BAGAIMANA ANDA DAPAT
MENUAI LEBIH BANYAK BERKAT
Anda tahu berapa usia saya?
Ini kuncinya: Monitor komputer pertama saya bukanlah hitam putih.
Tapi hijau.
Dan satu-satunya game komputer paling populer di jaman saya?
Pacman. Satu karakter bulat berwarna hijau dengan sebuah mulut yang
besar yang memakan segala sesuatu yang dilihatnya. Seperti para
politikus rakus Filipina.
Jika kamus Anda diterbitkan sebelum 1980, buang saja. Terima kasih
komputer, perbendaharaan kata Inggris telah berubah dengan sangat
radikal.
Saat saya muda, ‘mouse’ adalah seekor hewan pengerat.
‘Mouse pad’ adalah rumah seekor hewan pengerat.
‘Virus’ yang menyebabkan flu.
‘Bug’ adalah seekor serangga.
‘Hard drive’ adalah suatu perjalanan yang sulit.
‘Apple’ adalah nama buah.
Dan ‘window’ adalah lubang bujur sangkar di dinding.
Teman saya (yang namanya tidak akan saya bocorkan karena hal itu akan
berbahaya bagi kesehatan saya) sangat gaptek ketika sudah
bersinggungan dengan komputer. Ia menolak untuk belajar. Suatu hari,
bosnya masuk ke ruangannya dan berkata, “Saya perlu Windows baru untuk
kantor.” Yang ia maksudkan adalah Operating System komputer, tapi
teman ini tidak mengerti apa yang sedang dibicarakan bosnya. Maka ia
menjawab, “Keren! Desain interior adalah keahlian saya.”
Apakah Operating System? Itu merupakan suatu sistem yang
mengoperasikan komputer. (Ya ampun, saya pintar.) Oke, saya akan
mencobanya sekali lagi. Operating System adalah sebagian besar
program dasar komputer Anda. Berbagai aplikasi Anda – Word, Excel,
dan Powerpoint – bertengger di atas Operating System atau OS.
Mengapa saya memberi Anda sebuah pelajaran tentang komputer?
Untuk membuat suatu pengumuman yang sangat penting.
Teman-teman, saya baru saja menemukan Operating System dari alam
semesta.
HAL ITU MENJAWAB SEMUA MISTERI
Bagaimana saya sampai pada penemuan ini?
Saya suka banyak bertanya.
Saya selalu bertanya-tanya mengapa beberapa orang berhasil dan
beberapa lainnya gagal. Saya bertanya-tanya mengapa beberapa orang
bahagia dan lainnya tidak bahagia. Saya bertanya-tanya mengapa
beberapa orang memiliki keluarga yang penuh cinta dan lainnya keluarga
yang berantakan.
Apa yang menentukan keberhasilan dan kegagalan?
Sekarang saya sampai pada kesimpulan bahwa tergantung bagaimana kita
berelasi dengan OS dari alam semesta.
Operating System dari alam semesta adalah Hukum yang mengatur semua
kenyataan. Keberhasilan dan kegagalan bergantung pada Hukum yang satu
ini. Mengikuti Hukum dan Anda akan berhasil. Mengacuhkan Hukum dan
Anda akan gagal.
Jadi apakah OS dari alam semesta?
KEBERUNTUNGAN
Beberapa orang berpikir keberuntungan adalah OS dari alam semesta.
Jika hal-hal baik terjadi pada Anda, Anda beruntung.
Jika hal-hal buruk terjadi pada Anda, Anda tidak beruntung.
Maka untuk menjadi berhasil, hanya karena beruntung!
Saya ingat seorang suami yang mengatakan pada isterinya, “Sayang,
ketika aku menghadapi sebuah cobaan besar, engkau ada di sisiku.
Ketika aku kehilangan pekerjaan saya, engkau ada di sisiku. Ketika
aku sakit, engkau ada di sisiku. Ketika aku kehilangan semua milikku,
engkau ada di sisiku…” Isterinya hampir menangis, begitu tersentuh
oleh kata-katanya. Dan kemudian ia berkata, “Saya baru sadar kalau
engkau membawa kesialan bagiku.”
Orang yang percaya bahwa keberuntungan adalah OS dari alam semesta
akan memakai jimat. Mereka juga akan mengikuti ramalan bintang
mereka, menggantung kaca di rumah mereka, dan membunuh seekor kelinci
dan membawa kakinya ke manapun. (Saya dapat meyakinkan Anda bahwa
kelinci itu tidak beruntung sama sekali.)
Keberuntungan mengatakan bahwa hidup Anda bergantung pada susunan
bintang-bintang.
Seorang teman dan saya akan pergi makan siang suatu hari. Tapi pagi
harinya, ia menelepon dan berkata, “Saya tidak dapat bertemu denganmu
hari ini, Bo.”
“Mengapa?”
Ia berkata, “Ramalan bintangku mengatakan saya tidak dapat keluar
rumah. Katanya saya akan mendapat kecelakaan hari ini.”
“Saya punya usul,” kata saya. “Beli majalah lain dimana ramalan
bintangmu mengatakan engkau dapat keluar rumah!”
Saya tidak suka hidup saya dikendalikan oleh bintang-bintang. Karena
itu berarti hidup saya betul-betul di luar kendali saya.
Karena terakhir kali saya memeriksa, tampaknya saya tidak dapat
mengendalikan bintang-bintang itu. Mereka bermil-mil jauhnya dan
mereka juga lebih besar dari saya. Ya Tuhan, saya bahkan tidak dapat
mengendalikan anak-anak saya yang hanya beberapa meter dari saya – dan
jauh lebih kecil dari saya!
Saya menambahkan, “Kamu seharusnya tidak percaya takhyul.”
“Mengapa?” tanyanya.
“Itu membawa sial.”
TUHAN
Beberapa percaya bahwa Operating System seluruh alam semesta adalah
seorang Tuhan yang plin-plan, egois, tidak dewasa, dan gelisah.
Mereka tidak menyebutnya dengan deskripsi itu, tapi itulah Tuhan
mereka. Ia adalah satu Pribadi Ilahi yang duduk di tahta, mencari
orang-orang untuk diberi hadiah karena mereka memujanya – atau mencari
orang-orang untuk dihukum karena mereka melupakannya.
Maka untuk menjadi berhasil dalam hidup, yang harus Anda lakukan
adalah membuat Tuhan yang plin-plan ini gembira. Jangan membuatnya
marah. Dan mungkin, Ia akan melempar beberapa hadiah pada Anda.
Pliiissssssss.
Itu bukan Tuhan saya. Itu lebih terdengar seperti Tuhan Gunung Berapi
dalam film Kingkong. Setiap kali gunung berapi itu bergemuruh dan
memuntahkan lebih banyak asap dari biasanya, orang-orang primitif ini
membayangkan tuhan mereka sedang marah. Untuk menenangkannya, mereka
akan memilih seorang pria miskin di antara mereka, mengikatnya, dan
membuangnya lewat mulut yang mendidih dari tuhan gunung berapi mereka,
berharap bahwa korban manusia ini akan membayar dosa-dosa mereka.
Mengapa Anda mau menyembah Tuhan yang kejam seperti ini?
Jika OS dari alam semesta bukanlah keberuntungan atau seorang Tuhan
yang egois, jadi apa?
UNTUK MENJADI BERHASIL,
IKUTI OPERATING SYSTEM
Teman, saya tidak percaya pada keberuntungan.
Saya percaya akan berkat.
Keberuntungan berdasarkan kesempatan.
Berkat adalah 100% pasti!
Apa yang orang definisikan sebagai keberuntungan, saya definisikan
sebagai menjadi siap untuk diberkati.
Kepercayaan saya sangat sederhana: Ketika jiwa siap, berkat akan
muncul.
Apakah Anda siap untuk kebenaran? Sekarang juga, Anda sedang berenang
dalam sebuah lautan berkat. Anda tidak melihat lautan ini, tapi ia
ada di sekeliling Anda.
Jika Anda kekurangan berkat, hal itu berarti Anda kurang kesiapan
untuk menerima berkat-berkat. Tak ada kekurangan berkat. Hanya ada
suatu kekurangan dari kesiapan Anda.
Kuncinya? Bersiaplah.
Bagaimana? Dengan menanam benih.
Saya akan beritahukan pada Anda sekarang tentang Operating System dari
alam semesta.
Teman, Operating System dari alam semesta adalah Hukum Tuaian.
Inilah yang memerintah dunia.
Dan inilah yang memerintah hidup Anda.
Hukum Tuaian menyatakan:
Apa yang Anda tanam, Anda tuai. Apa tidak Anda tanam, tidak Anda
tuai. Semakin banyak Anda menanam, semakin banyak Anda menuai.
Semakin sedikit Anda menanam, semakin sedikit Anda menuai.
Jika Anda menanam mangga, Anda mendapat mangga.
Jika Anda menanam pisang, Anda mendapat pisang.
Dan jika Anda menanam cinta, Anda menuai cinta.
Jika Anda menanam kebencian, Anda menuai kebencian juga.
PERCOBAAN
Cobalah ini besok.
Pasanglah sebuah senyum permanen di wajah Anda dan sapalah setiap
orang yang Anda temui. Tersenyumlah pada orang-orang yang berpapasan
di jalan. Berikan sebuah salam manis “Selamat Pagi!” pada petugas
keamanan, petugas kebersihan, dan kurir di kantor. Dan berikan
pelukan kepada staf di kantor Anda.
Meskipun beberapa akan bertanya-tanya kalau-kalau Anda telah menghirup
shabu sebagai sarapan pagi, saya dapat memastikan pada Anda bahwa Anda
akan menerima lebih banyak senyuman daripada yang pernah Anda terima
sebelumnya.
Begitulah cara alam semesta bekerja.
Buatlah sebuah keputusan sekarang untuk menanam hari ini apa yang Anda
ingin tuai esok hari. Atau minggu depan. Atau bulan depan. Atau
tahun depan. Atau 10 tahun dari sekarang.
Apakah Anda ingin lebih banyak sukacita?
Berikan sukacita pada orang lain. Hadapi. Orang yang paling bahagia
di dunia adalah mereka yang menanam paling banyak benih kebahagiaan
pada orang lain.
Saya dapat berbagi dengan Anda sebuah contoh dalam hidup saya…
MENGAPA SAYA BEGITU DIBERKATI DENGAN SEBUAH KELUARGA YANG PENUH CINTA?
Saya mendapat sebuah kehidupan keluarga yang luar biasa.
Mengapa? Karena selama sepuluh tahun hingga sekarang, saya telah
menanam benih cinta dalam keluarga saya. Saya meluangkan waktu dengan
anak-anak laki saya. Saya bermain bersama mereka setiap hari.
Sebenarnya, mereka tahu peraturan saya bahwa kapanpun, rumah kantor
saya selalu terbuka bagi mereka jika mereka ingin bermain bersama
ayah.
Setiap hari, saya bersepeda dengan Francis. Setiap minggu, saya
sarapan pagi berdua dengan Benedict. Setiap minggu, saya berkencan
dengan isteri saya. Sebenarnya, minggu lalu, meskipun saya pergi ke
Davao dan Cebu selama beberapa hari, saya masih tetap dapat melakukan
dua kencan romantis dengan isteri saya. (Saya tidak pernah merasa
cukup dengannya.)
Saya telah menanam semua benih cinta ini, dan sekarang saya menuai!
Jika Anda ingin menuai cinta, Anda harus menanam benih cinta.
Omong-omong, apakah Anda ingin lebih banyak uang?
BAGAIMANA MENUAI LEBIH BANYAK UANG
Jika Anda ingin lebih banyak uang, tanam nilai.
Ingat: Uang bukan apa-apa selain sebuah lambang nilai. Maka cara
paling pasti untuk meningkatkan pendapatan Anda adalah dengan
meningkatkan nilai Anda – dan beri nilai tersebut pada orang lain.
Sahabat saya memiliki sebuah rantai restoran di Metro Manila yang
bernama Trinity.
Kunjungi mereka di Mall of Asia dan Anda akan lihat bahwa mereka
selalu penuh. Bagaimana bisa? Mari. Coba makanan mereka. Saya
merekomendasikan Sinigang sa Miso (ikan bandeng masak miso). Tapi
sebelum masuk, tulis nama Anda di sebuah kartu kecil dan taruhlah
dalam saku Anda. Karena begitu Anda mulai menghirup sup itu, saya
jamin kalau itu sangat enak hingga Anda akan melupakan nama Anda.
Makanya, itu kegunaan kartu dalam saku Anda. Teman saya memberi Anda
nilai yang sulit dipercaya.
Seorang teman saya yang lain memiliki Klinik USG In My Womb.
Mereka juga menjadi makmur karena mereka ingin melayani para
pelanggan.
Pertama, mereka mengambil USG dari rumah sakit dan membawanya ke mal.
Wanita hamil tidak suka ke rumah sakit untuk melakukan USG mereka.
Karena mereka tidak sakit dan tidak ingin berada di sekeliling orang
sakit. Kedua, klinik tersebut sungguh sebuah tempat yang
menyenangkan, dipenuhi keramahan dan suasana kekeluargaan, serta
menarik. Sementara seorang dokter sedang melakukan USG bagi Anda,
keluarga Anda dapat menyaksikan video USG bayi Anda karena mereka
menaruh sebuah TV layar lebar di dinding. ketiga, hanya dokter
kandungan yang menangani setiap wanita hamil – bukan staf atau asisten
mereka. Itu berarti Anda mendapat penjelasan USG Anda sebagaimana
mestinya.
Apakah sekarang Anda mengerti? Orang terkaya (minus Mafia Narkoba,
dll) adalah seorang yang dapat memberi nilai terbanyak kepada sejumlah
besar orang.
Setiap orang yang mempunyai banyak uang tapi tidak mempunyai banyak
nilai akan segera kehilangan semua uangnya. Lihatlah para pemenang
lotere. Berdasarkan US Certified Financial Planner Board of
Standards, Inc, hampir sepertiga pemenang lotere bangkrut dalam waktu
lima tahun sejak kemenangan mereka. Hanya lima tahun dan semua
uangnya terbang. Mengapa? Karena uang melambangkan nilai, dan jika
tak ada nilai di balik lambang itu, ia tidak akan bertahan.
Saya akan tutup dengan satu cerita terakhir.
APA YANG ANDA BERI, ANDA TERIMA
Di Sagada, kami mengunjungi Lembah Echo.
Berdiri di tepi jurang, saya mengatakan pada anak laki saya yang
berusia 4 tahun, “Oke, teriakkan ‘I love you’ sekeras mungkin!” Maka
Francis berteriak, “I love youuuuuu!”
Sungguh menyenangkan melihat kejutan di wajahnya ketika ia mendengar
gema suaranya yang bernada tinggi… “I love you, I love you, I love
you…”
Menjadi perusak kesenangan orang lain, saya mengajaknya ke pinggir dan
memberinya pelajaran 2 menit tentang kehidupan. “Francis,” saya
berkata, “Hidup bekerja dengan cara yang sama. Seluruh alam semesta
adalah sebuah Lembah Echo raksasa. Apa yang engkau berikan pada
hidup, engkau akan menerimanya kembali beratus kali lipat. Bayangkan
jika engkau berkata ‘saya benci kamu’. Engkau akan mendengar, ‘saya
benci kamu, saya benci kamu, saya benci kamu…’ Kebencian akan kembali
padamu berkali-kali juga. Ingat: Apapun yang engkau beri pada alam
semesta, engkau akan menerimanya berlipat ganda.”
“Oke Ayah,” ia mengangguk, “Alam semesta adalah Lembah Echo raksasa.”
Tentu saja, itu adalah caranya yang sopan untuk segera menyingkir dari
saya.
Sebagaimana saya menyaksikan anak saya berteriak ‘I love you’ lagi
pada alam semesta – dan menerimanya kembali – saya menyadari betapa
sederhana Tuhan menciptakan dunia ini.
Teman, apa yang Anda ingin tuai di masa depan Anda?
Tanamlah hari ini.
Semoga impian Anda menjadi kenyataan,
Bo Sanchez
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Sumber "Milis Bo Sanchez" dari Grup Google.
Monday, June 29, 2009
Monday, May 25, 2009
APAKAH ANDA BERHARAP DIBERKATI?
APAKAH ANDA BERHARAP DIBERKATI?
Katakan jika saya benar.
90% dari hal-hal yang sangat Anda kuatirkan saat sepuluh tahun lalu,
sekarang Anda tertawakan. Saya benar?
Apa yang menjadi kekuatiran Anda kira-kira sepuluh tahun lalu?
• Anda kuatir akan tugas-tugas sekolah dan ujian-ujian.
• Anda kuatir jangan-jangan teman sekelas akan menertawai model
rambut Anda. Hari ini, Anda tertawa atas model rambut setiap orang.
• Anda kuatir kalau pacar Anda akan melirik yang lain. Sekarang,
Anda bersyukur pada Tuhan kalau dia melirik yang lain. Sungguh suatu
pelepasan!
• Anda kuatir apakah bos Anda menyukai laporan Anda. Kemudian hari
Anda baru tahu kalau ia bahkan tidak membaca laporan-laporan Anda.
• Anda kuatir apakah anak Anda akan dapat menyelesaikan sekolah
karena rapornya berisi lebih banyak nilai merah daripada nilai hitam.
Tapi hari ini, ia adalah seorang pengusaha yang sukses.
Apa artinya ini?
90% dari hal-hal yang Anda kuatirkan hari ini, akan Anda tertawakan
besok.
Mari saya ceritakan suatu kisah gila…
APAKAH RASA TAKUT MEMBUNUH ANDA?
Suatu pagi, seorang pria melihat “Malaikat Kematian” berjalan ke
kotanya.
Ia cukup berani untuk bertanya, “Boleh saya tahu mengapa engkau ada di
sini?”
Malaikat Kematian itu berkata, “Aku akan membunuh sepuluh ribu orang
hari ini.”
Pria itu mundur ketakutan dan berlari mengelilingi kota. Ia
memperingatkan orang-orang, “Saya baru saja melihat Malaikat
Kematian. Ia mengatakan sepuluh ribu orang akan mati hari ini.”
Tapi ketika malam tiba, tujuh puluh ribu orang meninggal.
Hari berikutnya, pria itu melihat Malaikat Kematian meninggalkan
kota. Ia memanggilnya dan berkata, “Tunggu! Tunggu! Engkau
mengatakan engkau hanya akan membunuh sepuluh ribu orang. Tapi ada
tujuh puluh ribu orang meninggal tadi malam!”
Malaikat Kematian itu menggelengkan kepalanya, “Aku hanya membunuh
sepuluh ribu. Kekuatiran dan ketakutan yang membunuh sisanya.”
IMAN DAN KETAKUTAN
MEMPUNYAI KESAMAAN DI DALAMNYA
Saya akan membuat Anda terkejut.
Iman dan ketakutan kelihatannya sangat berbeda satu sama lain.
Tapi jika Anda mengambil sebilah pisau dan mengupas kulit di sekitar
iman dan ketakutan, Anda menyadari mereka mempunyai kesamaan di
dalamnya: Keduanya adalah kepercayaan.
Iman percaya bahwa hal-hal baik akan terjadi.
Dan ketakutan percaya bahwa hal-hal buruk akan terjadi.
Masalahnya adalah karena keduanya merupakan kepercayaan, keduanya
sangat berkuasa. Karena kepercayaan menciptakan kenyataan kita.
Alkitab berkata bahwa apa yang Anda percayai akan terjadi.
Maka ketika kita merasa takut, kita menciptakan hal yang kita takuti.
Dan saya telah bertemu banyak orang yang pikirannya dipenuhi oleh
pemikiran-pemikiran yang dihantui ketakutan, mereka tidak tahu kalau
mereka sedang menciptakan kenyataan yang mereka takutkan…
• “Kondisi ekonomi begitu buruk, saya akan segera kehilangan
pekerjaan saya…”
• “Suami saya tidak akan berubah.”
• “Pernikahan saya tidak akan menjadi lebih baik.”
• “Orang tua saya meninggal karena kanker; saya yakin saya juga akan
mengidap kanker… Oh Tuhan, dari mana datangnya musibah ini?”
• “Apakah anak-anak saya akan berubah menjadi baik?”
• “Bos saya membenci saya” atau “Teman saya membenci saya” atau
“Kucing saya membenci saya”.
• “Saya tidak akan pernah menikah,” atau “Saya akan berakhir dengan
menikahi pembunuh berseri.”
Karena kepercayaan, iman, dan ketakutan mereka juga merupakan harapan-
harapan.
Ketakutan mengharapkan masalah.
Iman mengharapkan berkat.
Dan dunia menyesuaikan dengan harapan-harapan Anda!
Tanyakan pada diri Anda: Apa yang Anda harapkan terjadi hari ini?
KETIKA HAL BAIK TERJADI,
PEMIKIRAN APA YANG TIMBUL DALAM PIKIRAN ANDA?
Suatu ketika dulu, saya adalah seorang yang dihantui ketakutan.
Ketika hal baik terjadi pada diri saya, saya menjadi takut. Saya akan
berpikir, “Oh tidak, terlalu banyak hal baik yang terjadi pada saya!
Ini tidak akan berlangsung lama. Saya yakin hal buruk akan datang
seperti air pasang…”
Tanpa sadar, saya percaya akan keseimbangan antara baik dan buruk.
Sekarang, saya menyadari bahwa Anda tidak dapat menyeimbangkan antara
baik dan buruk karena kebaikan akan selalu jauh lebih banyak daripada
keburukan. Karena berkat-berkat Tuhan tidak terbatas.
Sekarang, saya telah menjadi seorang yang beriman.
Ketika hal-hal baik terjadi pada saya, saya berkata, “Saya berjalan
dari kemuliaan ke kemuliaan, berjalan ke tingkat kemenangan dan
kelimpahan dan cinta yang lebih tinggi.” Sekarang, saya berharap
bahwa hidup akan menjadi lebih baik, menjadi lebih bahagia, dan
menjadi lebih berkelimpahan.
Albert Einstein mengatakan, “Ada dua cara untuk menjalani hidup. Yang
satu adalah hidup dengan percaya bahwa takkan pernah ada mukjizat.
Yang lainnya adalah hidup dengan percaya bahwa segala sesuatunya
merupakan mukjizat.”
Setiap hari, saya memilih untuk hidup dengan percaya bahwa segala
sesuatunya merupakan mukjizat.
MENGHARAPKAN HAL-HAL BAIK
Mulai hari ini, harapkan hal-hal besar terjadi pada Anda.
Katakan ini setiap pagi:
• “Tuhanku akan menyediakan semua kebutuhanku.”
• “Tuhanku akan memberkati pekerjaan tanganku.”
• “Tubuhku akan disembuhkan.”
• “Anak-anakku akan diberkati.”
• “Pernikahanku akan menjadi semakin baik dari hari ke hari.”
• “Saya akan segera bertemu dengan pria (atau wanita) impian saya.”
Teman, apakah Anda ingin memenuhi mimpi-mimpi Anda?
Saya akan bagikan pada Anda tiga langkah iman saya:
• Langkah Pertama: Melihat Mimpi
• Langkah Kedua: Menebar Mimpi
• Langkah Ketiga: Menyerahkan Mimpi
Berikut adalah ketiga langkah ini, satu per satu…
LANGKAH PERTAMA: MELIHAT MIMPI
Apakah Anda benar-benar tahu apa yang Anda inginkan dalam hidup?
Anda perlu tahu mimpi Anda dengan sangat baik seakan Anda melihatnya
dalam pikiran Anda. Sebenarnya, Anda hanya tidak melihatnya, Anda
merasakannya dalam hati Anda. Karena iman dan ketakutan bukan hanya
kepercayaan dan harapan – mereka juga perasaan. Ketika Anda melihat
mimpi Anda dalam gambaran yang jelas, Anda akan merasa iman yang
timbul di dalam diri Anda.
Itulah sebabnya orang-orang yang mempunyai ketakutan tidak dapat
bermimpi.
Inilah yang Anda lakukan: Bayangkan semua mimpi Anda sudah terpenuhi.
Semakin Anda melihat dan merasakannya, semakin mudah bagi mimpi Anda
untuk menjadi kenyataan.
Bermimpi dengan sangat jelas – lengkap dengan suara, bau, rasa, dan
sentuhan.
Alasan mengapa banyak orang tidak menerima berkat Tuhan adalah karena
mereka memiliki suatu kapasitas terbatas untuk menerima berkat-berkat
itu. Masalahnya bukan terletak pada Persediaannya. (Persediaannya
tak terbatas.) Masalahnya ada pada Penerima Persediaan itu.
Jadi bagaimana Anda meningkatkan kapasitas Anda untuk menerima?
Dengan meningkatkan visi Anda. Ketika Anda meningkatkan ukuran visi
Anda, Anda meningkatkan ukuran berkat-berkat Anda.
Lihat mimpi Anda. Rasakan.
Begitu Anda melakukannya, Anda siap untuk langkah berikutnya…
LANGKAH KEDUA: MENEBAR MIMPI
Sebenarnya, Anda tidak menebar mimpi.
Anda menebar benih dari mimpi. Dan benih yang kecil itu akan
bertumbuh menjadi mimpi besar Anda.
Apa benih itu? Tindakan Anda.
Tak akan ada yang terjadi jika Anda tidak bertindak.
Ketika Anda menanam seratus benih, tidak semua dari seratus benih itu
akan tumbuh. Mungkin sembilan puluh sembilan akan mati. Tapi tidak
masalah. Satu benih yang tumbuh itulah yang akan membuat mimpi Anda
menjadi kenyataan.
Karena itu tidak masalah membuat kesalahan!
Bertindak. Dan bertindak. Dan tetap bertindak.
Bangun pagi. Dan berlari mengejar mimpi Anda!
Sekalipun jika Anda merasa bahwa Anda hanya mempunyai sangat sedikit
sumber daya…
BERTINDAK ATAS APA YANG ANDA MILIKI
Ketika Daud melawan Goliat, ia tidak minta sebuah bazooka M9, sebuah
senapan mesin, atau sebuah jaket anti peluru. Ia bekerja dengan apa
yang ia miliki – sebuah ketapel kulit dan lima batu. Tuhan mengubah
apa yang dimilikinya menjadi sebuah senjata mematikan di tangannya.
Ketika Musa membawa Bangsa Israel keluar dari Mesir, ia tidak meminta
sekompi prajurit, armada tempur, atau beberapa peluru nuklir untuk
mengalahkan Mesir. Ia menggunakan apa yang ia miliki – sebuah tongkat
kayu tua. Tapi melalui tongkat kayu tua itu, Tuhan membuat seekor
ular, mengubah sungai menjadi darah, membelah laut merah – dan
menenggelamkan kereta perang Firaun.
Karena itu gunakan apa yang Anda miliki!
Saya banyak mendengar ini dari orang-orang yang berdalih tentang hidup
mereka yang biasa-biasa saja:
• “Tapi saya bukan lulusan sarjana.”
• “Saya tidak fasih berbahasa Inggris.”
• “Saya tidak punya koneksi yang tepat.”
• “Saya tidak baik dalam Matematika.”
• “Saya tidak mengerti bagaimana menjual.”
• “Saya tidak punya waktu.”
• “Saya tidak setampan Bo Sanchez.” (Periksa mata Anda.)
Jangan melihat pada apa yang tidak Anda miliki.
Inilah kebenarannya: Anda mempunyai segala sesuatu yang Anda butuhkan
untuk menjangkau mimpi-mimpi Anda.
Segalanya.
Anda membacanya?
S-E-G-A-L-A-N-Y-A!
Anda memiliki Roh Kudus. Anda memiliki teman-teman di sekeliling
Anda. Anda memiliki bakat-bakat lain dalam diri Anda. Dan lain-lain.
Dan berikut adalah langkah penting terakhir yang perlu Anda ambil…
LANGKAH KETIGA: MENYERAHKAN MIMPI ANDA
Beberapa dari Anda mungkin sangat terkejut dengan langkah ketiga saya.
Saya telah meminta Anda bermimpi, bukan? Untuk mengejarnya dengan
gairah yang besar sebagaimana Anda melihat dan merasakannya dalam hati
Anda?
Namun dalam Langkah Ketiga, saya akan meminta Anda untuk melakukan
sesuatu yang terkesan sangat bertolak belakang: Untuk menyerahkan
mimpi Anda pada Tuhan. Dalam Langkah Ketiga, Anda mengucapkan doa
yang paling sempurna. “Tuhan, bukan kehendakku melainkan kehendakMu
yang terjadi.”
Untuk percaya.
Untuk melepaskan.
Untuk sebenarnya memberitahu Tuhan bahwa Anda bahagia sekarang –
sekalipun tanpa mimpi ini.
Ini satu hal yang saya temukan tentang mimpi. Jika saya putus asa,
sangat membutuhkan, dan kalut – saya merasa sangat sulit untuk membuat
mimpi itu menjadi kenyataan.
Tapi jika saya menyerahkan pada Tuhan mimpi saya, dan rileks, dan
menyikapi pengejaran mimpi saya seperti bermain – saya merasa diri
saya menarik setiap berkat yang saya butuhkan dengan cara yang hampir
tanpa usaha.
Ini juga pengalaman saya dengan uang.
Ketika saya putus asa terhadap uang, sangat sedikit yang saya
dapatkan. Semua yang saya hasilkan merupakan suatu pergumulan.
Tapi ketika saya rileks dalam hal uang – percaya bahwa saya sedang
berenang dalam sebuah lautan uang – uang akan datang menggelinding ke
arah saya, memohon agar saya mengambilnya.
Ketika saya melakukan ini, saya tidak bergumul. Orang-orang yang
tepat datang pada saya. Buku yang tepat datang pada saya. Kesempatan-
kesempatan yang tepat datang. Hampir tanpa usaha…
MELEPASKAN
Akhir-akhir ini, saya mengatakan pada istri saya, “Tuhan sedang
mengajar saya untuk lebih rileks.”
Dia penasaran. “Apakah kita akan lebih sering berlibur?”
“Pastinya,” saya tertawa kecil. “Tapi artinya lebih dari itu. Saya
sedang belajar untuk bermimpi dan pada saat bersamaan melepaskan mimpi-
mimpi saya.”
“Apa maksudmu?” tanyanya.
“Saya tidak mengatakan saya tidak akan lagi bekerja dengan penuh
gairah,” saya berkata. “Saya sangat mencintai pekerjaan saya. Saya
akan tetap bangun lebih awal setiap pagi dan mencurahkan diri saya
dalam pelayanan dan bisnis saya. Tapi saya akan melepaskan semua
ketakutan dan semua kekuatiran. Mengapa kuatir? Ketika saya berenang
dalam kelimpahan Tuhan.”
“Itu luar biasa,” katanya. “Bisakah kita pergi ke Sagada?”
“Shhh. Saya belum selesai dengan penjelasan saya. Berserah artinya
saya percaya bahwa segala sesuatu yang terjadi adalah untuk kebaikan
saya. Dan percaya bahwa segala sesuatu yang tidak terjadi juga untuk
kebaikan saya.”
“Itu luar biasa. Jadi, apakah Sagada suatu hal baik?” isteri saya
berkedip.
(Saat Anda membaca blog ini, kami sedang dalam perjalanan ke Sagada!
Saya dan mulut besar saya…)
Saya ingat kisah gila ini…
APAKAH LULU ANDA?
Suatu hari, di sebuah rumah sakit jiwa, dua dokter sedang berkeliling.
Ketika mereka mengunjungi para pasien, mereka melihat seorang pria
meringkuk di ranjang, menangis, “Lulu, Lulu…”
“Siapa pria ini?” tanya dokter yang baru.
“Lulu adalah pacarnya. Pria ini ingin menikahi Lulu, tapi Lulu
menikahi orang lain…”
“Oh pria yang malang,” kata dokter muda itu, “Ia tidak bisa menanggung
kekecewaan dan kehilangan akal sehatnya.”
Kedua dokter itu terus berjalan. Di sebuah kamar yang lain, mereka
melihat seorang pasien lain, meringkuk di ranjang, juga meratap “Lulu,
Lulu…”
Dokter baru itu terkejut dan bertanya, “Dan siapa pria ini? Mengapa
ia juga meratapi ‘Lulu’?”
“Ini adalah pria yang dinikahi Lulu.”
Bolehkah saya mengajukan satu pertanyaan: Apakah Lulu Anda?
Lulu Anda adalah sebuah doa yang belum terjawab.
Saya punya sebuah pesan sederhana: Jika Anda tidak mendapat Lulu,
jangan kehilangan akal sehat Anda.
Serahkan Lulu Anda.
Pada akhirnya, Tuhan akan memberi Anda versi terbaik dari mimpi Anda!
HARAPKAN BERKAT
Minggu lalu, saya memberi kejutan pada istri saya dengan mengatakan
padanya, “Berkemaslah. Kita akan menginap di hotel bintang lima
selama 2 hari!”
Ia bertanya pada saya, “Bukankah itu mahal?”
“Saya akan meminta potongan harga,” jawab saya.
“Dan apakah engkau telah menelpon untuk reservasi?”
“Tidak,” kata saya, “Kita datangi saja meja resepsionis dan berharap
untuk diberkati.”
Ia bertanya, “Dan jika engkau tidak mendapat potongan harga? Atau
jika reservasi penuh?”
“Saya menaruh harapan saya di hadapan kemurahan Tuhan,” kata saya
padanya. Dengan kata lain, saya berserah. “Jika tidak ada potongan
harga atau tidak ada kamar kosong, kita pindah saja ke hotel lain.
Itu akan menjadi suatu petualangan!”
Maka kami berkemas dan berangkat.
Ketika saya menhampiri meja resepsionis hotel favorit saya, saya
bertanya, “Berapa kamar termurah di sini?”
Pria itu menunjukkan saya daftar tarif. Saya menelan ludah.
Harganya 2 juta Rupiah semalam.
Saya bertanya, “Apakah ada potongan harga?”
“Saya dapat memberi Anda sepuluh persen…,” katanya.
Saya mendesah. Satu juta delapan ratus masih mahal.
Pada detik itu, seorang pria tinggi, mengenakan jas dan dasi yang
bagus, berjalan keluar dari pintu di belakang meja resepsionis.
Dengan segera, saya mengenalinya. Ia adalah seorang teman. Setelah
saling menyapa, ia memberi saya kartu namanya. Di kartunya tertulis
“Manajer Resepsionis”. Ia adalah orang yang berwenang!
Saat itu juga, dari 2 juta Rupiah, ia menurunkan tarif kamar saya
menjadi 750 ribu Rupiah.
Tidak hanya itu, ia meng-upgrade kamar saya menjadi dua tingkat lebih
tinggi. Maka saya dan istri menginap di sebuah kamar seharga 3 juta
Rupiah++ hanya dengan harga 750 ribu semalam.
Itu belum semuanya.
Peningkatan hidup saya baru saja dimulai…
TUHAN INGIN MENG-UPGRADE ANDA
Dari hotel itu, saya langsung menuju bandara untuk terbang ke Hong
Kong. (Seorang yang sangat penting di Hong Kong ingin bertemu saya
untuk membicarakan suatu kemungkinan donasi. Ini juga merupakan
sebuah tayangan luar biasa tentang menarik berkat, karena saya tidak
menghubunginya. Ia yang menghubungi saya! Tapi itu cerita lain…)
Di bandara Manila, saya berjalan ke counter check-in. Tanpa saya
meminta, wanita di belakang meja itu berkata, “Tuan Sanchez, saya meng-
upgrade Anda ke Kelas Bisnis.” Wow. “Jika Anda memaksa,” kata saya
padanya.
Dua jam kemudian, saya mendarat di Hong Kong dan langsung menuju hotel
saya. Dan seandainya Anda berpikir saya mendapat semua kegilaan ini
karena saya terkenal, wanita Chinese di belakang meja resepsionis –
yang tidak mengenal saya dari Adam – berkata, “Tuan Sanchez, kami meng-
upgrade Anda ke kamar yang lebih besar.”
Saya tidak percaya pada apa yang saya dengar. Ini berlebihan!
Hari berikutnya, setelah pertemuan saya di Hong Kong (yang berjalan
sangat baik) saya kembali ke bandara Hong Kong. Ketika saya check-in,
saya setengah berharap kalau saya akan di-upgrade lagi. Tapi tidak
terjadi apapun.
Saya berkata pada diri sendiri, “Saya akan menikmati perjalanan
pesawat ini.” Saya sedang mempraktekkan Langkah Ketiga: Percaya.
Berserah. Jangan putus asa. Lepaskan.
Maka saya berjalan masuk ke pesawat dan duduk di bangku ekonomi saya.
Saya mengeluarkan sebuah buku dan mulai membaca. Saat itu seorang
pramugara menghampiri saya dan berkata, “Saudara Bo, saya antar Anda
ke Kelas Bisnis.”
Sembari duduk di Kelas Bisnis, menghirup jus jeruk, saya rileks.
RILEKS!
Hidup dengan harapan.
Berharap Tuhan memberkati Anda!
Ketika Anda lebih percaya, Anda akan lebih rileks. Dan Anda akan
menyadari bahwa apa yang sebelumnya menjadi pergumulan sekarang akan
menjadi mudah. Pintu-pintu akan terbuka. Orang-orang akan memanggil
Anda. Kesempatan-kesempatan akan menghampiri Anda.
Teman yang terkasih, saya berbicara tentang berkat-berkat bagi hidup
Anda. Bagi finansial Anda. Bagi kehidupan keluarga Anda. Terima
berkat-berkat Tuhan yang melimpah!
Hei, saya tidak mengatakan bahwa Anda tidak lagi akan mempunyai
masalah.
Anda akan tetap mempunyai masalah.
Namun Anda akan melihat masalah-masalah Anda dengan pandangan yang
baru…
BAGAIMANA DENGAN KETIKA HAL-HAL BURUK TERJADI?
Saya akan ceritakan kisah terakhir saya.
Suatu hari, seorang raja menempatkan sebongkah batu besar di tengah
jalan. Kemudian ia menyembunyikan sebuah kantong di balik bongkahan
itu, dan menunggu di semak-semak untuk melihat apa yang akan dilakukan
orang-orang.
Banyak bangsawan, ksatria, pastor, dan tentara melihat bongkahan itu
dan mengeluh bongkahan itu menghalangi jalan. Itulah satu-satunya
yang mereka lakukan – mengeluh, mengeluh, dan mengeluh lagi.
Tapi kemudian di sore hari, seorang petani berjalan di jalan itu,
melihat bongkahan itu, menurunkan bawaannya – dan mendorong bongkahan
tersebut ke pinggir jalan. Ketika ia melakukan itu, ia melihat pundi-
pundi raja di bawahnya. Ia membukanya dan melihat pundi-pundi itu
dipenuhi emas murni, termasuk sebuah surat dari sang raja, “Ini adalah
upahmu. Karena di balik setiap bongkahan di jalan kehidupan ada emas
murni.”
Teman, di balik setiap masalah dalam hidup Anda ada sebuah berkat
berharga.
Di balik setiap cobaan dalam hidup Anda ada sebuah harta yang menanti
untuk ditemukan.
Setiap kali hal buruk terjadi pada saya, saya berkata, “Ini bukanlah
suatu masalah. Ini adalah sebuah kesempatan bagi saya untuk bertumbuh
dengan lompatan dan lonjakan. Ini akan menjadi salah satu berkat
terbesar dalam hidup saya.”
Maju terus.
Lihat mimpi Anda.
Tebar mimpi Anda.
Dan serahkan mimpi Anda.
Rileks!
Berharap untuk diberkati.
Semoga impian Anda menjadi kenyataan,
Bo Sanchez
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Sumber: "Milis Bo Sanchez" dari Grup Google.
Katakan jika saya benar.
90% dari hal-hal yang sangat Anda kuatirkan saat sepuluh tahun lalu,
sekarang Anda tertawakan. Saya benar?
Apa yang menjadi kekuatiran Anda kira-kira sepuluh tahun lalu?
• Anda kuatir akan tugas-tugas sekolah dan ujian-ujian.
• Anda kuatir jangan-jangan teman sekelas akan menertawai model
rambut Anda. Hari ini, Anda tertawa atas model rambut setiap orang.
• Anda kuatir kalau pacar Anda akan melirik yang lain. Sekarang,
Anda bersyukur pada Tuhan kalau dia melirik yang lain. Sungguh suatu
pelepasan!
• Anda kuatir apakah bos Anda menyukai laporan Anda. Kemudian hari
Anda baru tahu kalau ia bahkan tidak membaca laporan-laporan Anda.
• Anda kuatir apakah anak Anda akan dapat menyelesaikan sekolah
karena rapornya berisi lebih banyak nilai merah daripada nilai hitam.
Tapi hari ini, ia adalah seorang pengusaha yang sukses.
Apa artinya ini?
90% dari hal-hal yang Anda kuatirkan hari ini, akan Anda tertawakan
besok.
Mari saya ceritakan suatu kisah gila…
APAKAH RASA TAKUT MEMBUNUH ANDA?
Suatu pagi, seorang pria melihat “Malaikat Kematian” berjalan ke
kotanya.
Ia cukup berani untuk bertanya, “Boleh saya tahu mengapa engkau ada di
sini?”
Malaikat Kematian itu berkata, “Aku akan membunuh sepuluh ribu orang
hari ini.”
Pria itu mundur ketakutan dan berlari mengelilingi kota. Ia
memperingatkan orang-orang, “Saya baru saja melihat Malaikat
Kematian. Ia mengatakan sepuluh ribu orang akan mati hari ini.”
Tapi ketika malam tiba, tujuh puluh ribu orang meninggal.
Hari berikutnya, pria itu melihat Malaikat Kematian meninggalkan
kota. Ia memanggilnya dan berkata, “Tunggu! Tunggu! Engkau
mengatakan engkau hanya akan membunuh sepuluh ribu orang. Tapi ada
tujuh puluh ribu orang meninggal tadi malam!”
Malaikat Kematian itu menggelengkan kepalanya, “Aku hanya membunuh
sepuluh ribu. Kekuatiran dan ketakutan yang membunuh sisanya.”
IMAN DAN KETAKUTAN
MEMPUNYAI KESAMAAN DI DALAMNYA
Saya akan membuat Anda terkejut.
Iman dan ketakutan kelihatannya sangat berbeda satu sama lain.
Tapi jika Anda mengambil sebilah pisau dan mengupas kulit di sekitar
iman dan ketakutan, Anda menyadari mereka mempunyai kesamaan di
dalamnya: Keduanya adalah kepercayaan.
Iman percaya bahwa hal-hal baik akan terjadi.
Dan ketakutan percaya bahwa hal-hal buruk akan terjadi.
Masalahnya adalah karena keduanya merupakan kepercayaan, keduanya
sangat berkuasa. Karena kepercayaan menciptakan kenyataan kita.
Alkitab berkata bahwa apa yang Anda percayai akan terjadi.
Maka ketika kita merasa takut, kita menciptakan hal yang kita takuti.
Dan saya telah bertemu banyak orang yang pikirannya dipenuhi oleh
pemikiran-pemikiran yang dihantui ketakutan, mereka tidak tahu kalau
mereka sedang menciptakan kenyataan yang mereka takutkan…
• “Kondisi ekonomi begitu buruk, saya akan segera kehilangan
pekerjaan saya…”
• “Suami saya tidak akan berubah.”
• “Pernikahan saya tidak akan menjadi lebih baik.”
• “Orang tua saya meninggal karena kanker; saya yakin saya juga akan
mengidap kanker… Oh Tuhan, dari mana datangnya musibah ini?”
• “Apakah anak-anak saya akan berubah menjadi baik?”
• “Bos saya membenci saya” atau “Teman saya membenci saya” atau
“Kucing saya membenci saya”.
• “Saya tidak akan pernah menikah,” atau “Saya akan berakhir dengan
menikahi pembunuh berseri.”
Karena kepercayaan, iman, dan ketakutan mereka juga merupakan harapan-
harapan.
Ketakutan mengharapkan masalah.
Iman mengharapkan berkat.
Dan dunia menyesuaikan dengan harapan-harapan Anda!
Tanyakan pada diri Anda: Apa yang Anda harapkan terjadi hari ini?
KETIKA HAL BAIK TERJADI,
PEMIKIRAN APA YANG TIMBUL DALAM PIKIRAN ANDA?
Suatu ketika dulu, saya adalah seorang yang dihantui ketakutan.
Ketika hal baik terjadi pada diri saya, saya menjadi takut. Saya akan
berpikir, “Oh tidak, terlalu banyak hal baik yang terjadi pada saya!
Ini tidak akan berlangsung lama. Saya yakin hal buruk akan datang
seperti air pasang…”
Tanpa sadar, saya percaya akan keseimbangan antara baik dan buruk.
Sekarang, saya menyadari bahwa Anda tidak dapat menyeimbangkan antara
baik dan buruk karena kebaikan akan selalu jauh lebih banyak daripada
keburukan. Karena berkat-berkat Tuhan tidak terbatas.
Sekarang, saya telah menjadi seorang yang beriman.
Ketika hal-hal baik terjadi pada saya, saya berkata, “Saya berjalan
dari kemuliaan ke kemuliaan, berjalan ke tingkat kemenangan dan
kelimpahan dan cinta yang lebih tinggi.” Sekarang, saya berharap
bahwa hidup akan menjadi lebih baik, menjadi lebih bahagia, dan
menjadi lebih berkelimpahan.
Albert Einstein mengatakan, “Ada dua cara untuk menjalani hidup. Yang
satu adalah hidup dengan percaya bahwa takkan pernah ada mukjizat.
Yang lainnya adalah hidup dengan percaya bahwa segala sesuatunya
merupakan mukjizat.”
Setiap hari, saya memilih untuk hidup dengan percaya bahwa segala
sesuatunya merupakan mukjizat.
MENGHARAPKAN HAL-HAL BAIK
Mulai hari ini, harapkan hal-hal besar terjadi pada Anda.
Katakan ini setiap pagi:
• “Tuhanku akan menyediakan semua kebutuhanku.”
• “Tuhanku akan memberkati pekerjaan tanganku.”
• “Tubuhku akan disembuhkan.”
• “Anak-anakku akan diberkati.”
• “Pernikahanku akan menjadi semakin baik dari hari ke hari.”
• “Saya akan segera bertemu dengan pria (atau wanita) impian saya.”
Teman, apakah Anda ingin memenuhi mimpi-mimpi Anda?
Saya akan bagikan pada Anda tiga langkah iman saya:
• Langkah Pertama: Melihat Mimpi
• Langkah Kedua: Menebar Mimpi
• Langkah Ketiga: Menyerahkan Mimpi
Berikut adalah ketiga langkah ini, satu per satu…
LANGKAH PERTAMA: MELIHAT MIMPI
Apakah Anda benar-benar tahu apa yang Anda inginkan dalam hidup?
Anda perlu tahu mimpi Anda dengan sangat baik seakan Anda melihatnya
dalam pikiran Anda. Sebenarnya, Anda hanya tidak melihatnya, Anda
merasakannya dalam hati Anda. Karena iman dan ketakutan bukan hanya
kepercayaan dan harapan – mereka juga perasaan. Ketika Anda melihat
mimpi Anda dalam gambaran yang jelas, Anda akan merasa iman yang
timbul di dalam diri Anda.
Itulah sebabnya orang-orang yang mempunyai ketakutan tidak dapat
bermimpi.
Inilah yang Anda lakukan: Bayangkan semua mimpi Anda sudah terpenuhi.
Semakin Anda melihat dan merasakannya, semakin mudah bagi mimpi Anda
untuk menjadi kenyataan.
Bermimpi dengan sangat jelas – lengkap dengan suara, bau, rasa, dan
sentuhan.
Alasan mengapa banyak orang tidak menerima berkat Tuhan adalah karena
mereka memiliki suatu kapasitas terbatas untuk menerima berkat-berkat
itu. Masalahnya bukan terletak pada Persediaannya. (Persediaannya
tak terbatas.) Masalahnya ada pada Penerima Persediaan itu.
Jadi bagaimana Anda meningkatkan kapasitas Anda untuk menerima?
Dengan meningkatkan visi Anda. Ketika Anda meningkatkan ukuran visi
Anda, Anda meningkatkan ukuran berkat-berkat Anda.
Lihat mimpi Anda. Rasakan.
Begitu Anda melakukannya, Anda siap untuk langkah berikutnya…
LANGKAH KEDUA: MENEBAR MIMPI
Sebenarnya, Anda tidak menebar mimpi.
Anda menebar benih dari mimpi. Dan benih yang kecil itu akan
bertumbuh menjadi mimpi besar Anda.
Apa benih itu? Tindakan Anda.
Tak akan ada yang terjadi jika Anda tidak bertindak.
Ketika Anda menanam seratus benih, tidak semua dari seratus benih itu
akan tumbuh. Mungkin sembilan puluh sembilan akan mati. Tapi tidak
masalah. Satu benih yang tumbuh itulah yang akan membuat mimpi Anda
menjadi kenyataan.
Karena itu tidak masalah membuat kesalahan!
Bertindak. Dan bertindak. Dan tetap bertindak.
Bangun pagi. Dan berlari mengejar mimpi Anda!
Sekalipun jika Anda merasa bahwa Anda hanya mempunyai sangat sedikit
sumber daya…
BERTINDAK ATAS APA YANG ANDA MILIKI
Ketika Daud melawan Goliat, ia tidak minta sebuah bazooka M9, sebuah
senapan mesin, atau sebuah jaket anti peluru. Ia bekerja dengan apa
yang ia miliki – sebuah ketapel kulit dan lima batu. Tuhan mengubah
apa yang dimilikinya menjadi sebuah senjata mematikan di tangannya.
Ketika Musa membawa Bangsa Israel keluar dari Mesir, ia tidak meminta
sekompi prajurit, armada tempur, atau beberapa peluru nuklir untuk
mengalahkan Mesir. Ia menggunakan apa yang ia miliki – sebuah tongkat
kayu tua. Tapi melalui tongkat kayu tua itu, Tuhan membuat seekor
ular, mengubah sungai menjadi darah, membelah laut merah – dan
menenggelamkan kereta perang Firaun.
Karena itu gunakan apa yang Anda miliki!
Saya banyak mendengar ini dari orang-orang yang berdalih tentang hidup
mereka yang biasa-biasa saja:
• “Tapi saya bukan lulusan sarjana.”
• “Saya tidak fasih berbahasa Inggris.”
• “Saya tidak punya koneksi yang tepat.”
• “Saya tidak baik dalam Matematika.”
• “Saya tidak mengerti bagaimana menjual.”
• “Saya tidak punya waktu.”
• “Saya tidak setampan Bo Sanchez.” (Periksa mata Anda.)
Jangan melihat pada apa yang tidak Anda miliki.
Inilah kebenarannya: Anda mempunyai segala sesuatu yang Anda butuhkan
untuk menjangkau mimpi-mimpi Anda.
Segalanya.
Anda membacanya?
S-E-G-A-L-A-N-Y-A!
Anda memiliki Roh Kudus. Anda memiliki teman-teman di sekeliling
Anda. Anda memiliki bakat-bakat lain dalam diri Anda. Dan lain-lain.
Dan berikut adalah langkah penting terakhir yang perlu Anda ambil…
LANGKAH KETIGA: MENYERAHKAN MIMPI ANDA
Beberapa dari Anda mungkin sangat terkejut dengan langkah ketiga saya.
Saya telah meminta Anda bermimpi, bukan? Untuk mengejarnya dengan
gairah yang besar sebagaimana Anda melihat dan merasakannya dalam hati
Anda?
Namun dalam Langkah Ketiga, saya akan meminta Anda untuk melakukan
sesuatu yang terkesan sangat bertolak belakang: Untuk menyerahkan
mimpi Anda pada Tuhan. Dalam Langkah Ketiga, Anda mengucapkan doa
yang paling sempurna. “Tuhan, bukan kehendakku melainkan kehendakMu
yang terjadi.”
Untuk percaya.
Untuk melepaskan.
Untuk sebenarnya memberitahu Tuhan bahwa Anda bahagia sekarang –
sekalipun tanpa mimpi ini.
Ini satu hal yang saya temukan tentang mimpi. Jika saya putus asa,
sangat membutuhkan, dan kalut – saya merasa sangat sulit untuk membuat
mimpi itu menjadi kenyataan.
Tapi jika saya menyerahkan pada Tuhan mimpi saya, dan rileks, dan
menyikapi pengejaran mimpi saya seperti bermain – saya merasa diri
saya menarik setiap berkat yang saya butuhkan dengan cara yang hampir
tanpa usaha.
Ini juga pengalaman saya dengan uang.
Ketika saya putus asa terhadap uang, sangat sedikit yang saya
dapatkan. Semua yang saya hasilkan merupakan suatu pergumulan.
Tapi ketika saya rileks dalam hal uang – percaya bahwa saya sedang
berenang dalam sebuah lautan uang – uang akan datang menggelinding ke
arah saya, memohon agar saya mengambilnya.
Ketika saya melakukan ini, saya tidak bergumul. Orang-orang yang
tepat datang pada saya. Buku yang tepat datang pada saya. Kesempatan-
kesempatan yang tepat datang. Hampir tanpa usaha…
MELEPASKAN
Akhir-akhir ini, saya mengatakan pada istri saya, “Tuhan sedang
mengajar saya untuk lebih rileks.”
Dia penasaran. “Apakah kita akan lebih sering berlibur?”
“Pastinya,” saya tertawa kecil. “Tapi artinya lebih dari itu. Saya
sedang belajar untuk bermimpi dan pada saat bersamaan melepaskan mimpi-
mimpi saya.”
“Apa maksudmu?” tanyanya.
“Saya tidak mengatakan saya tidak akan lagi bekerja dengan penuh
gairah,” saya berkata. “Saya sangat mencintai pekerjaan saya. Saya
akan tetap bangun lebih awal setiap pagi dan mencurahkan diri saya
dalam pelayanan dan bisnis saya. Tapi saya akan melepaskan semua
ketakutan dan semua kekuatiran. Mengapa kuatir? Ketika saya berenang
dalam kelimpahan Tuhan.”
“Itu luar biasa,” katanya. “Bisakah kita pergi ke Sagada?”
“Shhh. Saya belum selesai dengan penjelasan saya. Berserah artinya
saya percaya bahwa segala sesuatu yang terjadi adalah untuk kebaikan
saya. Dan percaya bahwa segala sesuatu yang tidak terjadi juga untuk
kebaikan saya.”
“Itu luar biasa. Jadi, apakah Sagada suatu hal baik?” isteri saya
berkedip.
(Saat Anda membaca blog ini, kami sedang dalam perjalanan ke Sagada!
Saya dan mulut besar saya…)
Saya ingat kisah gila ini…
APAKAH LULU ANDA?
Suatu hari, di sebuah rumah sakit jiwa, dua dokter sedang berkeliling.
Ketika mereka mengunjungi para pasien, mereka melihat seorang pria
meringkuk di ranjang, menangis, “Lulu, Lulu…”
“Siapa pria ini?” tanya dokter yang baru.
“Lulu adalah pacarnya. Pria ini ingin menikahi Lulu, tapi Lulu
menikahi orang lain…”
“Oh pria yang malang,” kata dokter muda itu, “Ia tidak bisa menanggung
kekecewaan dan kehilangan akal sehatnya.”
Kedua dokter itu terus berjalan. Di sebuah kamar yang lain, mereka
melihat seorang pasien lain, meringkuk di ranjang, juga meratap “Lulu,
Lulu…”
Dokter baru itu terkejut dan bertanya, “Dan siapa pria ini? Mengapa
ia juga meratapi ‘Lulu’?”
“Ini adalah pria yang dinikahi Lulu.”
Bolehkah saya mengajukan satu pertanyaan: Apakah Lulu Anda?
Lulu Anda adalah sebuah doa yang belum terjawab.
Saya punya sebuah pesan sederhana: Jika Anda tidak mendapat Lulu,
jangan kehilangan akal sehat Anda.
Serahkan Lulu Anda.
Pada akhirnya, Tuhan akan memberi Anda versi terbaik dari mimpi Anda!
HARAPKAN BERKAT
Minggu lalu, saya memberi kejutan pada istri saya dengan mengatakan
padanya, “Berkemaslah. Kita akan menginap di hotel bintang lima
selama 2 hari!”
Ia bertanya pada saya, “Bukankah itu mahal?”
“Saya akan meminta potongan harga,” jawab saya.
“Dan apakah engkau telah menelpon untuk reservasi?”
“Tidak,” kata saya, “Kita datangi saja meja resepsionis dan berharap
untuk diberkati.”
Ia bertanya, “Dan jika engkau tidak mendapat potongan harga? Atau
jika reservasi penuh?”
“Saya menaruh harapan saya di hadapan kemurahan Tuhan,” kata saya
padanya. Dengan kata lain, saya berserah. “Jika tidak ada potongan
harga atau tidak ada kamar kosong, kita pindah saja ke hotel lain.
Itu akan menjadi suatu petualangan!”
Maka kami berkemas dan berangkat.
Ketika saya menhampiri meja resepsionis hotel favorit saya, saya
bertanya, “Berapa kamar termurah di sini?”
Pria itu menunjukkan saya daftar tarif. Saya menelan ludah.
Harganya 2 juta Rupiah semalam.
Saya bertanya, “Apakah ada potongan harga?”
“Saya dapat memberi Anda sepuluh persen…,” katanya.
Saya mendesah. Satu juta delapan ratus masih mahal.
Pada detik itu, seorang pria tinggi, mengenakan jas dan dasi yang
bagus, berjalan keluar dari pintu di belakang meja resepsionis.
Dengan segera, saya mengenalinya. Ia adalah seorang teman. Setelah
saling menyapa, ia memberi saya kartu namanya. Di kartunya tertulis
“Manajer Resepsionis”. Ia adalah orang yang berwenang!
Saat itu juga, dari 2 juta Rupiah, ia menurunkan tarif kamar saya
menjadi 750 ribu Rupiah.
Tidak hanya itu, ia meng-upgrade kamar saya menjadi dua tingkat lebih
tinggi. Maka saya dan istri menginap di sebuah kamar seharga 3 juta
Rupiah++ hanya dengan harga 750 ribu semalam.
Itu belum semuanya.
Peningkatan hidup saya baru saja dimulai…
TUHAN INGIN MENG-UPGRADE ANDA
Dari hotel itu, saya langsung menuju bandara untuk terbang ke Hong
Kong. (Seorang yang sangat penting di Hong Kong ingin bertemu saya
untuk membicarakan suatu kemungkinan donasi. Ini juga merupakan
sebuah tayangan luar biasa tentang menarik berkat, karena saya tidak
menghubunginya. Ia yang menghubungi saya! Tapi itu cerita lain…)
Di bandara Manila, saya berjalan ke counter check-in. Tanpa saya
meminta, wanita di belakang meja itu berkata, “Tuan Sanchez, saya meng-
upgrade Anda ke Kelas Bisnis.” Wow. “Jika Anda memaksa,” kata saya
padanya.
Dua jam kemudian, saya mendarat di Hong Kong dan langsung menuju hotel
saya. Dan seandainya Anda berpikir saya mendapat semua kegilaan ini
karena saya terkenal, wanita Chinese di belakang meja resepsionis –
yang tidak mengenal saya dari Adam – berkata, “Tuan Sanchez, kami meng-
upgrade Anda ke kamar yang lebih besar.”
Saya tidak percaya pada apa yang saya dengar. Ini berlebihan!
Hari berikutnya, setelah pertemuan saya di Hong Kong (yang berjalan
sangat baik) saya kembali ke bandara Hong Kong. Ketika saya check-in,
saya setengah berharap kalau saya akan di-upgrade lagi. Tapi tidak
terjadi apapun.
Saya berkata pada diri sendiri, “Saya akan menikmati perjalanan
pesawat ini.” Saya sedang mempraktekkan Langkah Ketiga: Percaya.
Berserah. Jangan putus asa. Lepaskan.
Maka saya berjalan masuk ke pesawat dan duduk di bangku ekonomi saya.
Saya mengeluarkan sebuah buku dan mulai membaca. Saat itu seorang
pramugara menghampiri saya dan berkata, “Saudara Bo, saya antar Anda
ke Kelas Bisnis.”
Sembari duduk di Kelas Bisnis, menghirup jus jeruk, saya rileks.
RILEKS!
Hidup dengan harapan.
Berharap Tuhan memberkati Anda!
Ketika Anda lebih percaya, Anda akan lebih rileks. Dan Anda akan
menyadari bahwa apa yang sebelumnya menjadi pergumulan sekarang akan
menjadi mudah. Pintu-pintu akan terbuka. Orang-orang akan memanggil
Anda. Kesempatan-kesempatan akan menghampiri Anda.
Teman yang terkasih, saya berbicara tentang berkat-berkat bagi hidup
Anda. Bagi finansial Anda. Bagi kehidupan keluarga Anda. Terima
berkat-berkat Tuhan yang melimpah!
Hei, saya tidak mengatakan bahwa Anda tidak lagi akan mempunyai
masalah.
Anda akan tetap mempunyai masalah.
Namun Anda akan melihat masalah-masalah Anda dengan pandangan yang
baru…
BAGAIMANA DENGAN KETIKA HAL-HAL BURUK TERJADI?
Saya akan ceritakan kisah terakhir saya.
Suatu hari, seorang raja menempatkan sebongkah batu besar di tengah
jalan. Kemudian ia menyembunyikan sebuah kantong di balik bongkahan
itu, dan menunggu di semak-semak untuk melihat apa yang akan dilakukan
orang-orang.
Banyak bangsawan, ksatria, pastor, dan tentara melihat bongkahan itu
dan mengeluh bongkahan itu menghalangi jalan. Itulah satu-satunya
yang mereka lakukan – mengeluh, mengeluh, dan mengeluh lagi.
Tapi kemudian di sore hari, seorang petani berjalan di jalan itu,
melihat bongkahan itu, menurunkan bawaannya – dan mendorong bongkahan
tersebut ke pinggir jalan. Ketika ia melakukan itu, ia melihat pundi-
pundi raja di bawahnya. Ia membukanya dan melihat pundi-pundi itu
dipenuhi emas murni, termasuk sebuah surat dari sang raja, “Ini adalah
upahmu. Karena di balik setiap bongkahan di jalan kehidupan ada emas
murni.”
Teman, di balik setiap masalah dalam hidup Anda ada sebuah berkat
berharga.
Di balik setiap cobaan dalam hidup Anda ada sebuah harta yang menanti
untuk ditemukan.
Setiap kali hal buruk terjadi pada saya, saya berkata, “Ini bukanlah
suatu masalah. Ini adalah sebuah kesempatan bagi saya untuk bertumbuh
dengan lompatan dan lonjakan. Ini akan menjadi salah satu berkat
terbesar dalam hidup saya.”
Maju terus.
Lihat mimpi Anda.
Tebar mimpi Anda.
Dan serahkan mimpi Anda.
Rileks!
Berharap untuk diberkati.
Semoga impian Anda menjadi kenyataan,
Bo Sanchez
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Sumber: "Milis Bo Sanchez" dari Grup Google.
Monday, April 27, 2009
HOW TO CREATE YOUR DESTINY
BAGAIMANA MENCIPTAKAN
TAKDIR ANDA
Suatu hari, Marissa sedang berjalan-jalan di pantai.
Dan saat itulah ia tersandung sebuah lampu Jin yang cantik.
Dengan penuh kegirangan, ia memungut dan menggosoknya. Benar saja,
PUUFFF, sesosok Jin besar tampak di hadapannya!
Mahkluk berkepala plontos itu merunduk rendah di hadapan Marissa dan
berkata, “Nona, harapanmu adalah perintah bagiku. Apa yang engkau
ingin aku lakukan bagimu?”
Terkejut oleh pemandangan fantastis di depannya, ia hanya dapat
berpikir tentang satu hal. Katanya, “Kedamaian Dunia.”
“Eh?” jin itu menggaruk kepalanya. “Nona, ini bukan sebuah Kontes
Kecantikan. Ya Tuhan, engkau ingin saya memberimu Kedamaian Dunia?
Itu mustahil. Maksud saya, konflik Timur Tengah saja sudah ada selama
3000 tahun. Atau perang suku di Afrika… Ayolah Nona, beri saya
kesempatan. Bisakah engkau berpikir tentang sesuatu yang lebih
mudah?”
Marissa mulai berpikir keras. Akhirnya, ia berkata, “Saya masih
single. Dan saya ingin bertemu seorang pria yang betul-betul hebat
yang tidak merokok, peminum, berjudi, atau buaya darat. Ia harus
seorang yang baik, perhatian, bertanggungjawab, dan beriman. Ia juga
harus berpenghasilan besar. Akhirnya, saya ingin ia jatuh cinta pada
saya saat pandangan pertamanya pada saya.”
Selama beberapa saat, Jin itu menatap Marissa.
Akhirnya ia berkata, “Kamu tahu? Mari kembali ke pilihan Kedamaian
Dunia…”
Teman-teman, Marissa harus memecat Jin ini.
Saya akan beritahu Anda alasannya…
KISAH TENTANG JESSICA COX
Jessica Cox adalah seorang wanita bahagia berdarah Filipina-Amerika
yang berusia 25 tahun.
Namun ia dilahirkan dengan cacat bawaan yang langka.
Ia terlahir tanpa lengan.
Para dokter tidak dapat menjelaskan sebabnya. Tapi ayahnya, seorang
pensiunan guru musik berdarah Amerika, dan ibunya, seorang perawat
dari Samar, memberinya seluruh cinta yang ia butuhkan untuk mengatasi
ketidak-sempurnaannya.
Dan ia mampu mengatasinya.
Sekarang, Jessica adalah seorang pilot berlisensi, yang menerbangkan
pesawatnya dengan kakinya.
Ia juga memiliki 2 Sabuk Hitam dari Federasi Tae Kwon-Do Amerika dan
Asosiasi Tae Kwon-Do Internasional.
Dengan kakinya, ia juga bermain piano, menyetir mobil, mengirim SMS
pada teman-temannya, dan memakai lensa kontak sendiri.
Saya membaca kisahnya dan menyadari secara baru kekuatan dari impian-
impian kita.
Hampir segala sesuatunya mungkin bagi mereka yang percaya.
Kita membutuhkan sesosok Jin yang mempercayai ini.
Tapi Anda mempunyai lebih dari sesosok Genie. Anda memiliki seorang
Tuhan di dalam diri Anda yang telah memberi Anda semua sumber yang
Anda butuhkan untuk memenuhi impian-impian yang Ia tanamkan dalam hati
Anda.
BERFOKUS BUKAN PADA KETIDAK-MAMPUAN ANDA,
BERFOKUS PADA IMPIAN-IMPIAN ANDA
Jessica bisa saja hanya merajuk di rumah, marah terhadap Tuhan karena
ia dilahirkan tanpa lengan. Ia bisa saja hanya duduk dan menonton TV
seharian, menghabiskan hidupnya dalam kesedihan. Ia bisa saja hanya
menangis dan menangis, “Saya tidak punya lengan!”
Sebaliknya, ia berteriak dengan gembira, “Saya punya kaki!”
Kita semua memiliki cacat.
Mungkin Anda tidak suka dengan rupa Anda. Mungkin Anda berasal dari
keluarga yang tidak harmonis. Mungkin Anda terlahir miskin. Mungkin
Anda dilecehkan saat masih kecil. Mungkin pacar Anda meninggalkan
Anda. Mungkin Anda tidak mempunyai pekerjaan saat ini.
Saya punya kabar baik untuk Anda. Anda dapat menjadi bahagia. Anda
dapat mengatasi!
Apapun cacat yang Anda miliki, kunci untuk mengatasinya adalah dengan
tidak berfokus pada hal itu.
Jangan berfokus pada apa yang tidak Anda miliki, berfokuslah pada apa
yang Anda miliki.
Jangan berfokus pada ketidak-mampuan Anda, berfokuslah pada kebolehan
Anda!
JANGAN BERTUJUAN UNTUK
Dan Baker dalam bukunya yang luar biasa, Apa Yang Diketahui Orang-
orang Bahagia, memberikan sebuah penjelasan matematis mengapa berfokus
pada masalah-masalah kita tidak akan berhasil.
Bayangkan bahwa karena masalah Anda, Anda minus sepuluh.
Dalam usaha untuk membereskan masalah Anda, Anda mencoba untuk
kembali ke nol.
Dari pengalaman saya, hal ini lambat. Membereskan masalah sangat
melelahkan. Mungkin setelah beberapa bulan, Anda akan mampu untuk
meningkatkan diri Anda dari minus sepuluh menjadi minus delapan.
Ini adalah cara yang lebih baik: Jangan berfokus pada masalah Anda,
berfokuslah pada impian Anda.
Ketika Anda melakukannya, Anda melompat dari minus sepuluh menjadi
plus sepuluh. Anda melewati nol! Mengapa? Karena impian-impian
membangkitkan semangat. Impian-impian besar menarik lebih banyak
energi, lebih banyak perhatian, dan lebih banyak sumber.
KITA DILATIH UNTUK BERFOKUS PADA MASALAH
Saya meminta staf saya untuk mengambilkan setumpuk koran bekas dan
membaginya menjadi dua tumpuk. Berdasarkan berita utamanya, bagi
menjadi Berita Baik dan Berita Buruk.
Saya mendapatkan setumpuk Berita Buruk yang tinggi, dan tumpukan yang
sangat rendah untuk Berita Baik.
Media menjual Berita Buruk. Kita dilatih untuk berfokus pada Berita
Buruk Anda.
Di hari lainnya, saya memberi sebuah seminar kepada 200 Manager Toko
dari sebuah perusahaan pakaian. Saya memberitahu mereka untuk
berhenti membaca koran (dengan arti kiasan). Karena semua yang mereka
baca adalah negatif: krisis ekonomi, perusahaan-perusahaan yang
mengalami pemerosotan, dan orang-orang kehilangan pekerjaan mereka…
Sangat membuat depresi.
Mereka akan membuka toko mereka dengan wawasan ini dalam hidup. “Oh
tidak, tak seorang pun akan datang dan membeli pakaian kita…” Dan
ketika seseorang masuk ke toko mereka, mereka akan berkata pada diri
mereka sendiri, “Ia hanya akan melihat-lihat. Ia tidak akan membeli…”
Tapi ketika Anda berfokus pada masalah-masalah Anda, Anda mulai
memiliki visi terowongan. Seperti seekor kuda berkacamata kuda. Anda
melewatkan kesempatan-kesempatan luar biasa untuk perluasan dan berkat
di luar pandangan Anda yang sempit.
Ini adalah kiat bisnis bagi para pengusaha: Jangan hanya menyelesaikan
masalah Anda. Berfokuslah pada impian-impian Anda. Penyelesaian
masalah menjadi bagian dari pencapaian impian-impian Anda – tapi Anda
melakukannya dengan gairah dan gembira.
MENGAPA BERFOKUS PADA IMPIAN ANDA
SANGAT PENTING BAGI KEBAHAGIAAN ANDA
Tindakan memilih adalah oksigen bagi jiwa Anda.
Memilih rasanya menyenangkan!
Saya telah bertemu orang-orang yang tidak bisa memilih yang tak
terhitung jumlahnya. Mereka menjalankan hidup mereka atas ketakutan.
Karena mereka takut akan orang lain, dan apa yang dikatakan orang,
mereka membiarkan orang-orang menyetir hidup mereka. Bos mereka.
Keluarga mereka. Teman-teman mereka.
Itu adalah satu cara hidup yang menyedihkan.
Orang yang bahagia menciptakan masa depan mereka. Masa depan mereka
tidak tercipta bagi mereka. Mereka memilih dengan bebas apa yang
mereka ingin lakukan dan ke mana mereka ingin melangkah.
Saya bertemu seorang eksekutif besar yang begitu disusahkan dengan
pekerjaan, bekerja selama 16 jam sehari. Keluarganya berantakan,
kesehatannya juga kacau. Saya memberitahunya untuk mengambil cuti
sebulan penuh untuk berdoa dan kembali kepada isteri dan anak-
anaknya. Ia mengatakan kalau ia tidak dapat melakukannya. “Bos saya
akan membunuh saya!” katanya. Ia begitu takut kehilangan
pekerjaannya, kehilangan gaya hidup yang sudah terbiasa baginya. Ia
takut akan apa yang dikatakan orang bila gaya hidupnya menurun. Pria
besar, terkesan hebat, dan suka menggertak ini benar-benar seorang
pengecut, seorang pria yang disetir oleh banyak ketakutan.
Dalam artikel terakhir saya, saya menulis bahwa penawar satu-satunya
untuk ketakutan adalah cinta.
Cinta Tuhan bagi Anda. Dan cinta Anda bagi Tuhan. Cinta bagi
sesama. Cinta bagi diri sendiri. Dan cinta bagi hidup itu sendiri!
Dalam tulisan saya berikutnya, saya akan melanjutkan pembahasan ini
tentang kebahagiaan sejati.
Semoga impian Anda menjadi kenyataan,
Bo Sanchez
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Sumber "Milis Bo Sanchez" Google Groups.
TAKDIR ANDA
Suatu hari, Marissa sedang berjalan-jalan di pantai.
Dan saat itulah ia tersandung sebuah lampu Jin yang cantik.
Dengan penuh kegirangan, ia memungut dan menggosoknya. Benar saja,
PUUFFF, sesosok Jin besar tampak di hadapannya!
Mahkluk berkepala plontos itu merunduk rendah di hadapan Marissa dan
berkata, “Nona, harapanmu adalah perintah bagiku. Apa yang engkau
ingin aku lakukan bagimu?”
Terkejut oleh pemandangan fantastis di depannya, ia hanya dapat
berpikir tentang satu hal. Katanya, “Kedamaian Dunia.”
“Eh?” jin itu menggaruk kepalanya. “Nona, ini bukan sebuah Kontes
Kecantikan. Ya Tuhan, engkau ingin saya memberimu Kedamaian Dunia?
Itu mustahil. Maksud saya, konflik Timur Tengah saja sudah ada selama
3000 tahun. Atau perang suku di Afrika… Ayolah Nona, beri saya
kesempatan. Bisakah engkau berpikir tentang sesuatu yang lebih
mudah?”
Marissa mulai berpikir keras. Akhirnya, ia berkata, “Saya masih
single. Dan saya ingin bertemu seorang pria yang betul-betul hebat
yang tidak merokok, peminum, berjudi, atau buaya darat. Ia harus
seorang yang baik, perhatian, bertanggungjawab, dan beriman. Ia juga
harus berpenghasilan besar. Akhirnya, saya ingin ia jatuh cinta pada
saya saat pandangan pertamanya pada saya.”
Selama beberapa saat, Jin itu menatap Marissa.
Akhirnya ia berkata, “Kamu tahu? Mari kembali ke pilihan Kedamaian
Dunia…”
Teman-teman, Marissa harus memecat Jin ini.
Saya akan beritahu Anda alasannya…
KISAH TENTANG JESSICA COX
Jessica Cox adalah seorang wanita bahagia berdarah Filipina-Amerika
yang berusia 25 tahun.
Namun ia dilahirkan dengan cacat bawaan yang langka.
Ia terlahir tanpa lengan.
Para dokter tidak dapat menjelaskan sebabnya. Tapi ayahnya, seorang
pensiunan guru musik berdarah Amerika, dan ibunya, seorang perawat
dari Samar, memberinya seluruh cinta yang ia butuhkan untuk mengatasi
ketidak-sempurnaannya.
Dan ia mampu mengatasinya.
Sekarang, Jessica adalah seorang pilot berlisensi, yang menerbangkan
pesawatnya dengan kakinya.
Ia juga memiliki 2 Sabuk Hitam dari Federasi Tae Kwon-Do Amerika dan
Asosiasi Tae Kwon-Do Internasional.
Dengan kakinya, ia juga bermain piano, menyetir mobil, mengirim SMS
pada teman-temannya, dan memakai lensa kontak sendiri.
Saya membaca kisahnya dan menyadari secara baru kekuatan dari impian-
impian kita.
Hampir segala sesuatunya mungkin bagi mereka yang percaya.
Kita membutuhkan sesosok Jin yang mempercayai ini.
Tapi Anda mempunyai lebih dari sesosok Genie. Anda memiliki seorang
Tuhan di dalam diri Anda yang telah memberi Anda semua sumber yang
Anda butuhkan untuk memenuhi impian-impian yang Ia tanamkan dalam hati
Anda.
BERFOKUS BUKAN PADA KETIDAK-MAMPUAN ANDA,
BERFOKUS PADA IMPIAN-IMPIAN ANDA
Jessica bisa saja hanya merajuk di rumah, marah terhadap Tuhan karena
ia dilahirkan tanpa lengan. Ia bisa saja hanya duduk dan menonton TV
seharian, menghabiskan hidupnya dalam kesedihan. Ia bisa saja hanya
menangis dan menangis, “Saya tidak punya lengan!”
Sebaliknya, ia berteriak dengan gembira, “Saya punya kaki!”
Kita semua memiliki cacat.
Mungkin Anda tidak suka dengan rupa Anda. Mungkin Anda berasal dari
keluarga yang tidak harmonis. Mungkin Anda terlahir miskin. Mungkin
Anda dilecehkan saat masih kecil. Mungkin pacar Anda meninggalkan
Anda. Mungkin Anda tidak mempunyai pekerjaan saat ini.
Saya punya kabar baik untuk Anda. Anda dapat menjadi bahagia. Anda
dapat mengatasi!
Apapun cacat yang Anda miliki, kunci untuk mengatasinya adalah dengan
tidak berfokus pada hal itu.
Jangan berfokus pada apa yang tidak Anda miliki, berfokuslah pada apa
yang Anda miliki.
Jangan berfokus pada ketidak-mampuan Anda, berfokuslah pada kebolehan
Anda!
JANGAN BERTUJUAN UNTUK
Dan Baker dalam bukunya yang luar biasa, Apa Yang Diketahui Orang-
orang Bahagia, memberikan sebuah penjelasan matematis mengapa berfokus
pada masalah-masalah kita tidak akan berhasil.
Bayangkan bahwa karena masalah Anda, Anda minus sepuluh.
Dalam usaha untuk membereskan masalah Anda, Anda mencoba untuk
kembali ke nol.
Dari pengalaman saya, hal ini lambat. Membereskan masalah sangat
melelahkan. Mungkin setelah beberapa bulan, Anda akan mampu untuk
meningkatkan diri Anda dari minus sepuluh menjadi minus delapan.
Ini adalah cara yang lebih baik: Jangan berfokus pada masalah Anda,
berfokuslah pada impian Anda.
Ketika Anda melakukannya, Anda melompat dari minus sepuluh menjadi
plus sepuluh. Anda melewati nol! Mengapa? Karena impian-impian
membangkitkan semangat. Impian-impian besar menarik lebih banyak
energi, lebih banyak perhatian, dan lebih banyak sumber.
KITA DILATIH UNTUK BERFOKUS PADA MASALAH
Saya meminta staf saya untuk mengambilkan setumpuk koran bekas dan
membaginya menjadi dua tumpuk. Berdasarkan berita utamanya, bagi
menjadi Berita Baik dan Berita Buruk.
Saya mendapatkan setumpuk Berita Buruk yang tinggi, dan tumpukan yang
sangat rendah untuk Berita Baik.
Media menjual Berita Buruk. Kita dilatih untuk berfokus pada Berita
Buruk Anda.
Di hari lainnya, saya memberi sebuah seminar kepada 200 Manager Toko
dari sebuah perusahaan pakaian. Saya memberitahu mereka untuk
berhenti membaca koran (dengan arti kiasan). Karena semua yang mereka
baca adalah negatif: krisis ekonomi, perusahaan-perusahaan yang
mengalami pemerosotan, dan orang-orang kehilangan pekerjaan mereka…
Sangat membuat depresi.
Mereka akan membuka toko mereka dengan wawasan ini dalam hidup. “Oh
tidak, tak seorang pun akan datang dan membeli pakaian kita…” Dan
ketika seseorang masuk ke toko mereka, mereka akan berkata pada diri
mereka sendiri, “Ia hanya akan melihat-lihat. Ia tidak akan membeli…”
Tapi ketika Anda berfokus pada masalah-masalah Anda, Anda mulai
memiliki visi terowongan. Seperti seekor kuda berkacamata kuda. Anda
melewatkan kesempatan-kesempatan luar biasa untuk perluasan dan berkat
di luar pandangan Anda yang sempit.
Ini adalah kiat bisnis bagi para pengusaha: Jangan hanya menyelesaikan
masalah Anda. Berfokuslah pada impian-impian Anda. Penyelesaian
masalah menjadi bagian dari pencapaian impian-impian Anda – tapi Anda
melakukannya dengan gairah dan gembira.
MENGAPA BERFOKUS PADA IMPIAN ANDA
SANGAT PENTING BAGI KEBAHAGIAAN ANDA
Tindakan memilih adalah oksigen bagi jiwa Anda.
Memilih rasanya menyenangkan!
Saya telah bertemu orang-orang yang tidak bisa memilih yang tak
terhitung jumlahnya. Mereka menjalankan hidup mereka atas ketakutan.
Karena mereka takut akan orang lain, dan apa yang dikatakan orang,
mereka membiarkan orang-orang menyetir hidup mereka. Bos mereka.
Keluarga mereka. Teman-teman mereka.
Itu adalah satu cara hidup yang menyedihkan.
Orang yang bahagia menciptakan masa depan mereka. Masa depan mereka
tidak tercipta bagi mereka. Mereka memilih dengan bebas apa yang
mereka ingin lakukan dan ke mana mereka ingin melangkah.
Saya bertemu seorang eksekutif besar yang begitu disusahkan dengan
pekerjaan, bekerja selama 16 jam sehari. Keluarganya berantakan,
kesehatannya juga kacau. Saya memberitahunya untuk mengambil cuti
sebulan penuh untuk berdoa dan kembali kepada isteri dan anak-
anaknya. Ia mengatakan kalau ia tidak dapat melakukannya. “Bos saya
akan membunuh saya!” katanya. Ia begitu takut kehilangan
pekerjaannya, kehilangan gaya hidup yang sudah terbiasa baginya. Ia
takut akan apa yang dikatakan orang bila gaya hidupnya menurun. Pria
besar, terkesan hebat, dan suka menggertak ini benar-benar seorang
pengecut, seorang pria yang disetir oleh banyak ketakutan.
Dalam artikel terakhir saya, saya menulis bahwa penawar satu-satunya
untuk ketakutan adalah cinta.
Cinta Tuhan bagi Anda. Dan cinta Anda bagi Tuhan. Cinta bagi
sesama. Cinta bagi diri sendiri. Dan cinta bagi hidup itu sendiri!
Dalam tulisan saya berikutnya, saya akan melanjutkan pembahasan ini
tentang kebahagiaan sejati.
Semoga impian Anda menjadi kenyataan,
Bo Sanchez
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Sumber "Milis Bo Sanchez" Google Groups.
Subscribe to:
Posts (Atom)








