Seorang supir pribadi mengantarnya ke
sekolah. Dan di sekolah, ia memiliki banyak sekali teman karena ia
akan mengundang mereka untuk menonton film gratis.
Tapi ketika ia berusia 13, ayahnya meninggal secara mendadak karena
sakit thypus. Karena kejayaan ayahnya dibangun atas hutang, mereka
kehilangan segalanya - semua bisnis, rumah, semua mobil...
"Ketika tak ada lagi nonton gratis, saya kehilangan separuh dari teman-
teman saya," katanya.
Ketika John harus berjalan sejauh 2 mil ke sekolah untuk pertama
kalinya, ia mengadu sambil menangis pada ibunya. Tapi ibunya berkata,
"Kamu harus merasa beruntung. Beberapa orang tidak punya sepatu untuk
berjalan ke sekolah."
John yang baru berusia 13 tahun terpaksa harus bekerja.
Ia bangun pukul 5 pagi untuk mengendarai sepeda ke pasar dengan
sekeranjang barang dagangan. Di sana ia memasang meja kecil untuk
menjual sabun, lilin, dan benang.
Di Tahun 1943, ia memperluas bisnisnya. Dari Cebu, ia akan melakukan
perjalanan melelahkan dengan sebuah kapal kecil yang disebut batel ke
Manila. Itu merupakan perjalanan selama lima hari! Dan di Manila, ia
akan membeli barang-barang yang dapat ia bawa untuk dijual di Cebu.
Secara cepat, saat ini John Gokongwei memimpin sebuah imperium multi-
mliyaran yang terdiri dari Cebu Pacific, Sun Cellular, Universal
Robina, Robinsons mal (yang jumlahnya lebih dari satu), dan sebagai
tuan rumah bagi perusahaan-perusahaan lain. (Saya suka cemilan Jack n
Jill, karena itu saya adalah seorang penggemar.)
Bagaimana hal itu terjadi? Bagaimana bisa Cebu Pacific (maskapai
penerbangan yang membuat harga tiket penerbangan menjadi sangat
terjangkau) dimulai dari menjual kacang? Bagaimana bisa mal-mal
Robinsons dimulai dari sebuah meja kecil di pasar?
Sederhana: John Gokongwei memulai hal kecil namun mempunyai impian
besar. Impiannya begitu kuat, hingga hal itu memotori kehidupannya
sehari-hari. Ia bekerja keras untuk membuat impiannya menjadi
kenyataan.
Dan itu merupakan sebuah prinsip umum yang dapat Anda kembangkan.
Apakah Anda ingin menjadi sukses dalam hidup?
Mulai hal kecil, punya impian besar.
1) Mulai Hal Kecil
Saya kenal seorang yang sangat tidak sabar yang melakukan hal
sebaliknya: Ia senang memulai sesuatu yang besar. Saya melihat pria
ini setiap hari. Kapan? Ketika saya bercermin!
Ya, inilah kelemahan saya, dan saya telah membayar mahal untuk itu.
Tapi saya belajar dari pengalaman. Inilah alasan mengapa kita perlu
memulai dari yang kecil: Karena di awal masa pembelajaran kita, kita
akan gagal. Anda bisa jadi mempertaruhkan hidup Anda untuk itu.
Pemula akan gagal, titik. Namun jika kita mulai dari yang kecil,
kegagalan kita tidak akan menghancurkan kita. Tapi jika kita langsung
memulai yang besar, kegagalan kita akan besar juga, dan kita mungkin
akan menyerah. Percayalah, dalam bisnis saya, saya telah kehilangan
jutaan karena saya tidak tahu bagaimana memulai dari kecil. Saya
tidak akan lupa pelajaran ini karena biaya les yang saya keluarkan
sangat mahal!
2) Miliki Impian Besar
Saya kenal beberapa orang yang mempunyai impian-impian sederhana.
Dan impian-impian sederhana ini tidak terjadi. Karena sejak awal,
mereka tidak cukup semangat. Bahkan mereka tidak sempat 'lepas
landas'.
Ini yang saya temukan: Impian kecil memikat orang kecil. Impian besar
memikat orang besar. Dan juga semua sumber daya besar yang ada di
jagat raya.
Dalam pelayanan saya bagi Tuhan, saya belajar bahwa lebih mudah untuk
mengumpulkan dana 1 juta Peso daripada 100.000 Peso. Dan lebih mudah
untuk mengumpulkan 10 juta Peso daripada 1 juta Peso.
Teman, ukuran Anda tidak masalah.
Yang jadi soal adalah ukuran impian Anda.
Sebagaimana Anda bekerja dan berfokus pada impian Anda, Anda bertumbuh
menjadi sebesar impian Anda.
Sebagaimana Anda menumbuhkan impian Anda, Anda juga akan terus
bertumbuh.
Sebagaimana Anda mengembangkan impian Anda, Anda juga akan terus
berkembang.
Semoga impian Anda menjadi kenyataan,
BO SANCHEZ
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
JANGAN BATASI DIRI ANDA
Ukuran Anda Tidak Masalah;
Yang Jadi Soal Adalah Ukuran Impian Anda
Saya baru saja membaca biografi John Gokongwei, The Path of
Entrepreneurship.
Suatu kisah yang sulit dipercaya.
Tahukah Anda bahwa di ulang tahunnya yang ke-80, ia mendermakan
separuh dari milyaran miliknya untuk amal? Saya ingin melakukan hal
yang sama persis ketika saya berusia 80. (Saya masih punya waktu
beberapa tahun untuk menghasilkan milyaran saya.)
Beberapa minggu lalu, saya mengunjungi Universitas San Carlos di Cebu.
Saya melihat dengan mata kepala sendiri sebuah bangunan sekolah yang
indah dan besar sekali yang didonasikan oleh John Gokongwei - seharga
150 juta Peso. Ia juga mendonasikan beberapa bangunan kepada Ateneo
de Manila dan Sekolah Hati Kudus di Cebu.
Lumayan bagi seorang pria yang biasa menjual kacang di halaman
belakang rumahnya.
Sebenarnya, John Gokongwei terlahir di sebuah keluarga kaya. Ayahnya
memiliki serentetan bioskop. Seorang supir pribadi mengantarnya ke
sekolah. Dan di sekolah, ia memiliki banyak sekali teman karena ia
akan mengundang mereka untuk menonton film gratis.
Tapi ketika ia berusia 13, ayahnya meninggal secara mendadak karena
sakit thypus. Karena kejayaan ayahnya dibangun atas hutang, mereka
kehilangan segalanya - semua bisnis, rumah, semua mobil...
"Ketika tak ada lagi nonton gratis, saya kehilangan separuh dari teman-
teman saya," katanya.
Ketika John harus berjalan sejauh 2 mil ke sekolah untuk pertama
kalinya, ia mengadu sambil menangis pada ibunya. Tapi ibunya berkata,
"Kamu harus merasa beruntung. Beberapa orang tidak punya sepatu untuk
berjalan ke sekolah."
John yang baru berusia 13 tahun terpaksa harus bekerja.
Ia bangun pukul 5 pagi untuk mengendarai sepeda ke pasar dengan
sekeranjang barang dagangan. Di sana ia memasang meja kecil untuk
menjual sabun, lilin, dan benang.
Di Tahun 1943, ia memperluas bisnisnya. Dari Cebu, ia akan melakukan
perjalanan melelahkan dengan sebuah kapal kecil yang disebut batel ke
Manila. Itu merupakan perjalanan selama lima hari! Dan di Manila, ia
akan membeli barang-barang yang dapat ia bawa untuk dijual di Cebu.
Secara cepat, saat ini John Gokongwei memimpin sebuah imperium multi-
mliyaran yang terdiri dari Cebu Pacific, Sun Cellular, Universal
Robina, Robinsons mal (yang jumlahnya lebih dari satu), dan sebagai
tuan rumah bagi perusahaan-perusahaan lain. (Saya suka cemilan Jack n
Jill, karena itu saya adalah seorang penggemar.)
Bagaimana hal itu terjadi? Bagaimana bisa Cebu Pacific (maskapai
penerbangan yang membuat harga tiket penerbangan menjadi sangat
terjangkau) dimulai dari menjual kacang? Bagaimana bisa mal-mal
Robinsons dimulai dari sebuah meja kecil di pasar?
Sederhana: John Gokongwei memulai hal kecil namun mempunyai impian
besar. Impiannya begitu kuat, hingga hal itu memotori kehidupannya
sehari-hari. Ia bekerja keras untuk membuat impiannya menjadi
kenyataan.
Dan itu merupakan sebuah prinsip umum yang dapat Anda kembangkan.
Apakah Anda ingin menjadi sukses dalam hidup?
Mulai hal kecil, punya impian besar.
1) Mulai Hal Kecil
Saya kenal seorang yang sangat tidak sabar yang melakukan hal
sebaliknya: Ia senang memulai sesuatu yang besar. Saya melihat pria
ini setiap hari. Kapan? Ketika saya bercermin!
Ya, inilah kelemahan saya, dan saya telah membayar mahal untuk itu.
Tapi saya belajar dari pengalaman. Inilah alasan mengapa kita perlu
memulai dari yang kecil: Karena di awal masa pembelajaran kita, kita
akan gagal. Anda bisa jadi mempertaruhkan hidup Anda untuk itu.
Pemula akan gagal, titik. Namun jika kita mulai dari yang kecil,
kegagalan kita tidak akan menghancurkan kita. Tapi jika kita langsung
memulai yang besar, kegagalan kita akan besar juga, dan kita mungkin
akan menyerah. Percayalah, dalam bisnis saya, saya telah kehilangan
jutaan karena saya tidak tahu bagaimana memulai dari kecil. Saya
tidak akan lupa pelajaran ini karena biaya les yang saya keluarkan
sangat mahal!
2) Miliki Impian Besar
Saya kenal beberapa orang yang mempunyai impian-impian sederhana.
Dan impian-impian sederhana ini tidak terjadi. Karena sejak awal,
mereka tidak cukup semangat. Bahkan mereka tidak sempat 'lepas
landas'.
Ini yang saya temukan: Impian kecil memikat orang kecil. Impian besar
memikat orang besar. Dan juga semua sumber daya besar yang ada di
jagat raya.
Dalam pelayanan saya bagi Tuhan, saya belajar bahwa lebih mudah untuk
mengumpulkan dana 1 juta Peso daripada 100.000 Peso. Dan lebih mudah
untuk mengumpulkan 10 juta Peso daripada 1 juta Peso.
Teman, ukuran Anda tidak masalah.
Yang jadi soal adalah ukuran impian Anda.
Sebagaimana Anda bekerja dan berfokus pada impian Anda, Anda bertumbuh
menjadi sebesar impian Anda.
Sebagaimana Anda menumbuhkan impian Anda, Anda juga akan terus
bertumbuh.
Sebagaimana Anda mengembangkan impian Anda, Anda juga akan terus
berkembang.
Semoga impian Anda menjadi kenyataan,
BO SANCHEZ
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Tuesday, April 29, 2008
Bo Sanchez (part 2)
Bloggers,... kekuatan anda ada pada pikiran anda, imajinasi anda. Jika anda berpikir anda bisa, maka anda pasti bisa. Jika anda fokus pada kesuksesan, maka anda pasti sukses. Saudara, seberapa besarkah imajinasi anda? sebesar itulah kebesuksesan anda.
Silakan simak apa yang diuraikan oleh Bo Sanchez dalam tulisannya berikut ini.
KEKUATAN LUAR BIASA DARI IMAGINASI ANDA
Apakah Anda Menggunakannya Untuk Mengubah Hidup Anda?
Saya baru saja tiba dari Dubai.
Dan saya masih tidak dapat melupakannya.
Ini adalah kedua kalinya saya mengunjungi kota yang mempesona itu,
tapi pengaruhnya bagi saya masih sama. Seperti seorang pria yang baru
menyaksikan pertunjukan sulap yang spektakuler, saya masih takjub.
Terutama, saya kagum pada keberaniannya. Pada kenekatannya.
Teman saya, Ed, memberitahu saya, "Ketika saya datang ke Dubai 17
tahun lalu, tempat ini hanyalah gurun pasir yang sangat luas." Saya
percaya pada ucapannya. Saya melihat foto-fotonya dulu.
Ed juga membawa saya ke sebuah safari gurun pasir. Ia mengantar saya
dengan Land Cruiser miliknya ke daerah pinggiran Dubai - yang
merupakan sebagian besar dari kota itu yang masih terlihat seperti
beberapa tahun lalu...
Namun ketika Penguasa Dubai, Sheik Mohammed bin Rashid al-Maktoum
(yang lebih dikenal dengan sebutan "Sheik Mo") melihat gurun pasir
yang berdebu, berbatu, gersang ini, ia melihat sesuatu yang tidak
dilihat oleh orang lain. Dalam imaginasinya, ia melihat pesona gedung-
gedung pencakar langit yang menggapai bintang. Di antaranya, ia
melihat gedung tertinggi di dunia. Ia juga melihat sebuat Hotel
Bintang 7. Ia juga melihat seluruh pulau seakan bangkit dari lautan.
Hari ini, semua itu telah menjadi sebuah kenyataan.
Dubai sekarang merupakan gambaran dari seluruh dunia Arab.
Saya melewati satu bagian yang sangat kecil dari kota spektakuler
ini. Saya melihat 60 gedung pencakar langit baru yang berdiri di atas
pasir. Hal itu sangat mengejutkan.
Pulau terbesar buatan manusia sekarang ditemukan di sana. Saya
mengunjungi Hotel Bintang 7-nya, dan saya pikir saya sedang berada
dalam sebuah pesawat luar angkasa Star Trek. Gedung tertinggi di
dunia sekarang ada di Dubai - the Burj Dubai.
Mengapa saya berbicara tentang Dubai?
Karena saya ingin bertanya satu pertanyaan pada Anda: Apa yang ada
dalam imaginasi Anda?
Albert Einstein mengatakan, "Imaginasi lebih hebat daripada
intelektual." Dan Stephen Covey mengatakan, "Segala sesuatu
diciptakan dua kali. Pertama dalam pikiran, kedua dalam kenyataan."
Saya tahu banyak orang yang imaginasinya berfokus pada kegagalan dan
dosa-dosa mereka. Mereka membayangkan betapa lemahnya mereka. Mereka
membayangkan betapa jahatnya mereka. Mereka membayangkan betapa tidak
adanya harapan bagi kondisi mereka. Setiap hari, hanya itu yang
mereka pikirkan.
Coba tebak: Apa yang mereka bayangkan menjadi kenyataan mereka - lagi
dan lagi dan lagi!
Hidup Anda mungkin seperti sebuah padang pasir yang gersang, kering,
hampa sekarang.
Anda merasa tak ada yang berhasil.
Dan Anda mempunyai segudang masalah.
Dan Anda ingin menyerah.
Teman, ini pesan saya: Berfokus pada apa yang ingin Anda capai.
Bukan pada apa yang terjadi pada Anda sekarang.
Karena masa lalu Anda tidak menentukan masa depan Anda.
Hidup Anda saat ini mungkin seolah sebuah gurun pasir, tapi kehebatan
Anda ada dalam diri Anda, menunggu untuk digali.
Berfokus pada impian Anda.
Berfokus pada masa depan Anda.
Kehebatan Anda sedang menanti Anda!
Semoga impian Anda menjadi kenyataan,
BO SANCHEZ
-------------------------------------------------------------------------------------
Silakan simak apa yang diuraikan oleh Bo Sanchez dalam tulisannya berikut ini.
KEKUATAN LUAR BIASA DARI IMAGINASI ANDA
Apakah Anda Menggunakannya Untuk Mengubah Hidup Anda?
Saya baru saja tiba dari Dubai.
Dan saya masih tidak dapat melupakannya.
Ini adalah kedua kalinya saya mengunjungi kota yang mempesona itu,
tapi pengaruhnya bagi saya masih sama. Seperti seorang pria yang baru
menyaksikan pertunjukan sulap yang spektakuler, saya masih takjub.
Terutama, saya kagum pada keberaniannya. Pada kenekatannya.
Teman saya, Ed, memberitahu saya, "Ketika saya datang ke Dubai 17
tahun lalu, tempat ini hanyalah gurun pasir yang sangat luas." Saya
percaya pada ucapannya. Saya melihat foto-fotonya dulu.
Ed juga membawa saya ke sebuah safari gurun pasir. Ia mengantar saya
dengan Land Cruiser miliknya ke daerah pinggiran Dubai - yang
merupakan sebagian besar dari kota itu yang masih terlihat seperti
beberapa tahun lalu...
Namun ketika Penguasa Dubai, Sheik Mohammed bin Rashid al-Maktoum
(yang lebih dikenal dengan sebutan "Sheik Mo") melihat gurun pasir
yang berdebu, berbatu, gersang ini, ia melihat sesuatu yang tidak
dilihat oleh orang lain. Dalam imaginasinya, ia melihat pesona gedung-
gedung pencakar langit yang menggapai bintang. Di antaranya, ia
melihat gedung tertinggi di dunia. Ia juga melihat sebuat Hotel
Bintang 7. Ia juga melihat seluruh pulau seakan bangkit dari lautan.
Hari ini, semua itu telah menjadi sebuah kenyataan.
Dubai sekarang merupakan gambaran dari seluruh dunia Arab.
Saya melewati satu bagian yang sangat kecil dari kota spektakuler
ini. Saya melihat 60 gedung pencakar langit baru yang berdiri di atas
pasir. Hal itu sangat mengejutkan.
Pulau terbesar buatan manusia sekarang ditemukan di sana. Saya
mengunjungi Hotel Bintang 7-nya, dan saya pikir saya sedang berada
dalam sebuah pesawat luar angkasa Star Trek. Gedung tertinggi di
dunia sekarang ada di Dubai - the Burj Dubai.
Mengapa saya berbicara tentang Dubai?
Karena saya ingin bertanya satu pertanyaan pada Anda: Apa yang ada
dalam imaginasi Anda?
Albert Einstein mengatakan, "Imaginasi lebih hebat daripada
intelektual." Dan Stephen Covey mengatakan, "Segala sesuatu
diciptakan dua kali. Pertama dalam pikiran, kedua dalam kenyataan."
Saya tahu banyak orang yang imaginasinya berfokus pada kegagalan dan
dosa-dosa mereka. Mereka membayangkan betapa lemahnya mereka. Mereka
membayangkan betapa jahatnya mereka. Mereka membayangkan betapa tidak
adanya harapan bagi kondisi mereka. Setiap hari, hanya itu yang
mereka pikirkan.
Coba tebak: Apa yang mereka bayangkan menjadi kenyataan mereka - lagi
dan lagi dan lagi!
Hidup Anda mungkin seperti sebuah padang pasir yang gersang, kering,
hampa sekarang.
Anda merasa tak ada yang berhasil.
Dan Anda mempunyai segudang masalah.
Dan Anda ingin menyerah.
Teman, ini pesan saya: Berfokus pada apa yang ingin Anda capai.
Bukan pada apa yang terjadi pada Anda sekarang.
Karena masa lalu Anda tidak menentukan masa depan Anda.
Hidup Anda saat ini mungkin seolah sebuah gurun pasir, tapi kehebatan
Anda ada dalam diri Anda, menunggu untuk digali.
Berfokus pada impian Anda.
Berfokus pada masa depan Anda.
Kehebatan Anda sedang menanti Anda!
Semoga impian Anda menjadi kenyataan,
BO SANCHEZ
-------------------------------------------------------------------------------------
Subscribe to:
Posts (Atom)








