Download GRATIS PDF dan 3 Video Kaya dari Properti TANPA MODAL

Wednesday, May 14, 2008

RECEIVE THE BEST MIRACLE FOR YOUR LIFE

Apa impian hidup anda? ada berjuta harapan, impian, cita-cita yang belum terwujud, seberapa lamakah anda tetap bertahan fokus pada impian tsb. meski kelihatan seperti sudah tidak ada harapan? seberapa seriuskah anda untuk tetap setia dalam memperjuangkannya? saudara,... apapun yang saat ini anda impikan, apapun yang anda kejar, ada tiga hal penting yang harus diingat Pertama;Jangan kehilangan harapan atau dengan kata lain jangan pernah putus asa, Kedua; lakukan hal terbaik yang anda bisa lakukan dan yang ketiga; menyerahkan semuanya kedalam kuasa Tuhan, Biarkan Tuhan membuat kejutan bagi diri anda, biarkan mukjizat Tuhan terjadi atas diri anda. Kegagalan biasanya terjadi manakala seseorang terlalu cepat menyerah, berhenti tanpa menyadari bahwa sebenarnya dia sudah begitu dekat dengan keberhasilan, tinggal beberapa langkah lagi impian itu berhasil dijangkau. sebagai ilustrasi; ada seorang pelari marathon asal Afrika (maaf lupa namanya, asal Negara dan juga tempat kejadiannya - tapi saya tidak pernah lupa akan spiritnya!!) dalam sebuah perlombaan olimpiade dia terus berlari dan berlari meskipun ia tahu sudah jauh tertinggal dari peserta lainnya, dan beberapa jam kemudian ia berhasil melintasi garis finish ketika stadion olahraga sudah sepi ditinggalkan para penonton. kepada beberapa wartawan yang masih berada didalam stadion ia berkata "Saya diutus oleh negara saya untuk berlomba sampai finish!!" saudara... tidak terlalu penting apakah anda menjadi nomor satu atau menjadi yang tercepat, tetapi yang lebih penting adalah bahwa anda berhasil menyelesaikan lomba, anda mampu bertahan sampai garis finish; sebab itulah tujuan anda. Nah apa tujuan hidup anda? apa yang tengah anda kejar saat ini? perjuangkanlah, bertahanlah!

Dibawah ini kembali saya muat artikel Bo Sanchez, semoga saudaraku dapat memperoleh semangat baru, termotivasi dan terinspirasi untuk terus memiliki harapan yang teguh, terus berusaha melakukan yang terbaik dan tidak lupa menyerahkan semuanya kepada Tuhan. Jangan katakan "ya Tuhan aku dalam masalah besar" tetapi katakan "hei masalah aku punya TUHAN yang BESAR"


TERIMA MUKJIZAT TERBAIK UNTUK HIDUPMU

Jangan menyerah. Lakukan yang Anda bisa. Dan biarkan Tuhan memberi
kejutan bagi Anda!



Andrea Helene Gogna menunjukkan pada kita bahwa tak ada yang mustahil
bagi Tuhan.

Hal itu sungguh benar.

Tawa dapat menghapus jutaan tetes air mata.

Mari saya perkenalkan Anda pada bayi Andrea Helene Gogna. Ia adalah
malaikat cantik Arun dan Lalaine Gogna. Arun Gogna adalah salah satu
pengkotbah Kerygma yang luar biasa dan Lalaine adalah salah satu teman
baik isteri saya.

Tidakkah Anda perhatikan?

Akhir-akhir ini, para orang tua memberi minimal dua nama bagi bayi
mereka. Saya belum pernah menemukan seorang bayi dengan hanya satu nama. Tapi
setelah penantian panjang selama 9 tahun, Arun dan Lalaine bisa
memberi 9 nama bagi buah hati mereka, dan tak seorangpun komplain.

Ya, selama 9 tahun, mereka berdoa untuk memiliki seorang bayi.

Selama 9 tahun, mereka rindu sekali untuk mengisi rahim yang kosong.

Selama 9 tahun, mereka mengunjungi banyak dokter, diinjeksi, mengikuti
prosedur medis yang menghabiskan banyak biaya.

Dan tak satupun dari semua itu berhasil. Tak satupun!

Saya ingat saat-saat menyedihkan ketika isteri saya menelepon Lalaine
untuk menghiburnya. Apa yang harus ia katakan? Kata-kata apa yang
dapat mengatasi kesedihan yang sangat dalam itu? Yang terjadi, kedua
wanita itu akan menangis bersamaan di telepon.

Justru di saat mereka menyerah dan tidak lagi mengikuti prosedur medis
- Andrea Helene muncul dalam dunia mereka.

Waktu baru menunjukkan pukul enam pagi ketika Lalaine membangunkan
Arun. Ia memegang strip tes kehamilan mungil berwarna putih di depan
wajah Arun. Dengan air mata berlinang dan dengan suara gemetar, ia
berkata, "Sayang, ada dua garis biru... Itu artinya kamu adalah
seorang ayah..."

Mereka belum pernah melihat dua garis sebelumnya.

Selama 9 tahun, strip tes kehamilan mungil berwarna putih itu selalu
menunjukkan satu garis.

Dengan penuh kegembiraan, Arun bertanya pada isterinya, "Kamu yakin
kamu tidak menggambar garis kedua itu?"

Selama 9 tahun penantian itu, mereka menyeka banyak kali tetesan air
mata.

Namun pada hari yang menyenangkan itu, tawa mereka menghapus semua air
mata mereka.

Minggu lalu, saya menghadiri pembaptisan Helene.

Tapi itu bukan hanya sebuah pembaptisan.

Itu merupakan suatu perayaan iman.

Mukjizat itu masih terjadi.

Sebagaimana saya menulis kisah ini, saya tahu bahwa ada banyak orang
tua yang membaca ini yang sedang berdoa untuk memiliki seorang bayi.
Mungkin lebih dari 9 tahun.

Saya punya tiga hal untuk dikatakan pada Anda.

Pertama, jangan kehilangan harapan.

Sama sekali tak ada yang mustahil bagi Tuhan.

Kedua, lakukan yang Anda bisa.

Untuk beristirahat secara fisik, Prof. Arun berhenti dari pekerjaannya
sebagai pengajar di La Salle dan Dra. Lalaine mengurangi jam kerja
klinik giginya. Ia juga melakukan operasi untuk mengangkat myoma
dalam rahimnya.

Tapi pada akhirnya, mereka bersandar pada Tuhan.

Ketiga, biarkan Tuhan memberi kejutan bagi Anda.

Saya punya teman-teman lain yang selama bertahun-tahun berdoa bagi
anak-anak mereka.

Bagi beberapa mereka, Tuhan memberi mereka kejutan mukjizat adopsi.

Teman, adopsi adalah salah satu ekspresi cinta terbesar di seluruh
dunia. Saya serius. Bagaimana mungkin Anda menyambut seorang asing
dalam rumah Anda dan menjadikannya darah daging Anda? Hal ini
merupakan tindakan tidak masuk akal yang hanya dapat dilakukan oleh
Yang Maha Kuasa.

Tapi itulah sebabnya mengapa adopsi mempunyai sidik jari Tuhan di atas
semuanya.

Teman, Anda mungkin tidak berdoa untuk memiliki seorang bayi.

Mungkin Anda berdoa untuk kesembuhan.

Mungkin Anda meminta sebuah pekerjaan yang baru.

Mungkin Anda ingin berimigrasi ke negara lain.

Mungkin Anda ingin menikah.

Saya punya tiga kalimat yang sama bagi Anda.

Jangan menyerah.

Lakukan yang Anda bisa.

Dan biarkan Tuhan memberi kejutan bagi Anda.

Tugas Anda adalah menyambut mukjizat terbaikNya bagi hidup Anda
.


Semoga mimpi Anda menjadi kenyataan,
BO SANCHEZ


sumber:milis-bo-sanchez@googlegroups.com
www.bahasakasih.com

Sunday, May 11, 2008

www.InboxDollars.com

Saudara,.. beberapa hari terakhir saya memuat artikel-artikel motivasi yang kiranya berguna untuk memompa semangat kita semua untuk bekerja, berusaha dan berdoa agar mencapai hasil terbaik dalam mewujudkan cita-cita dan impian hidup kita.

Dalam salahsatu artikel Bo Sanchez yang saya muat terdahulu, dikatakan bahwa kalau memulai sesuatu yang baru, hendaknya kita mulai dari sesuatu (modal)yang kecil; karena kita masih baru dan belum berpengalaman, ada kemungkinan apa yang kita kerjakan mengalami kegagalan, namun karena kita memulainya dari sesuatu yang kecil maka kerugian yang kita derita tidak sampai mengganggu arus kas kita.

Dewasa ini di Internet banyak sekali penawaran-penawaran bisnis yang bisa dilakukan dari rumah atau istilahnya "home based business"; ada ratusan bahkan ribuan jenis pekerjaan dan juga ribuan Perusahaan yang bergerak dibidang ini. Ada yang menawarkan discount fee sampai 50% bahkan ada yang menawarkan free of charge alias gratis 100%untuk dapat menjadi members atau affiliate mereka. Salah satu yang ingin saya perkenalkan adalah www.inboxdollars.com yang menawarkan program "baca email" dapat dollar bahkan anda baru daftar saja sudah dibayar $5 !!

Kalau Bo Sanchez menganjurkan memulai sesuatu dari "modal kecil" kenapa kita tidak mencoba memulai sesuatu "dengan gratis"?? bahkan kalau ada yang langsung kasih dollar, menarik bukan?? Program yang ditawarkan sangat mudah, tinggal mengisi form pendaftaran dengan lengkap dan benar, dalam se-persekian detik kita sudah menjadi members dan $5 langsung di kredit kedalam account kita. sangat mudah dan tanpa resiko! lalu kalau ingin memperkenalkan kepada teman kita tinggal isi namanya dan alamat emailnya dan send, maka secara otomatis teman kita menerima email yang berisi pesan promosi-ajakan untuk berganbung, tanpa kita perlu menuliskan sendiri isi pesannya. praktis dan mudah. ingin mencoba? klik kotak inboxdollars yang ada disamping kiri layar komputer anda. jangan tunda-tunda sobat "masa depan anda" adalah "sekarang" bertindaklah!! 100% free!!

Wednesday, May 7, 2008

The Best Is Yet To Come!

Saudaraku,.. dalam artikel terdahulu saya memuat artikel mengenai Steve Jobs yang pernah dipecat dari Apple Inc, mungkin sebagian orang beranggapan bahwa menampilkan figur Steve Jobs terlalu tinggi 'mengawang-awang' karena dia seorang yang jenius dan tidak banyak dari antara kita yang mampu meniru apa yang dia lakukan. oke saya setuju, tapi yang dapat kita tiru adalah semangatnya, kecintaannya pada pekerjaannya.

Saudara,.. kali ini kembali saya memuat artikel dari Bo Sanchez, penulis dan motivator favorit saya. cerita dibawah ini saya harap lebih 'membumi' karena tokohnya adalah orang biasa, sama seperti anda dan saya. Saya sungguh yakin dan percaya semua dari kita pasti bisa menirunya, siapapun anda, apapun agama anda, kalau anda mau, anda pasti bisa melakukannya.



The Best Is Yet To Come!
Seorang Wanita Yang Suaminya Pengangguran Membagikan Kisah Penantiannya…

Saya ingin berbagi satu cerita yang indah dengan Anda. Saya bertemu Yane Pe Benito ketika saya memberi kotbah di perusahaannya. Yane adalah seorang wanita yang menyenangkan yang memiliki kisah yang mengagumkan untuk diceritakan, saya memutuskan untuk menceritakannya pada dunia.
Dua tahun lalu, suami Yane, Beni, tanpa peringatan, kehilangan pekerjaannya. Hal ini menyebabkan rasa sakit dua kali lipat karena pekerjaannya sebenarnya sangat menjanjikan. Selama 6 tahun, Beni sangat menikmati pekerjaannya di sebuah perusahaan distribusi multinasional untuk produk perawatan kulit. Namun karena perubahan struktur organisasi yang terjadi dalam perusahaan tersebut (yang sering terjadi di banyak perusahaan belakangan ini), ia di-PHK.
Yane memutuskan untuk memberitahu berita menyedihkan itu pada kedua anaknya yang masih kecil, Gabriel (6 tahun) dan Marga (4 tahun). Ia memilih dengan hati-hati kata-kata yang akan dipakai untuk menjelaskan hal tersebut. “Anak-anak, kita harus menjaga lebih baik barang-barang kita…dan tidak memboroskan uang kita karena…ayah tidak punya pekerjaan lagi.”
Gabriel kecil berkata, “Maksud ibu, ayah dipecat?” Yane terkejut mendengar kata-kata yang kasar tersebut. “Di mana kamu belajar tentang kata itu?!” Puteranya menjawab tanpa berbelit-belit, “Dari Peter Parker – Spiderman.”
Tapi ya, PHK hanya merupakan kata yang lebih baik dari “Keluar, kami tidak lagi membutuhkanmu di sini.” Kehilangan pekerjaan adalah selalu menyakitkan, sekalipun jika dibarengi dengan “pesangon”. Di satu sisi Yane bersyukur atas “rejeki nomplok” itu, tapi di sisi lain Yane kuatir, menebak-nebak berapa lama keluarga mereka akan hidup dengan bergantung pada pesangon itu.
Beberapa bulan pertama semua berjalan baik; Beni menerima rata-rata dua panggilan interview setiap minggu. Namun beberapa bulan menjadi setahun – dan terus berlanjut, panggilan interview semakin sedikit dan jarang.
Selama hampir dua tahun suaminya menganggur, Yane melalui kegelisahannya sendiri. Sebagai seorang ibu dari dua anak usia sekolah, ia melihat tabungan mereka yang semakin menipis. (Sebagai ukuran, ia pindah dari pekerjaan yang sudah ditekuninya selama 8 tahun, ke pekerjaan yang lebih tinggi bayarannya.)
Tapi di samping dana yang semakin berkurang, ia juga kuatir akan harga diri Beni. Bukan karena Beni tidak mencoba; namun kelihatannya memang tidak banyak kesempatan kerja bagi pria berumur dengan latar belakang dan pengalaman seperti yang dimiliki Beni. Sebenarnya ada dua pekerjaan yang ia terima, tapi keduanya hanya bertahan sebentar. Sebut saja sebuah konflik kepribadian atau ketidak-cocokan, tapi Beni tidak dapat melihat dirinya bekerja lama di sana. Dengan marah, Beni akan keluar lagi.
Dan pernikahan mereka pun mengalami kesulitan, karena sekarang Yanelah yang memberi penghasilan bagi keluarga. “Akankah ego suami saya bertahan selama ini?” ia terus dan terus bertanya pada dirinya sendiri. Semakin waktu berlalu, ia semakin dan semakin kuatir akan Beni.
Yane mulai bertanya pada Tuhan, “Tuhan, saya tidak mengerti apa lagi yang Engkau sedang ajarkan pada kami! Bagaimana lagi kami harus berdoa? Apa lagi yang harus kami doakan?”
Itulah saat ketika Yane menyadari bahwa doa mereka harus lebih spesifik.
Maka ia mengumpulkan kedua anaknya dan berkata, “Mari berdoa bagi ayah, agar ia dapat menemukan suatu pekerjaan yang baik dengan seorang atasan yang baik – seseorang yang seperti atasannya di perusahaan yang dulu.”
Dan itu menjadi doa spesifik keluarga tersebut. “Tuhan, tolong ayah untuk mendapatkan seorang atasan yang baik seperti atasannya dulu, dalam nama Yesus.”
Suatu hari, sekitar setahun lalu dari hari ini, Yane pulang dari kerja dan melihat kedua anak dan suaminya sedang berdempetan sambil membungkuk. “Ada apa ini?” tanyanya.
Ia mendengar anak-anaknya berbisik dengan gembiranya, “Tunjukkan pada ibu sekarang!”
Beni menyodorkan sebuah amplop coklat padanya.
Yane pikir itu adalah sesuatu dari sekolah anak-anak.
Tapi bukan. Dengan perlahan ia menarik keluar secarik kertas dari amplop itu, ia membaca nama perusahaan…kemudian jabatan suaminya…dan gajinya… Sampai di sini, ia mengangguk puas.
Namun ketika ia sampai ke bagian bawah kertas tersebut, ia kaget setengah mati. Karena ada sebuah tanda tangan. Tanda tangan milik atasan favorit Beni!
Diiringin tatapan heran anak-anaknya, Yane mulai menangis dan tertawa pada saat yang bersamaan. Ia sangat sulit untuk mempercayai ini! Seperti seorang anak, ia melompat-lompat kesenangan, dan disambut gembira oleh kedua anaknya yang ikut melompat dan tertawa bersamanya.
Gabriel bertanya pada ibunya, “Ibu, mengapa engkau menangis dan tertawa pada saat yang bersamaan?”
Yane melihat kesempatan bagus untuk menjelaskan, “Ibu menangis karena ibu begitu bahagia. Ingatkah bagaimana kamu berdoa untuk seorang atasan yang baik bagi ayah? Lihatlah nama ini,” ia menunjuk kertas yang masih ia pegang. “Kita hanya meminta seorang atasan yang seperti atasan ayah yang dulu. Tapi, Tuhan memberi ayah seorang atasan yang persis sama! Ia menjawab doa-doa kita!”
Saat itulah Gabriel mulai menangis.
“Mengapa kamu menangis?” tanya Yane.
“Karena aku juga sangat bahagia,” kata anak laki kecil itu, dan seluruh keluarga saling berpelukan.
Ketika Yane menceritakan kisah ini, saya tahu saya harus berbagi cerita ini dengan Anda.
Karena semua kita melalui banyak kesulitan dan kehilangan.
Kita kehilangan pekerjaan kita, kita kehilangan orang-orang yang kita kasihi, kita kehilangan uang kita, kita kehilangan sahabat-sahabat kita… Dan seringkali, kita menanti dan menanti agar rasa sakit ini hilang, agar rasa kehilangan ini menjadi sembuh. Kadang-kadang, kita menanti selama waktu yang panjang. (Yane dan Beni harus menunggu selama dua tahun.)
Namun pada akhirnya, saya percaya kalau Tuhan telah menyiapkan berkat terbaik bagi Anda.
Berimanlah. Percaya. Yang terbaik akan datang!

Sahabatmu,
Bo Sanchez

Sumber :http://groups.google.co.id/group/milis-bo-sanchez/web/the-best-is-yet-to-come