Download GRATIS PDF dan 3 Video Kaya dari Properti TANPA MODAL

Wednesday, October 5, 2011

PEMENANG MEMILIKI KECENDERUNGAN UNTUK BERTINDAK

Lucu!

Itu kesan pertama yang muncul ketika saya menterjemahkan bagian awal
tulisan Bo kali ini.
(Refer ke tontonan menarik yang disuguhkan Bo.)

Selanjutnya...Anda akan tetap dipuaskan oleh tulisannya yang sarat
dengan pengajaran namun dikemas dengan gaya menghibur yang selalu
menjadi ciri khasnya.

Selamat membaca dan merenungkan!

God bless!

in Christ,
Jessica

--------------------------------------------------



Apakah Anda perhatikan?

Hal-hal buruk terjadi pada orang baik.

Setiap waktu.

Apakah Anda terjebak dalam kemacetan minggu ini?

Atau apakah Anda kehilangan handphone – semua nomor dan data hilang
selamanya?

Atau pernahkah Anda mengalami kejadian buruk komputer Anda rusak – dan
semua file Anda lenyap selama-lamanya?

Atau pernahkah Anda mengalami atasan Anda berteriak pada Anda atas
sesuatu yang bukan kesalahan Anda?

Atau pernahkah Anda mengalami sakitnya ditinggalkan pacar karena yang
lain?

Saya ulangi. Hal-hal buruk terjadi pada orang baik sepanjang waktu.

Saya tidak dapat menjawab mengapa semua itu terjadi.

Namun ini pertanyaan saya yang lebih besar: Apa yang Anda lakukan
ketika hal buruk terjadi pada Anda?

Apakah Anda mengambek?

Apakah Anda mengeluh?

Apakah Anda hanya diam dan tidak melakukan apa-apa?

Atau apakah Anda memiliki kecenderungan untuk bertindak?

Inilah pesan saya yang sederhana namun besar bagi Anda hari ini:
Pemenang memiliki kecenderungan untuk bertindak. Itulah sebabnya
mengapa mereka menjadi pemenang.

Saya ingin Anda menonton video singkat ini. Durasinya kurang dari
satu menit. Ini betul-betul lucu.

Tapi pelajarannya sangat mendalam.

Silahkan lihat di http://www.youtube.com/watch?v=ZYexOlC0CXw

Edan, bukan?

Tapi Anda akan terkejut bahwa banyak orang melakukan hal yang sama
persis ketika hal buruk terjadi pada mereka.

Mereka terpaku.

Mereka terjebak.

Mereka hanya diam di tempat.

Mereka mengeluh.

Mereka mengeluh kepada dunia.

Teman, apakah hal buruk terjadi pada Anda?

Jangan terjebak.

Jangan mengeluh. Percuma.

Berdiri.

Daripada mengeluh, lakukan sesuatu.

Jika Anda tidak bisa lari, berjalanlah. Jika Anda tidak kuat
berjalan, jalanlah dengan tertatih. Jika Anda tidak bisa berjalan
dengan tertatih, merangkaklah. Tersandung membawa Anda pada hal-hal
besar.

Mengapa? Karena Tuhan tidak pernah mengatakan bahwa Anda tidak akan
pernah mengalami hal buruk. Tapi inilah janjiNya yang besar: Bahwa
setiap kali suatu hal buruk terjadi padamu, hal baik akan terjadi
kemudian. Setiap kali! Karena Roma 8:28 mengatakan bahwa Allah turut
bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka
yang mengasihi Dia.


BAGAIMANA ANDA BEREAKSI TERHADAP API?

Suatu hari, seorang wanita muda datang kepada kakeknya dan menangis di
bahunya. Ia menceritakan pada kakeknya semua masalah yang ia hadapi.
Ia merasa begitu kewalahan menghadapi semua itu. Sepertinya segala
sesuatu dalam hidupnya tidak beres.

Setelah ia menangis beberapa saat, kakeknya berkata padanya, “Mari ke
dapur. Aku punya sesuatu untukmu.”

Di dapur, sang kakek menyiapkan tiga panci air seperti untuk memasak.
Pada panci pertama, ia memasukkan wortel. Pada panci kedua, ia
memasukkan telur. Pada panci ketiga, ia memasukkan biji kopi. Dan ia
menyalakan api di bawah ketiga panci tersebut.

Selama dua puluh menit, mereka duduk diam sembari api memanaskan
panci. Setelah dua puluh menit, sang kakek berkata, “Jika kamu
perhatikan, api di bawah ketiga panci itu sama. Sama besarnya. Sama
temperaturnya. Namun kamu akan melihat perbedaan setiap benda
bereaksi terhadap api.”

Ia menyendok wortel dan menaruhnya di sebuah mangkok. Ia menyodorkan
pada cucunya untuk menyentuh wortel itu.

“Lembek,” kata cucunya.

Ia mengambil telur, memecahkannya, dan memberikan pada cucunya.

“Keras,” kata cucunya.

Akhirnya, ia membuka panci kopi – harumnya memenuhi seluruh ruangan.
Ia menuangkan secangkir untuk cucunya yang kemudian menyeruputnya.

“Enak,” katanya, “Terima kasih Kakek. Tapi apa artinya semua ini?”

Kakeknya berkata, “Cucuku, engkau sedang melewati api. Engkau sedang
melewati cobaan. Setiap orang mengalami hal yang sama. Tapi
bagaimana engkau bereaksi? Apakah engkau seperti wortel yang berpikir
dirinya keras dan kuat, tapi ketika api datang, ia menjadi lembek dan
kehilangan kekuatannya? Atau engkau seperti telur yang memiliki
semangat yang mudah dibentuk dan hati yang lembut, tapi ketika cobaan
datang, mengeraskan hatinya? Atau engkau seperti biji kopi? Api
melepaskan rasa dan aromanya. Cobaan yang engkau hadapi dapat
melepaskan karunia dan mimpimu. Cobaan yang kamu hadapi dapat
membebaskanmu. Jadi katakan, apakah engkau sebuah wortel, sebutir
telur, atau biji kopi?”


COBAAN ANDA DAPAT MEMBEBASKAN ANDA

Apakah pacar Anda meninggalkan Anda untuk gadis lain? Sekarang Anda
bebas untuk menemukan seorang pria yang lebih baik yang akan setia
pada Anda.

Apakah Anda di-PHK? Sekarang Anda bebas untuk mencari pekerjaan yang
lebih baik di sebuah perusahaan yang lebih baik atau menjadi seorang
wiraswasta.

Apakah saat ini Anda sakit? Ini adalah panggilan untuk membangunkan
Anda. Tubuh Anda sedang mengatakan pada Anda, “Sudah saatnya untuk
peduli padaku.” Sekarang Anda bebas untuk menjadi orang tersehat yang
bisa Anda lakukan.

Sebelas tahun lalu, seorang teman saya menderita kanker payudara.
Tapi kanker itu membebaskannya. Karena kanker itu, ia lebih melayani
Tuhan, ia lebih mencintai keluarganya, dan ia lebih memperhatikan
kesehatannya. Ia mulai makan buah dan sayuran. Sebelas tahun
kemudian, ia menjadi seorang yang lebih sehat, ia menjadi seorang yang
lebih menyenangkan, dan ia menjadi seorang yang lebih rohani.
Kankernya membebaskannya.

Apakah usaha Anda gagal? Sekarang Anda bebas untuk memulai lagi dari
awal dan membuatnya lebih baik.

Itulah yang terjadi pada saya.


TIGA PRIA MELEWATI API

Dalam Alkitab, kita membaca tentang Sadrakh, Mesakh, dan Abednego.

Mereka juga melewati api. Yang sesungguhnya.

Karena para pria ini tidak mau menyembah berhala, raja menjadi sangat
marah, ia melempar mereka ke dalam perapian – dan meminta prajuritnya
yang paling kuat untuk mengikat mereka.

Tapi ketika berada di dalam api, Allah menyelamatkan mereka. Mereka
terlindungi. Bahkan pakaian mereka pun tidak terbakar. Mereka
berjalan keluar tanpa luka sedikit pun.

Tapi inilah bagian yang menakjubkan: Tak ada yang terbakar kecuali
tali yang mengikat mereka.

Api tersebut membuat mereka menjadi orang yang bebas.

Dari pengalaman saya, ketika saya berjalan melewati api, cobaan yang
saya alami menyingkirkan belenggu saya. Ketakutan saya. Pikiran saya
yang sempit. Mimpi-mimpi kecil saya.

Hei, saya tetap tidak menyukainya.

Api tetap api. Menyakitkan. Membakar.

Tapi ketika saya keluar dari api itu, saya menjadi satu pribadi yang
lebih baik.

Seperti biji kopi, aroma dan cita rasa saya dilepaskan.

Saya bahkan lebih bebas untuk memberi dampak kepada dunia.


MAJU TERUS!

Mazmur 23:4 mengatakan, Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman,
aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku…

Anda tidak tinggal di lembah.

Anda tidak mengambek di lembah.

Anda berjalan melewati lembah.

Anda terus maju. Anda melangkahkan satu kaki ke depan kaki lainnya
hingga Anda keluar dari lembah tersebut.

1 Petrus 1:13 mengatakan, Sebab itu siapkanlah akal budimu.

Milikilah kecenderungan untuk bertindak.


DARI EKSEKUTIF HINGGA PETANI

Ketika saya berpikir tentang tindakan, saya ingat teman saya Rudy
Mallari.

Pada tahun 90-an, Rudy berada di posisi puncak dunia. Teman saya ini
adalah salah satu figur kunci dalam industri ekspor pakaian. Ia
menjalankan sebuah perusahaan besar dan mendapat upah yang sangat
tinggi.

Namun dalam sekejap mata, seperti seseorang menarik karpet dari bawah
seluruh industri ini. China mengambil alih. Dan (hampir) seluruh
industri ekspor pakaian mati.

Dan dalam waktu semalam, Rudy kehilangan pekerjaan dan bisnisnya.

Dari posisi di puncak dunia, sekarang ia berada di dasar.

Apakah Rudy mengambek? Apakah ia dengan mudahnya menyerah dan
menggantung sarung tangannya? Apakah ia merasa depresi karena tangan
yang semula menyuapinya mendadak menghilang?

Sangat jauh dari itu.

Karena Rudy memiliki kesukaan yang lain: Bertani.

Ia tetap bekerja, tetap bertindak, tetap membuat kesalahan.

Dari menjadi seorang eksekutif, sekarang ia adalah seorang “petani”.

Sebenarnya ia tidak betul-betul mengelola sebuah pertanian. Tapi ia
bekerja dengan banyak petani kecil mandiri –dan ia mengajarkan mereka
bertani organik. Dan kemudian membantu mereka menjual hasil produksi
mereka.

Selama bertahun-tahun, ia bertemu dengan orang-orang berjas, berdasi,
dan bertas kantor. Sekarang, ia bertemu dengan orang-orang berbaju
sobek, bertopi jerami dan bersepatu bot berlumpur.

Dan dalam berurusan dengan petani-petani kecil dan orang-orang miskin
lainnya, ia bertumbuh dalam gairahnya untuk menolong orang miskin.
Karena itu, ia bergabung dengan Alay Buhay – suatu organisasi yang
menolong pengusaha kecil di seluruh negeri.

Tragedinya berubah menjadi kemenangan – tidak hanya untuk dirinya tapi
juga untuk banyak orang lain.


SEBUAH KISAH NYATA YANG AKAN SANGAT MENYENTUH ANDA

Saya akan menceritakan pada Anda sebuah kisah nyata tentang seorang
wanita yang mengalami sebuah cobaan yang paling mengerikan. Ketika
Anda membaca kisahnya, Anda akan menyadari bahwa cobaan Anda sangat
tidak ada artinya dibanding dengan apa yang dialami gadis ini.

Kala itu 25 September 2000.

Maricel Apatan adalah seorang anak berusia 11 tahun di Zamboanga.

Pada hari itu, gadis kecil ini pergi bersama pamannya untuk mengambil
air.

Di perjalanan, empat orang pria bertemu mereka. Mereka membawa pisau
panjang. Mereka mengatakan pada pamannya untuk menelungkup ke tanah.
Dan mereka membacok lehernya dan membunuhnya.

Maricel betul-betul mengalami shock. Apalagi keempat pria itu adalah
tetangga mereka. Ia berusaha lari, tapi para pria itu mengejarnya.

Ia menangis, “Jangan membunuh saya! Kasihani saya!”

Tapi mereka tidak mendengarkan. Dengan sebilah pisau panjang, seorang
pria menyayat lehernya juga.

Maricel jatuh ke tanah dan tidak sadarkan diri.

Ketika ia bangun, ia melihat banyak sekali darah.

Ia juga melihat kaki para pria itu di sekelilingnya, tapi ia berpura-
pura mati.

Ketika mereka berlalu, Maricel berlari pulang.


TANGANNYA JUGA DIBACOK

Tapi sepanjang jalan, ia melihat kedua tangannya jatuh. Karena para
pria itu membacoknya juga. Ia menangis tapi ia terus berlari.

Terkadang, ia pingsan dan jatuh ke tanah. Namun ia mendapatkan
kembali kesadarannya dan berlari lagi.

Ketika ia sudah dekat rumahnya, Maricel memanggil ibunya.

Melihat puterinya, ibunya menjerit histeris. Ia membungkus anaknya
yang berdarah dengan sebuah selimut dan membawanya ke rumah sakit.

Inilah masalahnya: Dari rumahnya ke jalan raya, jaraknya 12
kilometer.

Dibutuhkan waktu 4 jam untuk mereka bisa mencapai jalan raya.

Ketika mereka tiba di rumah sakit, para dokter berpikir Maricel akan
meninggal.

Tapi selama 5 jam, mereka mengoperasinya. Dibutuhkan 25 jahitan untuk
menjahit kembali luka pisau panjang tersebut di leher dan punggungnya.

Maricel hampir tidak selamat.

Dan ia kehilangan kedua tangannya.

Ironisnya, hari berikutnya adalah ulang tahun Maricel.

Ia berusia 12 tahun.

Tapi aduh, tragedi tidak berakhir di situ.


MALAIKAT YANG MENYELAMATKAN

Ketika mereka pulang ke rumah, mereka melihat rumah mereka telah
tiada. Tampaknya rumah mereka habis digeledah dan dibakar oleh orang-
orang jahat.

Karena sangat miskin, keluarga Maricel juga tidak mempunyai 50.000
Peso untuk membayar tagihan rumah sakit mereka.

Namun Tuhan mengirim banyak malaikat untuk menolong mereka.

Uskup Agung Antonio Ledesma, seorang relatif jauh, membayar tagihan
rumah sakit dan membantu mereka membawa para penjahat ke pengadilan.
Mereka dijatuhi hukuman penjara.

Sebuah organisasi membantunya menyelesaikan studinya.

Hari ini, ia tinggal bersama para suster di Regina Rosarii dengan Sr.
Eppie Brasil, O.P.

Namun ini, saya percaya, adalah mukjizat yang luar biasa.

Bukannya tinggal diam, Maricel terus berlari.

Bukannya mengutuk Tuhan karena ia kehilangan tangannya, sekarang ia
menggunakan pergelangannya dengan cara yang luar biasa yang akan
membuat Anda takjub.

Maricel dinobatkan sebagai yang paling rajin, paling baik dalam
komputer, dan paling sopan di Sekolah bagi Anak-anak Cacat.

Pada Tahun 2008, ia lulus dari sebuah kursus Manajemen Hotel dan
Restoran. Ia bahkan menerima sebuah Medali Emas untuk Seni dan
Kerajinan.

Hari ini, pada usia 21 tahun, Maricel sedang belajar untuk menjadi
seorang Chef.

Ya, seorang Chef tanpa tangan.

Tak ada apapun yang dapat menghentikan wanita muda ini untuk menggapai
mimpinya.


PEMENANG YANG SEBENARNYA TIDAK AKAN PEMENANG!

Oh, itu sungguh sebuah karunia.

Karena hari Minggu lalu, saya mengundang Maricel untuk datang ke Feast
(Catatan: Ini adalah pertemuan doa mingguan kami.)

Kami melihat Maricel di hadapan kami.

Dan sukacitanya, senyumnya, cahayanya begitu menakjubkan!

Dalam busana putih Chef, saya memintanya untuk berdiri di hadapan
umat. Kami bersorak gempita.

Dan kemudian saya menuntunnya ke sebuah meja yang dipenuhi dengan
sayur-sayuran.

Saya memintanya membuat salad bagi saya.

Dengan hanya menggunakan pergelangannya, ia memotong sayur-sayuran dan
menyiapkan salad yang enak.

Saya tidak dapat menahan tangis.

Saya melihat sekeliling dan mendapatkan banyak yang menangis juga.

Karena kami berada di hadapan seorang pemenang yang menakjubkan.

(Jika Anda ingin melihat foto Maricel Apatan - silahkan masuk ke
http://milis-bo-sanchez.googlegroups.com/web/Winners%20Have%20A%20Bias%20For%20Action%20-%20Pic.pdf?gsc=nkFKmCMAAAD30LX-Wghi-BxwX-tlW1N6JH8vs4XjywD2gJH5mL1boq0IoyLhPG2x5smOr2otMGI)


JANGAN KEHILANGAN HARAPAN

Teman, apakah Anda seorang pemenang?

Berhentilah berfokus pada cobaan Anda.

Berhentilah berfokus pada masalah Anda.

Saat ini Anda mungkin sedang melewati api.

Mungkin pernikahan Anda sedang terkoyak-koyak.

Mungkin Anda sedang terkubur dalam tumpukan hutang.

Mungkin dokter mengatakan Anda tidak akan pernah sembuh.

Mungkin anak Anda jauh dari Tuhan.

Teman, jangan kehilangan harapan.

Jangan menyerah.

Anda akan memenangkan pertandingan ini.

Anda akan memenangkan hadiahnya!

Di dalam api, jangan menjadi wortel atau telur. Jangan melunak atau
mengeras. Tapi, jadilah seperti biji kopi dan biarkan api membebaskan
Anda untuk bertindak!

Api ini akan membuat Anda lebih baik.

Api ini akan membuat Anda bertumbuh.

Api ini akan membuat Anda bahkan lebih sukses!

Jadi berfokuslah pada garis finish.

Berfokuslah pada mimpi Anda.

Berfokuslah pada hadiah di depan Anda.

Berdiri dan terus berlari!


Semoga impian Anda menjadi kenyataan,

Bo Sanchez


*) सुम्बेर मिल्लिस बो Sanchez

Tuesday, October 4, 2011

KEGAGALAN BUKANLAH PENOLAKAN TUHAN MELAINKAN PENGARAHAN BARU DARI TUHAN

Shalom...

Ada ungkapan yang menyatakan "proses belajar itu merupakan proses
seumur hidup".
Saat ini, saya sangat setuju dengan ungkapan tersebut.

Bagaimana tidak?
Selama tiga minggu terakhir ini saya sedang gencar-gencarnya belajar
"sesuatu".
Dalam proses belajar itu, hal pertama yang harus saya lakukan adalah
mengatasi rasa takut yang sangat akut dalam diri saya.
Maklum saja, rasa takut itu begitu besaaaaarrrrrr....mungkin karena
trauma masa kecil dimana saya beberapa kali melihat dengan mata kepala
sendiri kejadiannya.

Oh ya, sebelum saya berbicara lebih panjang...."sesuatu" itu adalah
"naik motor".
Ya...ya...saya tahu beberapa Anda langsung tersenyum saat
membacanya...mungin Anda tidak mengalami masalah seperti saya.
Tentunya, Anda tidak akan mengerti perasaan saya yang entah bagaimana
harus saya gambarkan....hanya satu kata "fiiiiuuuuuuhhhhhhhh!!!!"

Dalam proses belajar itu, saya jatuh beberapa kali.
Dan yang terakhir...hampir membuat saya menyerah.
Rasa takut yang awalnya kelihatan sudah teratasi dengan baik ternyata
kembali setelah saya jatuh lagi.
Hiks....

Namun...setelah trauma jatuh itu hilang...saya jadi berpikir, apa yang
membuat saya jatuh?
Bagaimana caranya agar tidak jatuh lagi?

Well...saya tidak ingin lebih panjang...tapi intinya, tulisan Bo hari
ini mengkonfirmasi apa yang saya alami beberapa minggu terakhir ini.
Kegagalan bukan berarti akhir dari segalanya.
Kegagalan justru membuat kita belajar untuk menjadi lebih baik dan
semakin baik di kemudian hari.

Semoga Anda semua pun diberkati oleh tulisan Bo kali ini!

God bless!

in Christ,
Jessica

--------------------------------------------------------------



Elang adalah orang tua yang menakjubkan.

Saya tidak tahu seberapa istimewa sarang mereka bagi anak-anak mereka.

Untuk membuatnya, Ayah Elang mengambil ranting yang kokoh dan duri
yang tajam untuk membangun rumah istimewa ini. Tapi untuk membuat
sarang tersebut nyaman, ia akan membungkus ranting-ranting dan duri-
duri tersebut dengan rumput yang lembut.

Dan inilah bagian yang menakjubkan: Ibu Elang akan mencabuti bulu-bulu
dari dadanya sendiri! Ia akan meletakkannya di sarang untuk menambah
kehangatan dan kelembutan.

Beberapa kali dalam sehari, Ibu Elang akan terbang keluar untuk
mencari makanan. Ia akan terbang kembali untuk menaruh ikan dan
makanan lain ke dalam mulut anak-anaknya yang terbuka karena lapar.

Karena sarangnya dibangun di atas tebing berbatu yang tinggi, angin
sangatlah kencang. Setiap ada badai, Ibu Elang melindungi mereka
dengan sayapnya yang besar.

Elang-elang kecil hidup dalam kemanjaan.

Karena setiap kebutuhan dipenuhi oleh orang tua yang mengasihi mereka.

Namun suatu hari, tibalah waktunya untuk mengajar mereka bagaimana
caranya terbang.

Dan dalam waktu sekejap, seluruh dunia mereka berubah.


PELATIHAN TERBANG SELALU KEJAM

Untuk mengajar anak-anak mereka terbang, para elang mengikuti empat
langkah – semuanya menyakitkan.

Pertama, Ibu berhenti membawakan makanan.

Anak-anak elang menangis kelaparan tapi ia seolah tidak mendengarkan
mereka. Anak-anaknya kaget. Mereka bertanya, “Mengapa Ibu tidak
mendengarkan jeritan kami?”

Kedua, ia mengibaskan sayapnya untuk menyapu rumput dan bulu-bulu di
dalam sarang. Duri-duri tajam sekarang tersingkap, menusuk kulit
halus dari anak-anak elang.

Ketiga, ia melakukan yang tidak masuk akal: Ia membuang mereka keluar
dari sarang. Elang-elang kecil berlompatan kembali, hanya untuk
ditusuk oleh duri-duri. Mereka sekarang berdarah. Mereka memekik
kesakitan. Dan mereka menerka-nerka, “Mengapa Ibu menyiksa kami?
Mengapa ia kejam?”

Keempat, Ibu mendorong elang-elang kecil keluar dari sarang lagi.
Tapi bukan hanya keluar dari sarang, tapi keluar dari tebing!

Anak-anak elang meluncur cepat ke tanah – seribu meter di bawah –
secara pasti menuju kematian.

Tapi sebelum mereka menyentuh tanah, Ayah Elang menukik dan menangkap
mereka dengan sayapnya. Ia menjatuhkan mereka kembali ke dalam
sarang.

Mereka berteriak, “Ibu, mengapa engkau membunuh kami? Apa yang telah
kami lakukan?” Tapi mereka baru saja mampu bernafas, ketika Ibu
kembali mendorong mereka keluar.

Tantangan maut dan cobaan berat yang mengerikan ini terulang sebanyak
tujuh hingga delapan kali hingga elang-elang kecil mengerti – dan
mulai mengepakkan sayap mereka.

Tidak lama kemudian, mereka melayang di atas awan dengan orang tua
mereka yang bangga di samping mereka.

Teman, ini persis yang terjadi pada Anda ketika Tuhan mengajar Anda
bagaimana caranya terbang.


TUHAN MENGAJAR SAYA UNTUK TERBANG

Dua belas tahun lalu, saya mengorbitkan diri saya sendiri sebagai
seorang wiraswastawan.

Karena saya melayani Tuhan, saya merasa Tuhan akan memberkati usaha
kecil saya. Maksud saya, itulah yang paling bisa Dia lakukan! Biar
bagaimanapun, saya sudah melayani Dia selama hampir 20 tahun.

Dengan percaya diri, saya mengambil tabungan saya dan menginvestasikan
semuanya ke gerobak makanan.

Saya mulai dengan sebuah gerobak “baso cumi”.

Saya menempatkannya di pinggir jalan, sangat dekat dengan sebuah pasar
dan sebuah balai kota. Lokasi yang sempurna, menurut saya.

Namun hasilnya menyedihkan. Beberapa hari, saya merugi. Beberapa
hari, saya kehilangan uang. Saya merasa sangat putus asa. Tapi saya
katakan pada diri sendiri, “Jangan kuatir. Saya akan mencoba lagi.”

Maka saya membeli dua gerobak makanan lagi. Kali ini, sebuah gerobak
hotdog dan sebuah gerobak es krim. Saya menyewa tempat di sebuah mal
baru di Ortigas Center.

Tapi bulan demi bulan, saya kehilangan uang.

Tidak lama, saya harus mengeluarkan uang hanya untuk membayar biaya
sewa dan gaji para karyawan saya.

Akhirnya, sebelum tahun itu berakhir, saya harus menerima kekalahan,
dan menutup semua kedai makanan tersebut. Ambisi kewirausahaan saya
terdampar di tanah.

Saya rugi 150 juta Rupiah lebih.

Itu mungkin tidak besar bagi Anda, tapi itu adalah tabungan seumur
hidup saya sebagai seorang misionaris.

Saya merasa tertekan.

Saya bertanya pada Tuhan, “Tuhan, mengapa Engkau tidak memberkati
usaha saya?”

Saya merasa bingung. Saya mengatakan pada diri sendiri, “Mungkin
Tuhan tidak menginginkan saya menjadi seorang wiraswasta. Mungkin Ia
hanya ingin saya menjadi seorang pengkotbah.”

Selama berbulan-bulan, saya tidak tahu apa yang harus dilakukan. Saya
tersesat. Saya seperti sebuah kapal layar yang terjebak dalam kabut
yang tebal. Apa yang harus saya lakukan sekarang?

Menengok ke belakang, sekarang saya tahu apa yang sedang Tuhan
lakukan…


AKAN MENJADI APA: DURI ATAU AWAN?

Seperti Ibu Elang, Tuhan berhenti menyuapi saya.

Ketika persediaan terhenti, Tuhan tidak berkata, “Hari ini Aku telah
memutuskan untuk tidak mencintaimu.” Ketika persediaan terhenti,
Tuhan sedang berkata, “Aku akan menyediakan bagimu dengan cara yang
lebih besar dan lebih berlimpah.”

Seperti Ibu Elang, Tuhan menyingkirkan bantal empuk dari sarang saya.
Usaha makanan saya seperti duri tajam di bawah saya. Setiap gerakan
kecil yang saya lakukan terasa sakit.

Ketika hidupmu terasa sakit, Tuhan tidak berkata, “Aku tidak peduli
padamu.” Ketika hidup terasa sakit, itu berarti Tuhan sedang berkata,
“Aku mempunyai tempat yang lebih baik bagimu.”

Seperti Ibu Elang, Tuhan sedang mendorong saya keluar dari sarang
saya. Namun saya melompat masuk lagi, hanya untuk merasa sakit lagi.

Saya telah melihat hal ini terjadi kepada orang-orang dalam relasi
yang tidak sehat. Mereka sangat tersakiti dalam relasi dan menangis.
Tapi tidak lama kemudian, mereka melompat masuk lagi – hanya untuk
merasa sakit lagi. Mereka menjadi terikat pada relasi yang tidak
sehat.

Namun rasa sakit adalah pembawa pesan dari hidup. Yang mengatakan,
“Ada sebuah tempat yang lebih baik bagimu. Engkau tidak dilahirkan
untuk hidup di antara duri. Engkau dilahirkan untuk melayang tinggi
di atas awan.”

Kegagalan bukanlah penolakan Tuhan.

Kegagalan adalah pengarahan baru dari Tuhan.

Amsal 20:30 mengatakan, Ada kalanya pengalaman pahit menghapuskan
kejahatan, dan membersihkan hati manusia.

Ia tidak menginginkan saya dalam usaha makanan. Ia tidak menjadikan
saya seorang koki. Ia menciptakan saya sebagai seorang komunikator.
Ia tidak menjadikan saya untuk memberi makan kepada tubuh. Ia
menciptakan saya untuk memberi makan kepada pikiran.


KEGAGALAN BUKANLAH PENOLAKAN TUHAN;
KEGAGALAN ADALAH PENGARAHAN BARU DARI TUHAN

Seperti Ibu Elang, Tuhan sedang mengajar saya untuk terbang.

Ia menginginkan saya untuk keluar dari usaha makanan karena itu
bukanlah sesuatu yang luar biasa bagi saya. Itu bukanlah hal yang
saya sukai. (Saya hanya menyukai makan!) Itu bukan talenta saya.

Dengan sangat putus asa dan hanya dengan sedikit sisa uang dalam
tabungan, saya dipaksa untuk menciptakan usaha yang tidak membutuhkan
modal apapun. Satu-satunya usaha yang mungkin bagi saya adalah semua
yang terdapat dalam potensi saya: Komunikasi.

Usaha pertama saya yang berhasil adalah seminar bagi perusahaan.

Saya telah berkotbah selama 20 tahun. Mengapa tidak kepada perusahaan
dan dibayar?

Saya mulai dengan langsung berlari. Tidak ada saat belajar. Sejak
Hari 1, saya mulai mendapat hasil.

Sekarang, saya menjalankan 12 usaha kecil. Semuanya berhasil dengan
luar biasa.

Sekarang, saya bersyukur pada Tuhan kalau usaha makanan saya gagal.
Jika tidak, saya mungkin akan terjebak di sana, melakukan apa yang
tidak saya sukai.

Teman, apakah Tuhan sedang mendorong Anda keluar dari sarang Anda?

Apakah persediaan Anda terhenti?

Mungkin Tuhan sedang berkata, “Ada hidup yang lebih baik bagimu
daripada ini. Ada relasi yang lebih baik bagimu daripada ini. Ada
pekerjaan yang lebih baik bagimu daripada ini. Ada usaha yang lebih
baik bagimu daripada ini…”

Percayalah bahwa Tuhan ingin mengajar Anda untuk terbang!


APAKAH ITU SEBUAH LEKUKAN ATAU SEBUAH JALAN BUNTU?

Seth Godin adalah salah satu penulis bisnis favorit saya.

Ia mengatakan bahwa ketika kita masuk ke dalam suatu situasi sulit,
kita perlu memutuskan apakah itu sebuah lekukan atau sebuah jalan
buntu.

Lekukan maksudnya ada keberhasilan besar jika Anda bertahan melewati
masa sulit tersebut. Jalan buntu maksudnya tidak ada keberhasilan
besar sekalipun jika Anda bertahan selama ribuan tahun.

Jadi tanyakan pada diri Anda: Ketika Anda melewati kesulitan ini,
apakah Anda akan berada di posisi pertama atau kedua? Jika tidak,
mungin itu saatnya untuk meloncat keluar. Dan mencari suatu area
dimana Anda bisa menjadi luar biasa.

Seperti saya tidak pernah menjadi luar biasa dalam usaha makanan,
sekalipun saya berusaha keras untuk bertahan dengan gerobak-gerobak
makanan saya. Tapi saya tahu bahwa saya akan menjadi luar biasa jika
saya terus bertumpu pada talenta saya dalam hal komunikasi.


HAL YANG SAMA DALAM PELAYANAN

Ketika sesuatu tidak berjalan semestinya, ketika sesuatu menimbulkan
rasa sakit, ketika sesuatu tidak berkembang, diamlah. Dengarkan
arahan Tuhan dalam hati Anda. Ia mungkin tidak meminta Anda untuk
mengubah lokasi, atau mengganti pekerjaan, atau merubah usaha, atau
mengubah relasi.

Ia mungkin meminta Anda untuk mengubah strategi.

Mari saya berikan sebuah contoh dalam pelayanan saya. Keluarga rohani
saya adalah Light of Jesus. Selama lebih dari 10 tahun, Light of
Jesus seakan tidak bergerak. Ibaratnya kami terdampar. Pertumbuhan
kami tersendat. Kami mencoba berbagai cara untuk membuat Light of
Jesus bertumbuh, tapi kami merasa seperti menyerudukkan kepala kami ke
sebuah langit-langit beton.

Selama bertahun-tahun, Light of Jesus tidak bergerak dengan lebih dari
2000 anggota.

Kami mencoba segalanya. Kami memberi Seminar Hidup Dalam Roh,
membangun persekutuan doa di sana-sini, tapi tak ada hasil.

Mazmur 119:71 mengatakan, Bahwa aku tertindas itu baik bagiku, supaya
aku belajar ketetapan-ketetapanMu.

Penderitaan kita membuat kita mendengarkan Tuhan.

Dan Ia berbicara kepada kita. Ia membimbing kita untuk mengubah
strategi. Dan hasilnya sungguh membuat tercengang.

Dari “Chapter”, kami menciptakan “Feast”.

Inilah perbedaan besarnya: Chapter bersifat tradisional, persekutuan
doa bagi “orang-orang dalam”. Feast merupakan pesta besar, terobsesi
secara radikal untuk menjangkau “orang-orang luar”.

Pada dasarnya, Tuhan mengatakan pada kami, “Lupakan dirimu. Cintai
sesamamu.” Dalam struktur yang lama, kami melayani diri kami
sendiri. Kami berbicara bahasa kami sendiri (Bahasa Kristiani). Kami
mengadakan semua acara kami bagi diri kami, anggota kami. Tapi Tuhan
membimbing kami untuk melepaskan keegoisan kami dan mengasihi mereka
yang bukan bagian dari kelompok kami. Kami mulai untuk mengadakan
seluruh acara bagi mereka yang merasa asing di gereja.

Apa yang terjadi? Kami menghancurkan langit-langit beton itu.

Beberapa waktu lalu, kami berharap 6000 orang akan datang pada
Perayaan Paskah kami. Namun pada hari itu, lebih dari 9000 orang
datang dan itu hanya dari Metro Manila.

Selama setahun, Light of Jesus telah berkembang dengan meledak.

Teman, apakah Anda merasa Anda macet? Apakah Anda merasa hidup ini
tersendat? Dan Anda tidak bertumbuh?

Dengarkan suara Tuhan. Ia mungkin meminta Anda untuk mengubah
strategi Anda. Jangan terikat pada bagaimana Anda melakukan banyak
hal sebelumnya.

Karena apa yang membawa Anda ke tempat Anda berada saat ini mungkin
tidak membawa Anda ke tempat yang ingin Anda tuju.


KEBERHASILAN TIDAK BANYAK MENGAJAR ANDA;
HANYA KEGAGALAN YANG MENGAJAR ANDA
PELAJARAN YANG PALING BERHARGA TENTANG KEMENANGAN

Inilah ironi kehidupan.

Keberhasilan tidak banyak mengajar Anda.

Hanya kegagalan yang mengajar Anda pelajaran yang paling penting
tentang Kemenangan.

Ketika Anda berhasil, Anda tidak tahu mengapa Anda berhasil. Anda
hanya berasumsi mungkin karena begini atau begitu.

Ketika Anda berhasil, Anda puas.

Ketika Anda berhasil, Anda tidak dapat diajar.

Ketika Anda berhasil, Anda bangga.

Ketika Anda berhasil, Anda keras kepala.

Tapi ketika Anda gagal, Anda jatuh.

Anda terjerembab.

Bang!

Anda tertegun.

Anda bingung.

Bibir Anda berdarah.

Lutut Anda terasa nyeri.

Tiba-tiba, Anda menjadi penuh perhatian.

Tiba-tiba, Anda diam.

Tiba-tiba, Anda menanyakan pertanyaan sulit.

“Mengapa saya gagal?”

“Apa yang dapat saya lakukan agar tidak gagal lagi?”

Ketika Anda menjawab pertanyaan-pertanyaan ini, Anda mempelajari
tentang kemenangan.

Dan ketika Anda menerapkan pelajaran tentang kemenangan itu, saat
itulah Anda berhasil.


MELIHAT SEGALA SESUATU SEBAGAI SEBUAH BERKAT

Suatu hari, seorang pria terdampar di sebuah pulau.

Ia memutuskan untuk menlindungi dirinya dari terik matahari. Selama
berhari-hari, ia membangun sebuah pondok jerami.

Tapi pada hari ia tidur di dalamnya, sebuah kilat menyambar atap, dan
mulai membakar. Ia bergegas mengeluarkannya, tapi percuma. Semuanya
terbakar.

Ia merasa hancur. Ia mengepalkan tinjunya ke langit dna berteriak,
“Tuhan, mengapa Engkau melakukan ini pada saya?”

Ketika ia bangun keesokan harinya, sebuah kapal sedang menuju pulau
itu. Ia diselamatkan! Ia melompat kegirangan.

Ketika kapal merapat ke pantai, pria itu bertanya pada para
penyelamatnya, “Bagaimana Anda tahu saya berada di sini?”

Orang-orang itu menjawab, “Kami melihat tanda asapmu tadi malam.”

Teman, apa pondok jerami Anda?

Apa yang telah diambil dari Anda?

Apa yang telah hancur dan hilang selamanya?

Apakah itu sebuah relasi?

Apakah itu suatu kesempatan kerja?

Apakah itu suatu mimpi yang lenyap?

Jangan takut. Jangan menyerah.

Tuhan sedang mengajar Anda sebuah pelajaran tentang kemenangan.

Lewat kehilangan Anda, kegagalan Anda, percobaan Anda, Tuhan sedang
menyelamatkan Anda. Tuhan sedang membawa Anda ke sebuah tempat yang
lebih baik.


ELANG DICIPTAKAN UNTUK BADAI

Mari saya akhiri dengan satu hal lagi tentang Elang.

Ketika badai datang, burung-burung lain bersembunyi di pohon dan gua.

Tapi tidak demikian halnya dengan Elang.

Karena Elang menyukai badai.

Elang dapat merasakan lewat tubuh merka bahwa badai akan datang. Dan
mereka merasa gembira.

Karena Elang tidak betul-betul terbang. Elang melayang tinggi. Yang
perlu mereka lakukan adalah membentangkan sayap mereka yang lebar dan
memanfaatkan angin untuk membawa mereka. Jadi semakin kencang angin,
semakin tinggi mereka melayang.

Beberapa mengatakan bahwa Elang dapat tidur dalam badai.

Teman, badai Anda akan mengangkat Anda lebih tinggi.

Merasakan ketenangan dalam kasih Tuhan.


Semoga impian Anda menjadi kenyataan,

Bo Sanchez
(Translated by Jessica JP)

*) सुम्बेर मिल्लिस बो Sanchez

Monday, October 3, 2011

SATU-SATUNYA KUNCI MENUJU KEBAHAGIAAN (Semua Yang Lain Adalah Tipuan)

Di saat ada...
Terkadang kita kurang menghargainya.
Ada kalanya kita tidak menjaganya.
Tak jarang kita mengabaikannya.

Puteri kecil saya sangat terlambat dalam hal berbicara...
Bayangkan...setelah berumur 3 tahun dia baru lancar berbicara.
Jangan salah sangka, dia bukannya tidak bisa...tapi menurut kami
kelihatannya dia tidak mau...agak malas untuk bicara gitu loh.
Well...tapi sekarang kami sering mengatakan, "Pantas saja kamu baru
bicara setelah berumur 3 tahun, kalau tidak kami pasti kewalahan
karena ternyata kamu bawel sekali..."

Namun, ternyata kebawelannya membawa warna tersendiri dalam keluarga
kami.
Si princess ini yang menghadirkan keceriaan dan keriuhan dalam rumah
kami.
Dan ketika dia tidak ada, kami sangat kehilangan...
Saat dia tidak sedang berada di tengah-tengah kami, rasanya ada yang
kurang...

Teman, mari kita belajar menghargai setiap orang yang ada di
sekeliling kita...karena kita tidak pernah tahu berapa lama waktu yang
kita miliki untuk bersama mereka.

Dan sangat benar rasanya kalau kunci kebahagiaan kita satu-satunya
terletak pada....

Jawabannya...silahkan Anda baca sendiri lewat artikel di bawah ini.

God bless!

in Christ,
Jessica

-------------------------



Saya ingin mengumumkan sesuatu: Tuhan menginginkan Anda bahagia.
Sebenarnya, saya percaya Tuhan sudah menyiapkan berkat-berkat yang
tepat, mukjizat-mukjizat yang tepat, dan orang-orang yang tepat untuk
memberkati hidup Anda.

Khususnya orang-orang yang tepat.

Mengapa orang-orang yang tepat?

Karena Tuhan ingin Anda bahagia dengan memiliki relasi yang bahagia.

Dia betul-betul hanya mempunyai satu strategi untuk membuat Anda
bahagia. Dia tidak mempunyai rencana kedua sekiranya itu gagal.
Melalui relasi yang bahagia atau gagal.

Jika Anda tidak mempunyai relasi yang bahagia, Anda tidak akan pernah
bahagia.

Tidak peduli seberapa kayanya Anda.

Tidak peduli seberapa rohaninya Anda.

Tidak peduli seberapa banyak yang Anda capai dalam hidup.

Tidak peduli seberapa cantiknya Anda.

Tidak peduli seberapa pintarnya Anda.

Dan pada akhirnya, hidup Anda adalah soal relasi.

Dengan kata lain, hidup Anda adalah soal cinta.

Itulah sebabnya perintah terbesar adalah tentang kasih.

Karena Dia ingin Anda bahagia.


MENDENGARKAN ORANG-ORANG YANG LEBIH TUA

Ketika John Izzo mewawancara 235 orang yang lebih tua, ia menemukan
bahwa penyesalan mereka yang paling umum adalah tidak mengambil resiko
yang cukup.

Tapi apa penyesalan yang paling menyakitkan?

Kegagalan dalam relasi.

Ketika saya berbicara kepada orang-orang yang lebih tua, saya juga
mendengar penyesalan yang sama.

“Saya tidak cukup meluangkan waktu bersama keluarga saya.”

“Saya tidak mendahulukan orang-orang daripada barang.”

“Saya tidak menunjukkan cinta saya.”

“Saya tidak meminta maaf dan tidak memperbaiki relasi yang rusak.”

Penyesalan kita yang paling menyakitkan adalah kita tidak mencintai
dengan cukup.

Itulah sebabnya Alkitab mengatakan, Hendaklah kalian berusaha untuk
mengasihi orang-orang lain (1Korintus 14:1 – Alkitab Bahasa Indonesia
Sehari-hari). Lebih dari apapun juga, kasih harus menjadi mimpi kita
yang paling penting.


SERINGKALI, ORANG YANG SEKARAT
ADALAH ORANG YANG BIJAK

Suatu hari, saya mengunjungi seorang dokter yang sedang berjuang
dengan kankernya.

Dokternya mengatakan ia mempunyai waktu enam bulan untuk hidup.

Ketika saya melihatnya, ia memiliki semua tanda-tanda keberhasilan:
Rumah besar, mobil-mobil besar, pekerjaan besar…

Tapi ia mengatakan pada saya sesuatu yang sangat mengejutkan saya.

Ia berkata, “Saudara Bo, tolong doakan saya. Saya kesakitan. Tapi
sakit fisik yang saya rasakan tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan
rasa sakit dalam hati saya…”

Ia menangis cukup lama.

Akhirnya ia berkata, “Bo, anak-anak saya bahkan tidak mau mengunjungi
saya.”

Saya terkejut. “Mengapa?” tanya saya.

“Saya tidak bisa menyalahkan mereka. Anak-anak dan saya tidak pernah
punya relasi yang baik. Ketika mereka bertumbuh besar, saya tidak
punya waktu untuk mereka. Saya begitu sibuk dengan pekerjaan saya.
Saya pulang dengan perasaan tidak sabar. Ketika saya marah, saya
tidak dapat mengontrol mulut saya. Karena itu saya sudah mengatakan
hal-hal yang buruk terhadap anak-anak yang saya harap tidak pernah
saya ucapkan. Sayangnya, saya tidak bisa menarik kembali ucapan
saya.”

Ia terus menangis.

Saya berdoa baginya.

Kami hanya berdua di kamarnya. Dan kelihatannya ia akan meninggal
sendirian.

Saya membandingkan adegan ini dengan kejadian ayah saya tahun lalu.
Ia selalu dikelilingi oleh anak-anak dan cucu-cucunya. Setiap hari,
kami selalu berada di sana bersamanya.

Teman, bagaimana Anda ingin meninggal?

Anda menentukan itu dengan apa yang Anda prioritaskan hari ini.


MENGAPA RAJA-RAJA ISRAEL GAGAL

Saya menemukan sesuatu yang menarik dalam Alkitab.

Dalam jangka waktu 300 tahun, Israel memiliki 43 Raja. Anda tahu
beberapa di antara mereka: Raja Saul, Raja Daud, Raja Salomo, dll…

Tapi dari 42 Raja, hanya 8 yang dianggap Raja “yang baik”.

Itu sungguh menyedihkan.

Itu artinya 34 raja gagal secara rohani.

Mengapa?

Inilah inti masalahnya: Para ayah sibuk membangun kerajaan mereka,
mereka tidak punya waktu membangun anak-anak mereka.

Seperti di mana pun di dunia, Raja menurunkan tahtanya kepada
puteranya. Biasanya, seorang Raja yang buruk memperanakkan Raja yang
buruk lainnya.

Dan itu masalah yang sama hari ini.

Ayah tidak punya waktu untuk putera mereka. Dan puteri mereka.

Ayah tidak memimpin keluarganya kepada Tuhan.

Ayah tidak mengajar anak-anak mereka.


DOA LINGKARAN CINTA

Saya membuat sebuah ritual istimewa yang dapat Anda lakukan selama 7
hari ke depan.

Saya menyebutnya “Doa Lingkaran Cinta”.

Ini adalah janji saya: Jika Anda melakukan ini selama 7 hari ke depan,
Anda akan berubah. Dan relasi Anda akan berubah.

Sebelum saya mengatakan alasannya, saya akan jelaskan caranya.

Silahkan klik
http://milis-bo-sanchez.googlegroups.com/web/The+Only+Key+To+Happiness+-+Love+Circle+Prayer.pdf?gda=WESpaWYAAADyVr80AdC68hqJ79Ah0MwbWT9wC7NyDv7gq6Ej_5IF-62q7352vgw5wjqdE_c8k1Ko-SUnKad4TKrHwGXTpZQoUMQY_gw8erWk75BmUHstaVXq71KIRN2DRDZ98DIdT506SGQN9G259Svzdy4CCbyu&gsc=c85D0QsAAACWCzHskv25puSFOIj1tTbk

Ada tiga langkah…

Langkah 1: Bersyukurlah Untuk Diri Anda
Pilih sebuah batu untuk mewakili Anda. Sambil memegangnya,
bersyukurlah pada Tuhan untuk diri Anda dan berkat-berkatNya sepanjang
hari. Letakkan batu itu di tengah Kartu “Lingkaran Cinta”.
Langkah 2: Bersyukurlah Untuk Cinta Yang Anda Terima
Pilih sebuah batu untuk setiap orang yang mengasihi Anda. Pegang
setiap batu dan bersyukurlah pada Tuhan untuk orang ini yang telah
memberkati Anda. (Contoh: “Terima kasih Tuhan, untuk cinta tak
bersyarat yang ditunjukkan isteri saya”; “Terima kasih Tuhan, untuk
hidup yang diberikan Ibu untuk saya”.) Letakkan batu di lingkaran
luar. Ulangi untuk setiap batu.
Langkah 3: Bersyukurlah Untuk Cinta Yang Anda Berikan
Pegang setiap batu yang mewakili orang-orang yang Anda kasihi, dan
bersyukurlah pada Tuhan bagaimana Anda mampu untuk menunjukkan cinta
kepada orang tersebut. (Contoh: “Terima kasih Tuhan, bahwa saya dapat
meluangkan waktu dengan putera saya hari ini”; “Terima kasih Tuhan,
hari ini saya bisa mengatakan pada ayah bahwa saya menyayanginya”.)
Letakkan setiap batu di lingkaran dalam. Catatan: Jika Anda belum
dapat menunjukkan cinta kepada orang itu hari ini, rencanakan
bagaimana Anda dapat melakukannya pada hari berikutnya.
Doakan Doa Lingkaran Cinta pada malam hari sebelum Anda tidur.
Lakukan ini selama 7 hari. Ini akan mengubah Anda dan relasi Anda.


MENGAPA RITUAL INI AKAN MENGUBAH HIDUP ANDA

Jika Anda melakukan ini selama 7 hari, Anda akan berubah.

Bagaimana? Oleh kekuatan syukur.

Selama 7 hari, Anda memprogram ulang pikiran Anda untuk melihat cara
orang yang Anda cintai memberkati Anda. Dan bukan pada bagaimana
mereka menjengkelkan Anda.

Suatu hari, saya memberi retret kepada pasangan suami istri.

Saya meminta mereka untuk menulis 10 hal positif yang mereka lihat
dalam diri pasangan mereka. Dengan segera, mereka mengeluh.
“Sepuluh? Itu terlalu banyak!”

Tapi mereka hanya bercanda. Mereka semua melakukannya, menuliskan
jawabannya. Kecuali seorang wanita.

Ia menghampiri saya dan berkata, “Bo, tidak ada hal yang baik dari
suami saya.”

Saya katakan, “Tidak mungkin.”

“Saya beritahu Anda, Bo, suami saya adalah makhluk luar angkasa. Dia
adalah alien.”

“Anda tidak dapat memikirkan satu hal yang baik tentang dirinya?” saya
bertanya.

Ia berkata, “Ya, saya dapat menyebutkan satu hal. Ia punya selera
yang baik. Biar bagaimanapun, ia memilih saya.”

Saya tersenyum. “Tuliskan itu. Ada yang lain?”


KEKUATAN RASA SYUKUR

“Itu saja,” katanya. “Tak ada yang lain.”

“Saya akan membantu Anda untuk menyegarkan ingatakan Anda,” kata
saya. “Apakah ia membantu Anda di rumah?”

“Tidak. Ia malas.”

“Apakah ia memasak?” tanya saya.

Ia menggelengkan kepalanya. “Kamu bercanda? Tentu saja tidak. Ia
tahu bagaimana caranya makan. Dan ia makan seperti seekor monster…”

Saat itu dia berhenti.

“Kamu tahu, berpikir tentang itu, apapun yang saya masak untuknya, ia
senang. Saya menggorengkan telur untuknya – ia puas. Saya akan
menulis ini…”

Ia menuliskan, “Mudah untuk menyenangkan dirinya.”

Ia terus menulis 8 hal positif lagi tentang suaminya.

Dan dalam lima menit, saya melihat sebuah perubahan fisik.

Wajahnya berubah. Ia begitu gembira. Ia menunjuk daftarnya dan
berkata, “Bo, saya bisa!”

Tapi dalam lima menit itu, suaminya tidak berubah.

Ia berubah.

Itulah kekuatan rasa syukur.

Itulah sebabnya saya percaya bahwa “Doa Lingkaran Cinta” ini akan
mengubah Anda. Setiap malam, Anda akan belajar bagaimana bersyukur
untuk diri Anda dan orang-orang yang Anda sayangi.

Dan satu hal lagi…


KEKUATAN CINTA

Ritual ini juga akan “memaksa” Anda untuk lebih lagi menunjukkan cinta
Anda.

Karena dalam Langkah 3 (Bersyukurlah Untuk Cinta Yang Anda Beri), Anda
akan bersyukur pada Tuhan atas kesempatan untuk menunjukkan cinta.

Hanya sebagai peringatan, saya akan ceritakan sebuah kisah.

Suatu hari, ada seekor singa yang memanggil semua binatang untuk
berkumpul. Ia berkata, “Setiap kalian akan menceritakan sebuah
lelucon. Tapi setiap kalian harus tertawa, kalau tidak, saya akan
memakan yang menceritakan lelucon itu.”

Monyet, yang merasa dirinya sangat lucu, yang pertama berdiri dan
menceritakan leluconnya. Ketika ia sampai pada bagian lucunya, semua
terpingkal. Semuanya, kecuali satu binatang: Kura-kura. Ia tidak
tertawa.

Singa menggelengkan kepalanya. Ia menerkam monyet dan memakannya
dalam sekali caplok. Semua binatang menghela nafas. Singa berseru,
“Berikutnya!”

Kakaktua percaya dirinya sangat lucu maka ia melangkah ke depan dan
menyampaikan leluconnya. Ketika ia sampai di bagian terlucunya, semua
binatang tertawa. Kecuali kura-kura!

Dan dalam kengerian semuanya, singa melahap kakaktua.

Semua binatang marah terhadap kura-kura! Tapi mereka tidak dapat
mengatakan apapun di depan singa.

“Berikutnya!” kata singa.

Jerapah berdiri, gemetar. Ia mulai menceritakan leluconnya ketika
kura-kura mulai tertawa keras!

Semua binatang melihat padanya sambil menebak apa yang sedang
dilakukannya.

Singa bertanya pada kura-kura, “Apa yang terjadi denganmu? Jerapah
belum sampai pada bagian terlucunya!”

Kura-kura berkata, “Haha! Saya tidak tahan. Lelucon monyet
sangaaaaaaaaatttt lucu!”


BERI CINTA, TAPI JANGAN MENGHARAPKAN RESPON INSTAN

Anggap saja Anda seorang ayah.

Dan Anda tidak benar-benar meluangkan waktu bersama anak-anak Anda.

Tapi karena ritual tersebut, Anda memutuskan untuk keluar bersama
mereka. Namun, Anda menemukan bahwa anak-anak Anda tidak ingin keluar
bersama Anda!

Itu akan membuat frustasi. Tapi jangan menyerah.

Anak-anak Anda adalah kura-kura. Pada waktunya, mereka akan
“menerimanya” dan merespon terhadap cinta Anda.


ANDA HARUS MEMBACA SURAT LUAR BIASA INI

Saya baru membaca buku Dr. Laura Schlessinger, In Praise of Stay-At-
Home Moms. Jika Anda seorang ibu rumah tangga, saya sangat
menganjurkan buku itu bagi Anda.

Dalam kata pengantarnya, ia menyertakan sebuah surat yang sangat
menginspirasi ditulis oleh seorang “Lisa”, seorang Ibu yang tinggal di
rumah. Saya begitu tersentuh oleh surat tersebut, saya menyertakan
bagian dari surat itu di sini.

Dr. Laura,

Saat saya duduk menulis surat ini, harapan saya adalah jika hanya
satu ibu dapat mendengar apa yang saya katakan dan memegang anaknya
lebih erat hari ini, saya akan merasa terpenuhi alasan saya untuk
menulis.
Saat saya berusia 29 keluarga kami sudah lengkap. Saya mempunyai tiga
anak-anak yang cantik, seorang suami yang penuh cinta, dan meskipun
tidak ada uang lebih, kami menemukan cara untuk melewati semua.
Meskipun saya mempunyai ibu dan ibu mertua untuk mengurus anak-anak
setiap saya perlu, di saat anak kedua saya lahir, saya tahu saya tidak
bisa bekerja lagi. Sesuatu dalam diri saya mengatakan bahwa saya
harus meluangkan sebanyak mungkin waktu dengan anak-anak saya sebisa
saya.
Ada hari-hari dimana saya menarik rambut saya, berteriak pada
mereka, sangat kelelahan di malam hari, dan berpikir, “Adakah
pekerjaan lain yang lebih menyenangkan?” Namun ada juga saat-saat
dimana saya merasa tidak akan menukar dengan pekerjaan lainnya,
seberapapun bayarannya. Saat-saat itu dimana anak Anda memberi Anda
sebuah senyuman atau wajah yang tidak akan pernah Anda lupakan, saat-
saat dimana mereka memberi Anda sebuah ciuman, sebuah pelukan, atau
hanya memegang tangan Anda tanpa ada alasan tertentu. Itulah saat-
saat yang akan disimpan dalam hati selamanya oleh seorang ibu…
Dua tahun lalu anak kedua saya meninggal dalam sebuah kecelakaan.
Ia berusia 22 tahun. Ia sedang berada di kampus ketika ia memutuskan
untuk masuk ke sebuah mobil dimana supirnya baru saja minum yang
mengakibatkan mabuk; sepuluh menit kemudian ia meninggal.
Hidup kami tidak akan pernah sama lagi; dunia yang kami kenal sudah
hancur. Kami sangat kehilangan putera kami. Suami saya, kedua anak
saya yangtetap hidup, dan saya tidak akan pernah sama lagi, tapi kami
mencoba untuk berpegang pada satu sama lain dan mengambil kepingan-
kepingan yang hancur, satu demi satu.
Dr. Laura, hanya satu hal yang dapat saya katakan. Saya begitu
bersyukur untuk saat-saat yang saya miliki bersama putera saya.
Semuanya, yang menyenangkan juga yang mengesalkan, saya akan simpan
selamanya dalam hati saya. Semua tahun-tahun berharga yang saya
habiskan bersama putera saya yangsekarang membantu saya untuk melewati
hari.
Karena itu, tolong Dr. Laura, jangan pernah berhenti menjangkau
para ibu muda yang merasa tidak dapat mengatasinya, yang merasa
bergumul untuk melewati hari, yang percaya bahwa mereka “perlu”
bekerja daripada berada bersama anak-anak mereka, betapa suatu hari
mungkin akan sangat berarti bagi mereka betapa mereka telah
menghabiskan saat-saat berharga itu bersama anak-anak mereka. Semoga
para ibu lain dapat mengingat kata-kata saya: Jangan biarkan siapapun
atau apapun mencegah Anda untuk memegang mereka, memeluk mereka,
bermain bersama mereka, mengingat senyuman mereka, gelak tawa mereka,
hati mereka.

- Lisa

Saya tidak mengatakan bahwa semua ibu harus menjadi ibu rumah tangga
secara penuh.

Tidak semua ibu dapat melakukan itu. Banyak ibu perlu bekerja dan
menjalankan usaha.

Tapi peran sebagai ibu adalah peranan terpenting Anda dalam hidup.


DENGARKAN DIRI ANDA YANG LEBIH TUA

Saya bekerja di rumah.

Ada keuntungan dan kerugian.

Keuntungan saya? Saya bekerja dengan mengenakan celana pendek dan
kaos oblong (sejuk karena beberapa lubang); saya tidak mengalami
kemacetan antara ranjang dan meja kerja saya; saya makan masakan rumah
yang sehat; dan saya bisa bermain dengan anak-anak saya kapanpun saya
mau.

Kerugian? Anak-anak dapat bermain bersama saya kapanpun mereka mau.

Sejurjurnya, ada hari-hari dimana saya tersiksa.

Seperti ketika saya sedang mengejar sebuah proyek besar atau
menyelesaikan sebuah buku.

Dan anak saya, Francis, yang berusia lima tahun melihat saya di depan
komputer. Ia akan menghampiri saya, duduk di pangkuan saya, dan
berkata, “Ayah, ayo main Dora (sebuah game komputer).”

Pada saat itu, saya harus membuat suatu keputusan besar.

Saya bisa berkata padanya, “Tentu sayang!” Atau saya bisa berkata
padanya, “Tidak sekarang Francis, Ayah sedang sibuk.”

Ada hari-hari dimana saya tersiksa di antara dua pilihan ini.

Maka saya mengikuti sebuah saran yang diberikan dalam bukunya John:
Ketika Anda harus membuat sebuah keputusan dalam hidup, mintalah
nasehat pada diri Anda yang lebih tua.

Orang yang lebih tua lebih bijaksana.

Karena mereka melihat kembali ke hidup mereka.

Saya membayangkan diri saya sebagai seorang pria berusia 99 tahun,
duduk di sebuah kursi goyang. Saya menghampirinya dan bertanya,
“Permisi. Menurutmu apa yang harus saya lakukan?”

Dan setiap kali, diri saya yang berusia 99 tahun akan berkata,
“Bermainlah dengan anak-anakmu. Pekerjaanmu akan selalu ada. Tapi
anak-anakmu tidak. Mereka akan bertumbuh besar, memiliki hidup mereka
sendiri, dan pergi meninggalkanmu. Bo, ketika kamu seumurku, kamu
akan menghargai waktumu bersama anak-anakmu. Kamu akan selalu
berharap kalau kamu menghabiskan lebih banyak waktu bersama mereka.”

Maju.

Lakukan hal yang paling penting di dunia.

Bangun relasi Anda.

Dan berbahagialah.


Semoga impian Anda menjadi kenyataan,

Bo Sanchez
(Diterjemahkan oleh Jessica Jeanne P.)


*) सुम्बेर मिल्लिस बो Sanchez