Download GRATIS PDF dan 3 Video Kaya dari Properti TANPA MODAL

Wednesday, November 19, 2008

Yes, We Can


Sobat...... ijinkan saya bertanya, buat anda berapa besar nilai uang Rp 200.000,-- ?? mungkin anda katakan "besar", yang lain lagi katakan "kecil" .. yeah semuanya benar, besar atau kecil akan sangat tergantung pada penilaian masing-masing. Saya pribadi katakan 200 ribu saat ini sangat besar nilainya mengingat situasi keuangan saya saat ini memang sedang morat-marit. Artinya uang 200 ribu ditangan saya harus digunakan dengan extra hati-hati. Saya mulai berpikir uang ini akan saya apakan? serahkan ke nyonya? lalu beliau mulai membuat daftar belanja kebutuhan dapur,.. dan bisa anda bayangkan uang itu akan berakhir dimana? harap anda tahu istri saya pintar masak dan beliau senang sekali memasak masakan favorit saya, tidak heran tubuh saya semakin tumbuh kesamping.. he..he.he..

Ok kalau gitu saya tidak akan berikan uang ini ke sang nyonya. Uang ini harus saya investasikan! wow investasi??!! dengan 200 ribu bisa investasi apa? ayo putar otak dong! keputusan sudah bulat; saya harus bisa investasi dengan modal 200 ribu. kalau bisa bidang investasinya harus keren, harus bisa menghasikan uang dengan cepat (ingat ini uang terakhir yang tersisa), dan bisnisnya harus menghasilkan uang terus menerus-longlife business. Anda pasti mengira saya gila! mana mungkin ciptakan bisnis seperti itu dengan modal 200 ribu? tidak kawan.. saya tidak gila, saya masih 100% waras.. sueer! Lima hari lalu saya memulai bisnis bermodal 200 ribu; hari ini rekening bank saya sudah mulai (ya ini baru permulaan) dialiri uang. Yes! We Can. itu slogannya Barack Obama saat kampanye pilpres Amrik. mau tahu bagaimana caranya? ikuti terus tulisan ini kawan.

Ceritanya begini,.. Sabtu 15 Nopember 2008 saya bulatkan tekad untuk mengikuti program Reseller-nya bung Joko Susilo di http://www.formulabisnis.com/?id=eramas saya pilih program ini karena beberapa alasan yakni modal kecil tapi prospek sangat menjanjikan. Selain itu dengan mengikuti program reseller saya akan mendapat website replika sehingga saya tidak perlu pusing untuk membuat website sendiri yang membutuhkan usaha sangat keras, apalagi saya memang buta samasekali mengenai bahasa pemrograman. lebih baik jadi reseller saja, hanya dengan beberapa kali klik saya sudah bisa punya replika website dan bisnis sendiri. begitu mudah, begitu instan. Lalu saya mulai mengikuti semua panduan sederhana yang diajarkan Bung Joko, dan benar saja.. bukan sulap bukan sihir! hari ini Rabu 19 Nopemaber 2008 (baru 5 hari) rekening saya sudah mulai dialiri uang. Memang baru satu orang yang melaksanakan transfer (100 ribu), tapi itu sudah lebih dari cukup bagi saya untuk menyuntik semangat kerja saya untuk terus menerapkan ilmu dan kiat-kiat yang diajarkan oleh bung Joko agar bisnis saya semakin besar. saya sangat optimis awal yang baik ini akan membuahkan hasil yang luar biasa dalam waktu yang tidak terlalu lama.

Sobat.. sekarang saya sudah punya bisnis internet (keren khan?). Saya yakinkan anda untuk segera ambil tindakan, sekarang juga klik http://www.formulabisnis.com/?id=eramas karena jika anda terlambat maka pesaing anda yang lebih dulu menjadi pemenang. Keunggulan internet antaralain; bisnis anda akan online 24 jam sehari, 7 hari seminggu, bahkan saat anda berlibur atau tidur sekalipun, website anda akan selalu bekerja mencarikan uang untuk anda. Website anda akan bertugas menjadi Tenaga salesman, customer service, memproses order sekaligus tenaga pengiriman kepada customer anda. semuanya berjalan otomatis hanya dalam hitungan detik.

Kalau begitu apa tugas anda? tidak banyak sobat, dan yang paling saya (dan pasti anda juga) sukai adalah bagian yang satu ini; mengecheck rekening bank!!

Sobat.. saya sudah membuktikannya sekarang giliran anda

Sampai jumpa dipuncak sukses

Semoga impian anda menjadi kenyataan

Kata Barack Obama "Yes! We Can"

Thursday, November 6, 2008

BARACK OBAMA


4 Nopember 2008 Amerika mencatat sejarah baru; Barack Obama terpilih menjadi President Amerika, ia adalah orang kulit hitam pertama yang menjadi President (ke-44) Amerika Serikat. sebenarnya lebih tepat dibilang ras campuran karena hanya Bapaknya (kelahiran Kenya-Afrika) yang berkulit hitam sedangkan Ibunya (Hawaii) berkulit putih. Tapi dari penampilannya orang akan segera mengatakan bahwa Obama adalah orang kulit hitam. Tanpa bermaksud mau membeda-bedakan Suku-Agama-Ras-antar golongan, terpilihnya Obama menjadi President Amerika sungguh suatu hal yang sangat istimewa dan sangat luar biasa. Obama bisa mewakili golongan manapun, ia bisa kita sebut mewakili golongan minoritas, golongan orang miskin, imigran, tetapi bisa juga kita sebut bahwa dia mewakili kaum intelektual dan terpelajar. Saya secara pribadi menilai Obama sebagai sosok yang rendah hati, jujur, pemberani, solider, memiliki integritas dan kemauan yang sangat keras. Dalam beberapa kasus kita bisa melihat perwujudan dari sikap-sikap tersebut, misalnya ketika mengetahui Hillary Rodham Clinton saingan utamanya dari partai Democrat terjerat hutang kampanye yang sangat besar, Obama menyerukan kepada team kampanyenya untuk ikut membantu mengumpulkan dana untuk meringankan beban hutang Hillary tsb. Obama mengajarkan kepada kita nilai-nilai positif bahwa persaingan tidak serta merta menghilangkan sikap solider. Integritas seorang Obama juga bisa kita lihat ketika seorang Pendeta sebuah Gereja dimana biasanya Obama berjemaat - dengan vocal mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang menyerang kubu Hillary, Obama dengan rendah hati minta maaf kepada Hillary - dan ketika sang Pendeta ternyata semakin vocal dan terang-terangan menyerang pihak Hillary ( sang Pendeta maksudnya mendukung Obama); Obama malah keluar dari keanggotaannya di Gereja tsb. Kita bisa melihat bahwa dalam usahanya memenangkan persaingan dengan Hillary, Obama memilih cara-cara yang terpuji, jujur, smart, brilian.

Melalui proses kampanye yang panjang dan melelahkan, dengan penuh percaya diri namun tetap simpatik, Obama melangkah maju menghadapi John McCain dalam pilpres yang konon merupakan Pemilu termahal. Pemilu kali ini juga merupakan pemilu yang amat bersejarah; jika John McCain keluar sebagai pemenang maka ia akan dicatat dalam sejarah sebagai President tertua (72 thn) dan jika Obama yang terpilih maka sejarah mencatat bahwa dia adalah President kulit hitam yang pertama. Dan kita semua tahu nama siapa yang tercatat dalam sejarah; ya Barack Hussein Obama!! Kemenangan Obama tidak saja dirayakan oleh warga kulit hitam (Imigran) dan penduduk asli Amerika, tetapi juga warga Afrika khususnya Kenya, bahkan Indonesia- dimana Obama pernah bermukim semasa kecilnya. Kemenangan Obama disambut dengan sukacita dimana-mana, di Gereja-gereja, bar-bar di Amerika, dijalan-jalan di Afrika,bahkan anak-anak sekolah Dasar di Menteng Jakarta ikut bersorak gembira ketika menyaksikan perhitungan suara dilayar TV, semua kalangan bersukacita, semua bergembira.

Kemenangan Obama membuktikan kepada kita bahwa siapapun dia, apapun latar belakangnya, dari Ras dan golongan apapun - termasuk golongan minoritas, jika kita mempunyai integritas, kemampuan, kemauan yang keras, kejujuran serta punya keberanian untuk memperjuangkannya, kita pasti bisa meraihnya. keberhasilan, kesuksesan, kemenangan adalah milik siapa saja, tinggal apakah kita mau memperjuangkannya?

Sobat, mari perjuangkan cita-cita dan impian anda,

Barack Obama telah membuktikannya!!

Saya pinjam kata-katanya BO Sanchez "Semoga impian anda menjadi kenyataan"

Tuesday, October 21, 2008

How A Taxi Driver Became A Bank President

BAGAIMANA SEORANG SUPIR TAKSI
MENJADI SEORANG DIREKTUR BANK


Semua dimulai ketika penerbangan saya ke Cebu tertunda selama 5 jam.


Ketika para penumpang lain di sekeliling saya bersikap seperti gunung
berapi yang siap meletus, mengutuki bencana yang menimpa kami – saya
tersenyum dan menutup mata. Kontan, saya merasa damai. Saya
berbisik, “Tuhan, Engkau punya sebuah kejutan istimewa bagi saya.”

Dan dalam beberapa menit, saya mendapatkan hadiah saya.

Kejutan istimewa itu adalah Ray, seorang pria yang memberkati saya
dengan hidupnya. Ia juga memberi saya ide-ide kunci bisnis yang akan
melipat-gandakan penghasilan saya.

Ia menyapa saya dengan jabatan tangan yang kuat dan sebuah senyuman
bersahabat. “Saya menonton Anda di TV,” katanya, “dan saya meng-sms
keluarga dan teman-teman saya untuk menonton Anda.”

Seperti saya, penerbangan Ray ke Mindanao juga tertunda selama 8
jam. (Semua penerbangan hari itu mengalami keterlambatan. Bandara
terlihat seperti sebuah kamp penampungan dengan orang-orang duduk di
lantai dan kerumunan yang mengemis makanan dari staf maskapai
penerbangan.)

Saya tidak tahu kenapa, tapi saya merasakan suatu koneksi dengan pria
di depan saya ini.

Belakangan, saya baru tahu alasannya.

Sembari duduk di sebuah kafe dan memesan kopi, Ray menceritakan pada
saya kisah hidupnya. Saya begitu terperangah oleh pengalamannya,
hingga melupakan kopi saya sama sekali.

“Saya ikut Sekolah Alkitab dan menjadi seorang pendeta,” katanya.
“Saya merintis sebuah gereja kecil.” Tapi setelah menjadi seorang
pendeta selama 3 tahun, tragedi menimpa. Isterinya mengalami
keguguran dan kehilangan seorang bayi laki-laki. Cobaan ini membuat
Ray lebih berpikir tentang keluarganya.

“Menjadi seorang pendeta sangat kesepian,” jelasnya. “Semua masalah
domba-domba saya adalah masalah saya. Tapi semua masalah saya adalah
hanya milik saya! Maka saya meminta umat saya untuk menggembalakan
pendeta mereka juga.” Secara perlahan, ia mendelegasikan tugasnya
kepada jemaatnya karena ia merasakan suatu kebutuhan untuk berfokus
pada keluarganya – khususnya kebutuhan finansial mereka.

Selama 6 tahun ia bergabung dan bekerja di suatu perusahaan besar
sebagai Regional Manager untuk seluruh Mindanao (daerah Selatan
Filipin). Ia mempunyai penghasilan 50.000 Peso sebulan (sekitar US$
1.000), sejumlah angka yang besar ketika itu. Namun pada akhirnya, ia
tetap tidak punya uang. Sebenarnya, ia berhutang hingga sejumlah 1,2
juta Peso (sekitar US$26.000) – termasuk suatu jaminan penahanan.

Untuk bertahan dan memberi makan anak-anaknya, ia yang dulunya
Regional Manager menjadi seorang Supir Taksi. Sungguh suatu
pengalaman yang membuat kita belajar untuk menjadi sangat rendah
hati. Tapi ia memetik suatu pelajaran penting yang akan mengubah
hidupnya selamanya.

Sekarang Ray hanya berpenghasilan 350 Peso sehari – sangat jauh dari
penghasilannya sebelumnya. Tapi di sinilah ia belajar bagaimana
mengatur uangnya.

Di sinilah ia belajar bagaimana untuk hidup dengan keinginan-
keinginannya.

Di sinilah ia belajar bagaimana menabung.

Ray berkata, “Orang-orang senang mengatur sesuatu yang mereka tidak
miliki. Itulah sebabnya mereka miskin. Dengan meminjam barang-barang
yang tidak sanggup mereka beli. Selama tahun itu sebagai seorang
Supir Taksi, saya belajar mengatur apa yang saya miliki. Dan saya
sebenarnya lebih baik berpenghasilan 350 Peso sehari daripada 50.000
Peso sebulan! Karena sekarang, saya belajar untuk mengatur uang
saya.”

Setelah setahun menjadi seorang Supir Taksi, ia meminjam uang
secukupnya untuk membeli sejumlah taksi dan menjadi seorang Operator
Taksi. Tapi itu hanyalah sebuah langkah transisi untuk belajar
bagaimana menjalankan sebuah bisnis. Tujuannya sebenarnya adalah
untuk berada dalam bisnis “uang”.

Ray ingin memiliki sebuah bank.

Maka langkah pertamanya adalah bekerja di sebuah Bank Daerah – tanpa
meminta gaji. Ia hanya ingin belajar. Dan 3 tahun kemudian, ketika
ia sudah cukup belajar, Ray membangun Bank Daerah miliknya sendiri.

Sekarang, Bank Daerahnya semakin kuat. Sejauh ini, setelah 7 tahun,
banknya telah memberi pinjaman mikro kepada lebih dari seribu orang di
kotanya, menyediakan modal untuk usaha kecil mereka. Dan dengan 97%
efisiensi pembayaran kembali! Karena hal ini, banknya telah mengubah
hidup kaum miskin. Ia mengajar mereka kebiasaan menabung,
menginvestasi, dan berbisnis.

Ray menjelaskan, “Saya bertanya pada orang-orang, ‘Apakah Anda mau
menjadi makmur? Apa yang Anda miliki? Anda mungkin tidak punya
uang. Tapi Anda punya waktu. Tidak hanya waktu, tapi waktu untuk
belajar. Maka gunakan itu! Bergabunglah dengan sebuah perusahaan
asuransi dan menjadi seorang agen. Atau bergabunglah dengan sebuah
perusahaan dan menjual produk mereka. Yang terpenting adalah belajar
– dan dari situ, kembangkan. Jangan mencari pekerjaan untuk
menghasilkan uang. Cari pekerjaan untuk belajar! Dan jangan memulai
sebuah usaha untuk menghasilkan uang. Berkecimpunglah dalam sebuah
bisnis untuk belajar! Uang akan mengikuti.”

Ia melanjutkan, “Beberapa orang memulai sebuah bisnis dan ingin
langsung menghasilkan. Tapi hal itu tidak bijaksana. Memulai sebuah
bisnis seperti sebuah ketapel. Anda harus menarik ke belakang. Hal
itu berarti membersihkan jalan. Ambil waktu menarik ke belakang.
Karena ketika waktunya untuk melepaskan, Anda akan terkejut bahwa
bisnis Anda akan dengan cepat mencapai target.”

Ray adalah seorang Pengusaha Berseri. Di belakang kartu namanya
terlihat daftar bisnisnya yang lain: sebuah perusahaan konstruksi,
sebuah perusahaan manajemen properti, salon, restoran – plus beberapa
lagi.

“Saya tidak pernah mengatur bisnis saya,” katanya, “Saya
mempercayakannya pada orang-orang yang dapat melakukannya dengan lebih
baik. Saya menjadikan mereka bagian dalam kepemilikan. Itulah
sebabnya saya dapat memiliki banyak bisnis.”

Sembari mendengarkan Ray berbicara, saya merasa seperti mendengarkan
kotbah saya.

Kami berdua memiliki kepercayaan yang sama tentang uang.

Kami berdua Pengkotbah yang membahas kebutuhan-kebutuhan praktis
orang-orang.

Kami berdua Pengusaha Berseri.

Dan kami berdua berjuang melawan kemiskinan dengan mengajarkan tiga
hal pada orang-orang Filipin: (1) sebuah spiritualitas praktis, (2)
suatu pola pikir finansial yang lebih positif, dan (3) kemampuan
finansial.

Oh, satu hal terakhir: Kami berdua mencintai keluarga kami.

Di bandara, saya bertemu isteri tercinta Ray dan putri mereka yang
cantik.

Saya merasakan kebahagiaan dalam keluarganya. Menyegarkan rasanya.

Hari itu, bencana saya berubah menjadi sebuah berkat yang kaya.

Tidak hanya bagi saya, tapi bagi setiap orang yang sedang membaca
blog ini sekarang.

Berbicara dengan Ray membuat saya lebih sadar dari sebelumnya bahwa
kita tidak pernah boleh mengatakan pada diri sendiri, “Saya mengalami
kemacetan dan tidak dapat bergerak. Hidup saya tidak akan berubah.”

Teruslah bermimpi, teman.

Tuhan punya sebuah rencana yang luar biasa bagi hidup Anda.

Kejarlah itu dengan penuh semangat.



Semoga impian Anda menjadi kenyataan,

Bo Sanchez





--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
di posting tanpa di-edit
Sumber "Milis Bo Sanchez" Google Groups.